There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Malam Pertama (kejadian yang memerahkan wajah)

3 komentar


Klampok.
H plus empat pasca lebaran. Rumah-rumah mulai kembali sepi dari sanak family keluarga yang mudik untuk berkumpul dan bersilahturahmi. Hidangan khas lebaran seperti ketupat dan kue-kue lebaran juga mulai berkurang bahkan tandas, hanya menyisakan toples-toples kosong. Meski demikian, masih banyak acara silahturahmi baik melalui kunjungan langsung maupun dalam forum halal bihalal.
Aku baru saja pulang usai berkeliling ke beberapa teman dan saudaraku di Brebes, tepat saat Ikomah sholat magrib selesai dikumandangkan. Rasa lelah menahanku untuk berjamaah di Musholla. Hp dalam sakuku bergetar. Sebuah SMS masuk.
..bsok mo ikut ?
Sebuah sms singkat dari pacarku yang ku panggil Ai. Aku ingat besok ada halal bihalal bareng anak-anak Rovers, dan ingat pula bahwa hari ini aku janji padanya untuk makan mie ayam. Segera saja ku balas smsnya mengatakan bahwa kemungkinan besok ikut HBH dan menanyakan apakah acara kami jadi atau tidak untuk makan mie ayam bareng. Berhubung masih sedikit lelah dan kondisi jalan yang macet, akhirnya aku menawarkannya untuk makan di warung mie ayam dekat rumahku usai sholat magrib.
Seringkali rencana memang mudah berubah.Usai sholat magrib, ternyata Ai memundurkan waktu menjadi bada isya. Tak mengapa mengingat jarak antara magrib dan isya tidaklah terlalu lama. Sholat isya selesai kembali sebuah perubahan terjadi. Ulah si angin kumbang yang membuat udara terasa lebih dingin membuatku berfikir untuk mengurungkan niat mengajak Ai keluar. Sebagai gantinya aku kemudian membelikannya mie ayam, 3 bungkus. Tadinya 2 bungkus untuk kami berdua dan satu bungkus untuk kakaknya. Sayang, rupanya kakaknya sedang pergi dan dia bilang dirumahnya sepi.
Aku kembali menimbang-nimbang apakah jadi kerumahnya atau tidak, terlebih karena rumahnya sepi dan aku khawatir “setan” yang menggodaku untuk berbuat yang tidak-tidak. “Bismillahirrahmanirrahim,,, semoga tidak terjadi apa-apa”, pikirku. Toh juga akan mubadzir rasanya mie ayam yang kubeli jika tak jadi dibawa kesana. Selama perjalanan ke rumahnya, aku berdoa agar rumahnya ga jadi sepi, at least ada orang tuanya di rumah. Lumayan kan bisa berbincang dengan mereka.
Aku kaget saat tiba di depan rumahnya. Banyak bapak-bapak yang berdiri di sana sambil membawa bingkisan. Aku pikir mereka akan bertamu ke rumah Ai, ternyata dugaanku meleset. Mereka hanya berniat menyebrang jalan.hehe
Kuketuk pintu rumahnya tidak ada jawaban, yang ada justru sepeda motor yang berhenti di depan rumahnya. Ku kira itu adalah kakak Ai dan pasangannya. Langsung kudekati mereka dan kutanyakan, “Assalamualaikum, elane enten mas?” Tentu saja setelah menyalami keduanya. “Mboten ngertos mas, aku juga meh namu” jawabnya. Haduh. Salah sangka lagi.
Mereka mengetuk pintu. Seorang bapak membuka pintu kemudian mempersilahkan mereka masuk. Aku bingung dan memilih duduk diluar hingga mas-masnya yang tak kuketahui namanya itu kembali keluar dan mempersilahkanku masuk. Mas dan mbak tadi lalu memanggil Ai.
Ai kaget dan sama sekali ga percaya aku datang. Aku senyum-senyum sendiri. Ibunya pun keluar dan tentu saja aku bersalaman dengan beliau. Ini Kali pertama aku melihat ibunya. Wajah mereka mirip. Ai masuk, sedngkan ibunya berbincang-bincang denganku. Aku mengikuti perbincangan dengan menjawab pertanyaan seperlunya. Aku gugup.
Baru saja aku meminum air yang dipersilahkan beliau, terdengar salam dari luar.
Pintu yang tadinya ditutup kembali dibuka. DOR!! Ibarat ada pistol yang mengarah tepat kejantungku, atau setidaknya ada buah tomat raksasa jatuh kearahku. Secara tiba-tiba masuklah sanak keluarga Ai mulai dari om, bude tante mas sepupu dan mungkin juga keponakannya yang masih kecil-kecil. Aku mati kutu. Panas dingn menahan rasa malu bercampur kaget yang membuat wajahku merah seakan hendak meledak.
“Gusti…tuluuuung..”( Tuhan..Tolong ) teriakku dalam hati. Sekejap saja aku menjadi perhatian tiap mata di ruang tamu rumah itu. Banyak yang tersenyum sambil sesekali menggelengkan kepala. Apa maksud mereka?
Aku memilih diam. Biarlah mereka larut dalam obrolan mereka. Aku sendiri lebih memilih SMS salah satu sahabatku dan menceritakan kondisiku saat itu. Sial, dia malah membalas sms dengan tertawa. Rasanya ingin secepat mungkin meninggalkan ruangan itu. Namun, yang ada aku justru ingin tetap disitu, ingin berbincang dengan kedua orang tua Ai, sebagaimana ucapanku pada salah satu sahabatku bahwa semester 5 aku akan melakukannya. Aku paksa tubuhku untuk tetap duduk dikursi panas ini. Alhamdulillah, sanak keluarga yang datang tak terlalu lama bertamu, mereka satu persatu keluar dan kembali, aku bersalaman dengan mereka, dengan wajah merah menahan malu (tentu saja).
Seolah berkomplot dengan keadaan. Ai lama keluar, entah apa yang dilakukannya di dalam sana. Kembali Ibunya dan aku terlibat percakapan. Hingga akhirnya Ai keluar, Ibunya masuk, dan tinggalalah kami berdua. Kami langsung saja tertawa, mengingat apa yang baru saja terjadi. Kami terlibat perbincangan hingga aku ingat tujuan semula membelikan Ai mie ayam. Ah,,mie ayam yang kubeli sudah dingin dan melar. Kami berdua tak ada satupun yang mampu menghabiskannya. haha..Mubadzirlah mie ayam pertamaku di rumahnya.
Saat waktu menunjukkan pukul sembilan lebih 20an menit Aku izin pada Ai untuk pulang.  jam segitu menurutku sudah masuk waktu yang cukup malam apalagi untuk sebuah kunjungan kerumah cewe. Ai masuk dan memanggil ayahnya. Hal yang membuatku kaget untuk kesekian kalinya adalah ucapan ayahnya yang mengatakan "masih sore ko sudah mau pulang ? " saat aku berpamitan.
Entah apa maksud ucapan beliau. Aku hanya bisa mencium tangannya, pamit, dengan tanda tanya yang belum terjawab.   -,-a

Selarik kata mengguncang dunia-Lomba penulisan cerpen

0 komentar

Assalamaualaikum wr wb
Sobat blogger. Ada info menarik nih tentang lomba penulisan cerpen. Barang kali kalian berminat silahkan di ikuti ^^. Semangat kawan.

Youth Agrotechnopreneurship Competition 2012

0 komentar


MAU UANG JUTAAN RUPIAH ?
MAU MENGASAH KEMAMPUAN PLANNING ENTREPRENEUR ?

I K U T I ! ! !
Y A C 2 0 1 2

BEM Fakultas Teknologi Pertanian IPB Proudly Presents YAC (Youth Agrotechnopreneruship Competition) 2012.
Sebuah kompetisi Business Plan dengan adiah jutaan rupiah.
more info : 

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers