There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

(Di)Gagal(kan) lagi

0 komentar

Akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah kemarin minggu. Memang tahu kondisinya banyak sekali tagihan masih ada ini itu bla bla bla. Ngabur bentar x_x.
Agenda pulang, simpel, ngecek kondisi abah dan mengurus Sim.
Alkhamdulillah beliau progres positiv.
Pulang kali ini rumah terasa kembali ramai. Adik dan masku kebetulan juga pulang.
Hmm...
Sebenernya ada satu lagi alasan buat pulang kali ini. Yap, bertemu kamu.
Mencoba meluangkan waktu untuk bertemu, sukur boleh nganterin berangkat ke tempat belajar.
Tapi mau gimana yah. Kamu nolak, haha. Kebetulan juga di rumah malah repot, harus nemenin belanja material bangunan untuk renovasi.
Sudah keberapa yah, rencana main sejenak selalu gagal (atau digagalkan)?
Entahlah, kapan ya bisa bertemu?



Disingkat, lapar.

0 komentar

Tepat di kondisi dimana lambung terisi oleh asam lambung karena ini sudah melewati jam biologis untuk mencerna. Mulut merespon dengan rasa pahit yang tertangkap oleh sensor2 pahit di pangkal lidah, dinding mulut dan gigi rasanya semakin lengket saja, semacam ada pengkelat di sana.
Secara wajar, harusnya tangan dan kaki ikut merespon dengan segera beranjak dari meja kerja (red!- belajar) dan segera mengambil uang, jaket dan kontak motor dan segera menuju ke warung makan terdekat, warteg 24 jam. Tapi ya, mau gimana lagi bro, tadi udah keburu ngejar deathline ngirim email konten buku pesenan mas dafip tentang ikan nila. Ya itu aja masih konten doang bro, belum dilayout dan diedit. Masalah hitungan di dalamnya aku sedikit (banyak) ngasal, ga mudeng. Serius.
Coba tanya sama soib deket, dia malah lupa.
Tanya sama ...ehem...mantan...(cieeee... dalam hati berharap balik lagi haha)
Sama aja ga tahu bro. Dia bilang dia belum dapat materi seperti itu. padahal di tempat si gilang itu materi dapat di semester 3 atau 4.
Walaalaaalaaaa....(niruin gaya baymax)
Ternyata yang dikirimi email tengah karaoke bro sama teman-temannya.
Itu padahal udah janjian bro sebelumnya, gimana kalau ga janjian?
Ah, sudahlah. Paling tidak sudah sesuai target, 1 daftar tunggu sudah keurus.
Mari melanjutkan ke yang berikutnya.
Mau yang mana dulu ya? Koreksi? revisi? proposal? Analisis pra riset?
hmm....gimana kalau makan dulu saja?
Logika tanpa logistik? Buntu bro, setuju ??



,

0 komentar

Aku berdiri di tengah tanah lapang
Membersamai rembulan yang indah di atas langit hitam
Bolehkah ia tetap disana saja membersamaiku?
Dan lihatlah
Perlahan kabut itu turun juga, membersamainya menepi dariku
Dan aku sadar
Ini bukan lagi malam
Dan saatnya lah mentari dengan hangat membersamaiku
Dan aku suka kehangatan ini
Dan aku ingin terus saja seperti ini
Dan aku berharap itu bisa
Hei, apakah senja juga akan seperti kabut semalam?
Membersamainya menepi dariku?
Tidak bisakah keduanya mebersamaiku?
--Tentu saja tidak! B*D*H!
Bulan dan mentari memang indah
Kebersamaan mereka dalam satu masa memang bisa
Bisa membuat semua menjadi terlihat lebih gelap
Bisa membuat Ibu yang tengah hamil ribut memukul apa saja agar berbunyi
Bisa membuat mereka bersama bersujud dalam sholat sunnah
Sudahlah,
Lepaskan saja salah Satu
Tenang, bukankah keduanya punya keindahan sendiri ?
Syukurilah apapun yang kamu pilih dan dapati
Bulan atau mentari

Nasihat Seorang Sahabat #3

0 komentar

Menulis itu, termasuk blogging, sangat dipengaruhi kondisi emosional penulis.
Saat marah tentu akan berbeda isi tulisan yangada dengan saat seseorang bahagia.
Begitulah secara umum.
Beberapa hari yang lalu aku juga demikian. Emosi. Pada dua (atau lebih) teman yang sudah aku anggap saudara. Untung saja, aku tidak jadi untuk menuliskannya. Yap, lagi-lagi nasihat seorang sahabat datang diwaktu yang tepat.
Hmm...sedikit terlambat sih karena aku cerita dulu dengan sedikit emosi, baru dia kasih nasihat. Ga papa lah, hanya aku dia dan Tuhan yang tahu...hia....
Isi nasihatnya seperti ini...
"Sabar ya mam...
Nek dipikir jero marakke nambah beban pikiranmu. Porsi sing aneh-aneh ngono ojo akeh2. Mending ndonga sing akeh wae go wong tua"
Tadinya juga aku ga mau cerita tentang hal itu, tapi ada seseorang yang menceritakan hal yang serupa dengan kejadinku. Ya...ikut dah keinget kejadian itu haha.
Makasih sob... Untuk yang ketiga ini aku tidak menyebutkan namamu. I know.. kamu nda terlalu suka disebut sebut apalagi dalam kebaikan..hihihi
...
Kembali kebumi sutera
Menunaikan misi terakhir stage 4 yang terpaksa kebobol nyaris stage 5 x_x
Lets finish it. Ozi.

Abah #2

0 komentar

Jadi seperti ini ya rasanya.
Menjadi seorang perawat.
Memandikan, membersihkan dan mengurus keperluan orang sakit.
Beda rasanya saat melakukan hal yang sama pada keponakanku saat mereka masih ada di rumah.
Perbedaan mendasar, aku masih kikuk.
Ya, ternyata memang butuh keuletan dan kesabaran ekstra, kawan.
Tapi pengalaman baru ini akan aku ingat. Aku juga tidak ingin mengeluh tentang ini. Cukuplah 2 pesan dari sahabat, menjadi pengingat.
Oh ya, pesan dari Bu Bidan, saat membersihkan badan orang sakit, lakukan dengan hati2 dan bersihkan dengan bersih.
Semoga yang pertama tadi, abah tidak merasa sakit saat aku membersihkan tubuhnya dengan air hangat.
Semoga abah lekas sembuh.
Time to prepare Abah's dinner. Lets cook :)

Abah

0 komentar

Alhamdulillah...abah sampun sadar.
Alkhamdulillah operasi kaparing lancar.
Mugi cepet kasarasan..
Amin

Nasehat seorang sahabat #2

0 komentar

Ini nasehat paling keren tadi malam. Bukan hanya isinya saja.tapi orang yang memberi nasihat itu juga keren banget.
Pendewasaan dan pematangan karakter dari perjalanan hidup.
Thanks kuh.

Nasihat seorang sahabat #1

0 komentar






Everybvodys changing

0 komentar

Semua hal akan mengalami perubahan.
Tempat, benda, apalagi orang.
Semakin lama perubahan itu akan semakin terlihat, terasa dan semakin jelas.
Contoh kecil adalah kereta api.
Pertama kali naik kereta api, tempat duduk itu saling berhadapan seperti angkot. Di tengah-tengah kosong dan kalau pas musim mudik mahasiswa alias liburan, ruang tengah akan menjdi tempat untuk para penumpang duduk lesehan. Penjual koran bekas pin laris manis. Kondisi pendingin pun saat itu masih sangat minim dan dengan kebersihan toilet yang apa adanya.
Cobalah sesekali meluangkan waktu menaiki kereta api. Aku kira kamu akan menemui hal yang berbeda dari apa yang aku gambarkan di atas.
Setidaknya sekarang ini kebersihan toilet KA lebih baik. Jumlah gerbong ditambah dengan waktu brgkt dan tiba hanya sesekali terlambat dan itupun tidak terlalu lama. Double track skrg sudah digunakan. Yap, hampir di semua lini, kereta api sudah mengalami kemajuan yang pesat. Jadi tambah suka nih naik KA.
Well, bagaimanapun juga, aku masih penasaran dengan kondisi KA dari lempuyangan-banyuwangi. Hmm sudah lama nih ga kesana.
Ok...segera selesaikan skripsi dan tugas disini dan sejenak berlibur ke jawa timur.
Kata temanku, 1 bulan deh liburan setelah tugas akhir selesai..
Buat aku, ga usahlah selama itu liburannya. Karena setelah tugas akhir selesai, akan muncul tugas untuk level selanjutnya.
Psst...obrolan dengan temanku itu, sebut saja poli, sudah mulai berbeda. Obrolan lebih berisi meski tetep ada curhat and jokes seson nya.  Ya..everybodys changing...and i dont know why :D

Hasil dan Proses beternak Kalkun

0 komentar

Di semua jenis karya tulis, pasti akan ada bab dimana seorang penulis mencatatkan hasil. Bisa berupa hasil pengamatan, percobaan, atau hasil analisa dari beberapa sumber pustaka yang sudah ada. Hasil pasti ada walaupun tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan.
Well, pada tahap inilah aku mengalami pasang surut semangat untuk menuliskan bagian dari skripsiku. Penelitian udah selesai. Revisi proposal seminar juga sudah di ACC. Tapi sampe satu bulan dari waktu ACC proposal seminar alias TA1, skripsi ko belum selesai juga yah? *sight
InsyaAllah minggu ini selesai. Sebentar lagi ko :d
Sudah tiga kali juga ditagih sama bu Dosbing. Malunya tuh disini....haha
Masih terkait dengan hasil. Sudah dua bulan lebih satu minggu (kalau ga salah) aku dan temanku  joinan untuk memelihara kalkun. Tahu kan yah kalkun? itu loh jenis unggas yang punya ukuran cukup besar. Coba deh baca tulisan sebelumnya, hehe.
Ok, dan setelah beberapa lama, inilah penampakan kalkun-kalkun nya.
Ini usia 2 mingguan

Ini usia 6 mingguan

Usia 10mingguan

Usia 10 mingguan

Ya, memelihara kalkun itu memang butuh ketekunan dan ketelatenan. Dugaan saya memang benar, kalkun itu serupa dengan ayam biasa untuk perlakuan yang harus diterima. kandang jangan terlalu lembab, jagan terlalu panas, jangan terlalu sempit. Sesekali biarkan mereka diluar kandang untuk menghilangkan stress sekaligus melatih otot-otot mereka, sekaligus agar mereka mendapatkan sinar matahari yang cukup. Selain itu, perlu diperhatikan juga pakan dan air yang diberikan, jangan segan untuk memberikan tambahan vitamin di dalam air minum yang mereka konsumsi. Oh, ya kandang juga sebaiknya dibersihkan secara rutin, minimal 2 hari sekali.
Hasil selalu bersama-sama dengan proses. Saat ini, dari 10 kalkun yang kami pelihara hanya tinggal 6 ekor yang masih hidup. 3 ekor mati lantaran kedinginan setelah hujan deras turun dan 1 ekor mati karena terinjak-injak akibat kakinya nyangkut di sela-sela kandang. Ini juga tambahan pembelajaran, bahwa sebaiknya gunakan kandang dengan alas yang cukup rapat, usahakan kandang terlindung dari hujan, dan yang terakhir, setelah usia 4 minggu, sebaiknya dalam satu kandang hanya ada 1 pejantan untuk menghindari antar pejantan berkelahi.
Mungkin baru sedikit yang kami tahu tentang kalkun, tapi insya Allah, kami akan terus  belajar dari pengalaman dan ssumber-sumber lain karena buku budidaya kalkun sangatlah jarang.

Clumsy

0 komentar

Lama ga ngeblog, eh sekali ngeblog cuma nulis satu kata dan satu emot doang, haha. Mungkin dia sedang kurang bersemangat untuk blogging. Wajar ko. Bisa jadi kesibukan lain lebih menyita waktu dan perhatian temanku yang satu itu.
Bisa jadi karena cukup lama ga ngeblog jadi bgg mau nulis yang mana saking banyaknya ide.
Yap! percakapan lewat telpon juga sepertinya sama.
Lama ga berbincang-bincang dengan orang yang kamu sayang, pasti jadi sedikit bingung mau mulai dari mana. Alhasil cuma 1-2 menit dan obrolan selesai. Belum lagi pas udah mulai bisa lancar dan dapat topik dan alur yang enak tiba-tiba dia ijin karena panggilan tugas. Hmm Kangennya tuh disinii :D.
Pada akhirnya baik berbicara maupun menulis, jika sudah mendapatkan titik masuk nya...keduanya mudah untuk diteruskan.

#Pendapatku sih.:)

Farewell 21

0 komentar

Sejak SMA aku menyukai angka 21. Entahlah. Mungkin karena saat itu aku bernomor urut 21 atau karena saat itu sedang booming eyeshield 21, aku lupa kronologinya. Terlepas dari apa penyebab pastinya, saat ini aku harus mengucapkan selamat tinggal pada angka kesukaanku itu. Yap, 21ku telah lewat dan sekarang 22 menyambutku. Hmm farewell party 21 ku adalah dengan cara memberikan sesuatu yang tengah dibutuhkan oleh orang yang ku sayangi. Alhamdulillah, ada sedikit rezeki untuk membelikan layar monitor untuk adik agar PC di rumah bisa kembali digunakan. Insya Allah, rezekinya halalan toyyiban hehe. Semoga itu bisa bermanfaat de.
Meskipun keinginanku agar ada seorang sahabat yang mau menuliskan beberapa lembar paragraf tentangku belum kesampaian sampai saat ini, tak masalah bagiku. Kenyataannya menulis tentang seseorang itu memang tidak mudah.

Surat fiksi

0 komentar



 Bukit Seberang Unnes, 1 November 2014
Dua puluh dua tahun yang lalu.
Seorang wanita tengah berjuang keras di pembaringan. Keringat dengan jelas menetes deras di dahi yang dipegang dan diusap dengan lembut oleh seorang lelaki,suaminya. Ya, saat itu, jelas wanita itu merasakan sakit yang luar biasa. Sakit yang hanya bisa dirasakan oleh kaum hawa saja, sementara kaum Adam hanya menerka dan menduga seberapa sakitkah rasa itu. Ditengah rasa sakitnya, jauh di dalam hati wanita itu, dia terus berdoa agar ia mampu menahan rasa sakit itu. Semua, demi melahirkan janin yang sudah 9 bulan berada di dalam rahimnya.
Wanita itu tersenyum dengan manis sekali. Diredamnya rasa sakit yang masih jelas nampak diantara senyumnya. Ya, melihat wajah sang bayi yang baru lahir, rasanya sudah cukup untuk menutup rasa sakit yang ia terima. Tangis yang semula berasal dari rasa sakit itupun kini berubah menjadi tangis penuh bahagia. Sang wanita dan suaminya benar-benar merasa lega. Anak mereka telah lahir kedunia dengan selamat.
Ya, mungkin itu sedikit gambaran saat kamu dilahirkan dua puluh dua tahun yang lalu. Kau tentu saja tidak ingat semua peristiwa itu. Namun kehadiranmu di dunia ini adalah bukti bahwa wanita itu, yang biasa kau panggil Mama, pernah, mempertaruhkan seluruh jiwa dan raganya untuk menahan rasa sakit dan melahirkanmu ke dunia. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Dua puluh dua tahun genap sudah usiamu saat ini. Kamu pasti sudah merasa ada perbedaan pada dirimu. Secara fisik, engkau sudah matang dan sudah melewati masa remaja. Semua tanda-tanda kematangan itu tentu bisa engkau lihat dengan mudah saat engkau berkaca. Jakun yang mulai membesar, rambut yang mulai tumbuh dibeberapa bagian tubuhmu dan perubahan lain yang pasti kamu lebih tahu. Secara emosi kau juga mulai berubah. Kau tidak lagi se grusa grusu dahulu, setidaknya kau mulai memikirkan dengan matang setiap hal yang akan dilakukan. Apa resiko jika tidak berbuat dan apa resiko jika diperbuat. Termasuk saat engkau mulai menaruh rasa itu kepada wanita yang kamu dekati. Kau mulai serius dengan urusan itu, tidak lagi bermain-main seperti dulu.
Banyak hal yang masih sampai saat ini aku masih belum tahu tentangmu. Kamu pasti tahu bahwa aku memang seperti itu. Aku tidak berusaha mengorek dan mencari tahu dengan detail perihal seseorang, kecuali mereka ingin menceritakannya sendiri, atau aku benar-benar penasaran padanya. Tentunya itupun dengan caraku, hanya mencukil sedikit dan membiarkan seseorang yang akan menceritakan semuanya sendiri. Pengetahuanku akan orang-orang, termasuk dirimu ya masih tergolong sewajarnya, meskipun aku juga mengetahui beberapa hal pribadi tentangmu.
Dua puluh dua tahun, usia kita sama di bulan ini. Hari lahirku dan hari lahirmu hanya terpaut dua pekan. Waktu yang tidak terlalu lama bagi kita (mungkin). Tapi bagi Ibuku? Hmm…coba dibayangkan saja sendiri. Mungkin saat itu, entah mana pernyataan yang cukup sesuai, aku yang saat itu terlalu senang dengan lingkungan di Rahim Ibuku sehingga aku lebih memilih tinggal di sana lebih lama, ataukah kamu yang terlalu bersemangat dan segera keluar dari Rahim Ibumu? J
Dua puluh dua tahun sudah usia kita di bulan ini. Siapa sangka kita dulu pernah bertemu, jauh sebelum kita kenal di sekolah SMA? Lucu memang jika mengingat ternyata kamu pernah mengikuti lomba yang sama denganku. Saat itu, aku pulang dengan tangan hampa dan kamu pulang dengan sebuah piala bertuliskan juara tiga. Oh, ya ada pula sahabat kita yang lain. Iya, yang juara 1, kamu pasti ingat bukan dengan dia? Dia yang kini kepalanya di cukur ala tentara, dia yang jurusan kimia dan pernah jadi ketua hima. Iya, dia, siapa lagi? hehe.
Aku tidak ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadamu. Aku percaya, hanya mengirimkan sms berisi  “ Rono ndang ndonga,,,tak amini ko kene” saja sudah cukup menggambarkan bahwa pada hari ulangtahunmu ini aku masih ingat dan masih peduli. Ya, aku mengamini doa-doamu dari sini, dari tempatku berada, semua doa-doamu yang kamu panjatkan padaNya, terutama di hari ini.
Hmm..di jatah usia yang sudah berkurang 22 tahun dan bilangan angka yang bertambah menjadi 22, aku berharap kamu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ini dan hari-hari sebelumnya. Semoga pula persahabatan yang kita miliki tidak mendapat halangan sehingga bisa berjalan seterusnya. Well, perihal apa yang aku bicarakan denganmu tempo hari dikamarku aku harap itu tetap menjadi rahasia. Cukup tiga pihak yang tahu apa yang aku certitakan malam itu, hanya aku kamu dan Tuhan yang tahu (hahahaha apaan coba).
Aku juga berharap kamu bisa segera mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sering membuat kamu bingung. Siapa? Dimana? Kapan? Mengapa? Bagaimana? Tenang kawan, ingat kata-kata dari teman kita yang lain. Dia selalu mengatakan, semua akan indah pada waktunya. Yap, seperti itu juga kan yang kamu pelajarri dijurusanmu? Buah akan masak pada waktunya. Butuh etilen untuk proses pemasakan buah dan etilen tentu saja bereaksi dengan memerlukan waktu. Seperti itu juga hidup ini cuy. Waktu akan menghadapkan kita pada proses-proses yang akan membuat kita semakin matang. Semakin dewasa, dan bertambah kearah baik, tentu jika diri kita menyesuaikan dengan kondisi yang seharusnya.
Duapuluh dua tahun. Yah, lumayan banyak juga yah yang aku tulis. Semoga ini juga menjadi refleksi buatku.
Well, thanks for all. Happy birthday bro!


Mati lampu

0 komentar

Sejak bada maghrib tadi, kawasan unnes dan sekitarnya mengalami mati listrik. Beberapa sumber mengatakan bahwa peyebab gangguan adalah kerusakan komponen pada salah satu jaringan di gardu Ungaran. Praktis tidak hanya kawasan unnes saja yang mengalami pemutusan aliran listrik sementara melainkan hal serupa juga terjadi di beberapa kota seperti kudus, magelang, jogja dan beberpa kota di daerah pantura.
Saat mati lampu tadi, banyak orang yang mencari-cari lilin dan korek. Lilin dan warung mendadak mengalami kenaikan permintaan dua barang tadi. Ada pula beberapa orang yang cuek saja dengan keadaan gelap. Diantara yang cuek itu, malah megambil gitar dan memainkan beberaapa buah lagu. Tentu saja mereka tidak usah mengeluarkan suara terlalu keras, karena suara mereka menggema. maklum, TV, radio, mp3 yang biasa memutar musik dan suara lain mati karena tidak ada listrik.
Aku sendiri lebih memilih merebahkan diri di kasur. Menerawang dalam gelap sambil berharap hujan turun dengan segera. Bukan apa-apa, menurutku, mati lampu lalu ditambah hujan deras itu sesuatu yang sangat nikmat. Biasanya saat seperti itu, aku berkumpu bersama keluarga di ruang tengah/tamu di rumahku. Sembari bercengkrama, kami tetap melakukan aktivitas menyiapkan bungkusan sembako yang akan dijual keesokan harinya. Tentu saja tidak dalam kondisi sepenuhnya gelap, melainkan diterangi oleh lilin ataupun ceplik.
Mati lampu juga mengingatkanku pada beliau, nenekku. Aku sempat menuliskan beliau tempo hari.
Beliau, yang biasa aku panggil Made (akronim dari Mama Gede atau nenek) memiliki nama lengkap Kaswiyah. Setiap aku pulang, beliaulah yang seringkali ribut mencariku, lalu menanyai bagaimana kuliahku, apakah sudah ujian, kapan lulus, kapankah aku akan berangkat kembali, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Pertanyaan yang sebenarnya normal, namun karena diulang-ulang kadang bosen juga x-x. Mungkin itu memang tanda sayang beliau pada cucunya, aku.
Made merupakan salah satu wanita inspiratif menurut versiku. Meskipun beliau tuna netra, beliau juga memiliki beberapa prestasi yang membanggkan. Satu diantara prestasi itu adalah penghafal alquran terbaik diantara penyandang tunanetra di kabupaten Brebes. Aku pernah melihat sertifikat itu, meskipun sayang sekali sekarang sudah termakan rayap. Kata uwak dan mama, dahulu made masih bisa melihat, namun karena suatu hal lambat laun penglihatannya mengalami kemunduran dan menjadi seperti sekarang ini.
Gelap pada akhirnya mengundang kantuk. mata perlahan menjadi semakin berat, dan kau tahu kan apa yang terjadi selanjutnya?
Huahmmm....bantal dan kasur memanggil untuk ditemani.

Sannin

0 komentar

Aku masih kikuk saja mengingat apa yang aku ucap sendiri
Ternyata memang beda rasanya saat memberi nasihat pada orang biasa dengan seseorang yang sudah kamu anggap saudara
Ada penekanan di sana
Bukan hanya di lidah saja
Dibagian tubuh yang tidak terlihatpun begitu

Memberi saran atau nasihat memang tidak mudah
Bukan masalah pada apa yang kita sampaikan pada orang yang meminta
Tapi lebih pada hal apakah kita juga bisa melakukan yang telah kita sarankan?

Dan malam itu hanya tiga hal yang bisa aku sarankan padamu bro!
Pada obrolan menjemput malam
Obrolan yang nyaris sama
Tiga tahunan lalu
Oleh tiga orang dibangku panjang
Di beranda kos berlantai tiga

0 komentar

Sawahku meranggas kembali
Lama tirta tak menyentuh pertiwi
Yang ada halimun menyelimuti
Membuat sesak udara sedari pagi
Kata mereka ayo bermunajat
Lewat doa lewat sholat
Meminta hujan kepada Tuhan
Ayo bersama beristisqo
Ayolah segera kita meminta
Agar segera pula dikabulkanNya
Agar pertiwi tersnyum lagi
Dan Sri tegak di tanah petani

Tuhan Maha Romantis

0 komentar

Apa ya?
Aku ingin menulis coretan itu, tapi ini malah yang ku tulis.
Sebuah lirik lagu, dari sebuah judul novel.

TUHAN MAHA ROMANTIS

Kubertanya pada udara
Yang tak pernah pahami rasa
Rindu setengah mati
Mendera hatiku
Kubertanya pada bulan purnama
Yang tak pernah selalu ada
Seperti dirimu yang jauh dariku

Kini semua telah usai
Jarak telah luruh
Rindu telah kita sulam
Menjadi temu

Tuhanlah yang maha romantis
Tuliskan kisah fantastis
Pertemukan kita lalu
Bersemilah cinta

Tuhanlah yang maha.romantis
Tuliskan kisah fantastis
Menyatukan gambar kita
Dalam bingkai yang apa adanya

***
Awalnya direkomendasiin bukunya, iseng searching malah nemu lagunya.
**
Allah, maaf untuk pekan ini, aku terlalu sibuk dengan rasa ini.
Seharusnya aku memang ingat, seromantis2nya manusia
Lebih romantis engkau
Terimakasih atas rasa malu yang masih Kau beri

Memperbanyak Tunas Pada Pisang

0 komentar

Tumbuhan secara apik dan tertata akan menyuplai sari-sari makanan ke seluruh bagiannya melalui jaringan angkut. Tidak terkecuali dengan bagian tunas. Pada beberapa tumbuhan seperti pisang, tunas juga berfungsi sebagai salah satu cara perkembang biakan, vegetatif. Dengan cara ini perbanyakan tunas, maka kebutuhan akan bibit pisang dapat dipenuhi.
meski demikian, laju permintaan bibit pisang dengan tingkat kemampuan penyediaan tunas pisang seringkali tidak seimbang. Pertunasan alami yang dialami oleh pisang hanya akan menghasilkan 2-3 anakan dalam kurun waktu 2-3 Bulan. untuk itu, perlu dilakukan perlakuan khusus agar tunas yang dihasilkan oleh pisang bisa diperoleh dalam jumlah banyak dan waktu relatif singkat.

TEKNIK MEMATIKAN MERISTEM
Salah satu teknik atau perlakuan pada proses penyiapan tunas pisang sebagai bibit siap tanam adalah dengan cara mematikan meristem. Teknik ini diperkenalkan oleh salah satu peneliti dari balai pengkajian yteknologi pertanian (BPTP) malang, jawa Timur, Paulina Evy Prihardini MP. Evy memperkenalkan teknik mematikan meristem pada petani pisang di tiga desa di Jawa Timur yakni Srimulyo, Sukodono, dan Baturetno di kecamatan Dampit. Pisang yang dijadikan uji coba berupa pisang Kirana.  Tunas yang diperoleh dengan penreapan metode ini hanya memerlukan waktu antara 2-3 pekan atau lebih dari setengah dari waktu yang dibutuhkan untuk mem[eroleh anakan dengan cara menumbuhkan tunas secara alami. keunggulan lain dari teknik Evy adalah tunas yang dihasilkan dengan cara ini akan memiliki ukuran dan kualitas yang persis sama baik antara indukan dengan tunas anakan maupun sesama tunas anakan.

CARA MEMATIKAN MERSISTEM
Cara mematikan meristem yang dilakukan oleh Evy adalah dengan cara berikut :
1. Pilih tanaman pisang remaja berumur 6-7 bulan sebagai bahan perbanyakan.
2. Gali bagian akar tanaman, potong anak-anakan yang tumbuh di bonggol
3. bersihkan bonggol dari tanah, akar dan anakan
4. kupas pelepah pisang dengan mengiris di pangkal batang
5. potong sisa batang yang tinggal empulur
6. empulur batang dan bonggol batang disterilkan dengan air bersih
7. Rendam empulur batang dalam larutan fungisida untuk memastikan tanaman pisang bebas penyakit
8. matikan meristem pisang dengan cara mengiris dan melubangi empulur di tengah batang
9. lelehkan lilin di atas wajan
10. sambil menunggu lilin meleleh tanam bonggol hingga permukaan pisang
11. oles dan siramkan cairan lilin itu di lubang dan permukaan bonggol pisang
12. setelah 2 pekan, anakan sudah terbentuk dan dapat dipisahkan 1-1,5 bulan kemudian
13. Tanam bibit pisang dalam polibag berisi media tanam. Setelah berdaun 3 lembar anakan siap ditanam.


#sumber : Trubus edisi Oktober 2014

10 Dua pekan

0 komentar

Hidup bukan melulu bercerita dan menceritakan tentang manusia. Di dunia ini, manusia memang menjadi pemeran utama dari skenario yang telah diciptakan oleh sang maha kuasa. Skenario yang tertulis nun jauh di sana, di lauful mahfudz. Meski demikian, kitapun pasti setuju ada unsur lain selain manusia yang sama-sama tinggal dan ada di dunia ini. Hewan dan tumbuhan adalah dua contoh yang aku maksud.
Sedikit bercerita tentang hewan kawan. Boleh bukan?
--
Sudah dua minggu, kosku ramai oelh suara-suara baru.
Setiap menjelang subuh, "mereka" bersuara, membangunkan aku dan teman-teman kos. Kadang mendekati pukul dua dini hari. Kadang juga pas tengah malam. Sedikit mengganggu awalnya tapi pas suatu hari mereka tidak bersuara, bukan hanya aku yang merasa aneh dan janggal, adik2 kos dan bahkan mbah kos juga merasakan hal yang sama. Aneh. Sepi.
Rupanya hari itu udara cukup dingin kawan. Aku saaat itu bahkan terpaksa menggunakan pakaian hangat ekstra (baca:sarung) untuk menghangatkan tubuh yang saat itu kedinginan. 
Kau tahu apa yang "mereka" lakukan?
Mereka bersepuluh, diam dan meringkuk dibawah lampu bohlam 5watt yang aku berikan di atas kandang mereka. Mereka mencari kehangatan juga rupanya.
lalu siapa kesepuluh mereka itu?
hmm.. mungkin ini sedikit aneh atau mungkin sudah biasa bagi kalian. 10 yang aku maksud disini adalah anak-anak kalkun yang aku jemput langsung bersama temanku Bram dipeternakan tempat mereka ditetaskan, di daerah Bantul DIY.
Kalkun?
Iya, kalkun. Salah satu unggas dengan ukuran badan yang cukup besar dan berasal dari ordo yang sama dengan ayam biasa yang kita kenal (baca:ayam), ordo galliformes.
Perbedaan yang sangat terlihat selain pada ukuran tubuh antara kalkun dan ayam adalah pada bentuk pial yang dimiliki oleh keduanya. Ayam hanya memiliki pial yang tumbuh wajar, panjangnya jarang hingga menutupi paruh miliknya Sedangkan pada kalkun, pial yang dimiliki dapat tumbuh hingga menjuntai dan menutupi paruh miliknya. Perbedaan yang mencolok berikutnya adalah pada suara yang mereka keluarkan. Hmmm bagaimana ya menggambarkan suara ayam dan kalkun lewat tulisan? -.-a
Untuk urusan makanan, ayam kalkun sama saja dengan ayam pada umumnya. Selama dua pekan ini, pakan yang aku berikan adalah campuran antara bekatul dan fur ayam yang diberi sedikit air. Sesekali aku berikan juga hijauan pada mereka berupa potongan daun bayam. Jangan heran jika sstok pakan kalian cepat habis, karena nafsu makan kalkukn tergolong cukup tinggi. Tenang, justru hal seperti itu menandakan ayam kalkun termasuk sehat.
Oh ya, untungnya, kosku memiliki halaman belakang yang cukup luas, sehingga saat pagi-petang aku biarkan 10 kalkun kecilku berkeliaran. Selain agar otot-otot mereka terlatih, sinar matahari yang mereka terima juga akan lebih banyak dan ini berguna bagi pembentukan tulang mereka. Perpaduan vitamin dari bekatul dan sinar matahari, Insya Allah menjadikan mereka sehat dan tidak mudah sakit meskipun tidak diberikan tambahan vitamin seperti ayam. (padune ngirit biaya perawatan --a).
Kalkun bisa tumbuh hingga mencapai bobot lebih dari 9 kg. Berapa kali dari ayam potong?
Usia kalkun bisa mencapai lebih dari 15 tahun. 
Meskipun daging kalkun memiliki protein yang lebih tinggi dari daging ayam dan katanya memiliki cita rasa yang uenak, aku masih mikir-mikir jika (nantinya) disuruh menyembelih mereka. Rasanya mungkin tidak tega untuk menyembelih mereka langsung, :).
Well apapun nanti yang akan terjadi, saat ini biarkan mereka tumbuh, berkembang dan terbang (baca:melompat).
Biarkan dulu seperti itu.
Menjadi alternatif hiburan dan pengisi hari dikosan. :D

Kode

0 komentar

Siang kemarin, sebuah sms masuk ke HP ku. Dari mba Fitri, salah satu laboran di Lab Biologi. Dia berkata bahwa aku dicari oleh dosen pembimbingku, yang sekaligus kepala lab dan dosen fisiologi tumbuhan. Besok (tadi siang), aku diminta untuk segera menemuinya. Katanya juga, nomerku tidak disave oleh dosen pembimbingku. Cukup aneh, mengingat aku cukup sering berkirim pesan dengan Beliau. Ya sudahlah.
Aku menduga-duga alasan kenapa aku dicari.
Tentang skripsiku kah? 
Walaupun kemungkinan itu sedikit, karena bukan tipe beliau untuk mencari mahasiswa bimbingannya (biasanya aku dan kawan2 yang mencari hehe), aku mencoba untuk berbaik sangka. Siapa tahu memang demikian, bukankah itu hal bagus? Walaupun revisianku sampai sekarang juga masih belum selesai.
Sembari menduga kemungkinan itu benar terjadi aku juga mencari-cari alasan lain.
Aku bertanya pada temanku sesama anak biologi yang kebetulan ikut juga dalam kepanitian Plpg.
Menurutnya, kemungkinan aku dicari dan diminta untuk segera bertemu Beliau adalah tentang akan dimintanya aku untuk menjadi asisten praktikum mata kuliah fisiologi Tumbuhan. Aku pikir, ada benarnya juga.
Pagi tadi aku izin kepada ketua gugus plpg untuk bisa menemui dosenku itu.
Pukul delapan lebih sepuluh menit aku sampai di kampus. Beliau masih belum hadir (atau mungkin masih mengajar?). Aku menunggu di jurusan. Menunggu lebih dari setengah jam akhirnya aku pergi ke lab. Masih juga belum ada tanda-tanda kemunculan Beliau, aku lalu pergi ke perpustakaan, menyibukkan diri dengan membaca majalah bulanan Trubus. Ada artikel lagi tentang bawang merah disana.
Baru membaca beberapa menit, aku mendapat sms dari teman-teman di jurusan bahwa dosenku baru datang di jurusan. Aku berniat untuk menghampiri beliau. Tapi di tengah jalan, kaka kelas yang sama-sama akan bertemu Beliau memberitahu bahwa beliau akan ke lab. Balik lagi ke lab.
Ya, dan akhirnya yang ditunggu datang juga. Langsung saling sapa. Setelah itu, menunggu lagi sekitar lima belas menit. 
"Mam, sorry ternyata bener mam kamu diminta ngasistenin, hehe", ucap mba Fitri yang tiba-tiba datang membawa jas lab merah. Jas lab khusus Fisiologi Tumbuhan.
Yah, dugaan positifku meleset hehe.
kau tahu? aku masih belum memepelajari lagi materi praktikum untuk hari itu, sedikit ingat dan lupa banyak .
Well, show must go on!
Alhamdulillah, praktikum berjalan dengan cukup lancar.
Ada sedikit kesalahan dimana regu piket ternyata salah dalam mempersiapkan larutan sehingga harus membuat larutan 3 kali untuk larutan glukosa dengan 12 macam konsentrasi. Di sisi lain, bahan praktikum  yakni kentang juga belum dibawa. Alhasil, preparasi molor sampai 45 menit. dan Praktikum yang dimulai dari jam 10 baru selesai jam setengah lima sore. Tujuh jam yang seru di lab Fistum.
Disela-sela praktikum, Bu Dosen menanyakan skripsiku.
Sudah sampai mana? Sudah turun lapangan kan ?
Ko si A belum maju-maju lagi ?
Sebenarnya ada satu lagi pertanyaan yang aku tunggu.
Kamu mau sidang kapan?
haha
 --
Benar kata temanku, hidup sekarang banyak dipenuhi dengan kode atau ada juga yang menyebutnya dengan pragmatis. SMS dosen yang tetiba mencariku itu contoh kode, pertanyaan-pertanyaan beliau itu juga kode. Termasuk juga pertanyaan yang aku inginkan itu. Contoh lain, kalian mungkin lebih tahu daripada aku. hehe
Meski begitu, tidak semua ucapan baik secara lisan maupun tulisan adalah sebuah kode. Kadangkala memang hanya ingin mengucapkan atau menuliskan sesuatu tanpa maksud tersirat.

September 10 hari

0 komentar

Agustus. Apa yang kamu lakukan di bulan kemarin ? Apakah kamu isi dengan hal positif ? Semoga saja demikian.

Begitu cepat waktu berlalu. Sedetikpun ia tidak mau berhenti untuk menunggu. Kata temanku,  
Time is always flowing, when you stop, it can't wait you, so keep moving! 
Begitulah, bulan Agustus yang meriah telah berlalu. Menyisakan semangat perjuangan untuk melanjutkan melatih diri untuk terus berkembang dan mencintai tanah air, sekaligus menjaga Iman agar ia tetap tumbuh seperti saat Ramadhan kemarin.

September.
Dari dua pilihan tawaran yang masuk pada akhir Agustus, akhirnya aku pilih satu tawaran dari teman dekatku I. Dua tawaran yang sama-sama menarik. Keduanya menawarkan pengalaman yang unik. Satu menawarkan interaksi dengan murid dan guru di mantan sekolah RSBI selama 7 hari, dan yang lain menawarkan pengalaman berinteraksi dengan guru-guru dari berbagai daerah di pelatihan PLPG selama 10 hari.
Aku memutuskan untuk memilih pilihan kedua.
Memang, pengalaman mengajar di sekolah RSBI nantinya akan menjadi bekal tersendiri manakala aku (akan) mengajar di sekolah. Namun dari pengalaman yang ada, 7 hari menggantikan pengganti guru adalah waktu yang cukup sedikit. Waktu dimana antara guru (pengganti) dan murid baru sama-sama mencoba untuk beradaptasi. Tujuh hari sama dengan satu minggu, satu minggu sama dengan 2 kali tatap muka (3JP).
Ditambah dengan dukungan dari Ibu dan dia, aku lebih mantap untuk berangkat ke Semarang.
Membantu penyelenggaraan pelatiha PLPG yang masih tersisa 2 hari lagi.

Ah

0 komentar

Ah desainnya kurang menarik.
Kurang greget.
Kuisnya kurang menantang.
Masih terlalu biasa.
Kenapa hanya untuk OS itu saja?
Kenapa susah dipasang?
Kenapa ini begini?
Kenapa ini begitu?
Aaah...
Pertanyaan dan pernyataan terus masuk bergantian dari mereka
Terimakasih
Masukan2nya saya tampung dulu ya
Betul. saya tahu masih banyak yang kurang dari apa yang saya sajikan
Tidak sedikit memang، alias banyak
Iya...saya memang sedikit ngeyel dg yang sudah ada
Tapi itu sedikt wajar bukan?
Apanya?
Ya itu, wajar jika suatu barang yang dibuat harus mengalami perubahan baik ditambah atau dikurangi agar menjadi lebih baik
Wajar juga jika pembuat punya pendapatnya sendiri
Terlepas dari bagaimana purwarupa yang ada
Saya patut berterimakasih pada Anda semua
Karena telah sudi melihat dan menggunakannya walau hanya sekali
Insya Allah akan diprbaiki seperti yang diharpkan --> menjadi lebih baik

Bunga dan Hujan

0 komentar

Boleh dibilang, aku tidak sepenuhnya suka tanaman. Menyukainya, masih dalam taraf wajar. Belum segila (saat) aku menyukai hal membaca komik dan melihat anime. Pun dengan menulis , baik di dunia maya maupun dunia nyata. Namun demikian, rasanya marah dan jengkel juga ketika tanaman-tanaman yang aku tanam dalam pot dan diletakkan di depan teras rumah mati. Sebab matinya memang beragam, tapi yang membuatku jengkel dan kesal tentu saja ulah jahil dari tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Mungkin, alasan selain karena aku yang menanamnya adalah karena tidak sedikit biaya yang aku dan adikku (Dani) keluarkan untuk membeli bibit tanaman yang  aku dan dia tanam.
Sebagai contoh adalah bibit pucuk merah (Syzigium oleina ). Tanaman ini, kami beli dengan harga yang cukup mahal, sekitar 45 ribu. Angka yang memang tidak seberapa bagi penghobi tanaman. Tapi bagi kami yang masih menyukai tanaman dalam taraf wajar (dan sedang belajar untuk lebih), angka ini sudah cukup besar. Tanaman ini hanya hidup selama kurang lebih 3 bulan di teras rumah. Penyebab kematian karena beberapa tangan secara usil memetik daun yang ada.
Hal yang tidak kalah menyebalkan dialami oleh tanaman yang entah aku juga lupa namanya. Sejenis rumput-rumputan dengan dua warna hijau tua dan hijau muda. Baru satu hari tanaman ini kami letakkan di teras, ayam tetangga datang dan mematuk separuh dari jumlah daun di tanaman itu. keesokkan harinya ulah tangan jahil kembali muncul. Sisa daun yang ada digunting habis. Hmm
Hujan di sore tadi, meski sebentar, menjadi rezeki bagi penghuni baru di teras rumah yakni 1 pot Canna Hybrida  dan 1 pot tanaman yang masih belum aku tahu namanya (sejenis rumput dengan gradasi hijau muda dan tua).
Semoga kehadiran mereka dapat awet dan tumbuuh subur, menemani ke enam pot lain yang ada di teras rumah.


_kisah sore
-sedikit tentang tanaman di teras rumah
-Tak apa kan?

Seujung Kuku

0 komentar

Sonten wau, kulo rumaos seneng sanget.
Leres, salah satunggal alasan nggih meniko, ningali perlombaan kangge mringati agustusan teng ngajeng griya. Nanging alasan utami kulo rumaos ngoten nggih menika sumringahipun panjenengan.
Sumringahe njenengan sonten wau adem sanget sajroning manah
Sami kalih guyu saking panjenengan

Nopo njenengan ngertos?
Wau, pas kulo meluk njenengan saking wingking
Menawi saged, mboten kepengin kulo lepas
Penginku nggih ben mawon

Kulo wedi
Sanget wedine
Pas nde bada isya sak meniko
Njenengan ndukani kulo lan tiang kalih wonten griya
Kulo kaget
Kulo mboten saged njawab
Satunggale kalimat kang kulo ucap niku
Pripun...?

Nopo nggih mboten kaget
Nopo nggih mboten wedi
Lah njenengan duko kalian ngucap ajeng ngunjuk tablet analgesik sak strip
Astaghfirullah...

Njenengan saweg khilaf, nggih kulo percy
Njenengan saweg katah masalah, nggih kulo prcy
Ning nopo arti percy niku ?
Menawi kulo mboten saged rumaos
Menawi kulo mboten saged Peka



pEka
kulo sakniki taksih dereng saged dados pribadi ingkang peka
sanes kalih njenengan
kulo lan tiang teng griya nten nopo-nopo
njenengan langsung ngertos, langsung tanggap
Kulo sanes
nggih kulo dereng saged peka
dinten niki mawon, salah satunggal rencang kulo sanjang
kulo mboten peka
Niku mpun nomer sekawan saking  rencang caket kulo kang sanjang mekaten
berarti nggih posisi kulo (cekap) parah
peka kulo taksih kedah dilatih
taksih kedah ditambah malih
ne sakniki
peka kulo dibanding njenengan paling-paling sak ujung kuku
nggih toh?

Apa kabar

0 komentar

2 kata ini sering kita ucapkan pada orang lain. Terlbh pada mereka yang jarang kita temui.
Tapi pernahkah kita mennyakan pertanyaan dg dua kata itu pada diri kita?
Apa kabar diriku?
Apa kabar hatiku?
Apa kabar semangatku?
Apa kabar imanku?
Kita memang harus menghargai org lain. Tp terlebih dahulu hargailah diri kita
Karena buat apa kita menghargai sangat tinggi orang lain, tp kita anggap remeh diri kita sendiri?
Buat apa pula memaksa agar orang lain menerima diri kita jika kita tidak menerima diri kita sendiri?
Kita diciptakan berbeda, berbangsa-bangsa, bersuku-suku, agar kita saling mengenal bukan?


#
Maaf hati, maaf semangat, maaf iman
Terkadang kalian aku acuhkan

Nasib duhur dan ashar

0 komentar

Malu. Malu sejadi jadinya saat melihat bangunan itu. Bangunan yang ada dan berjarak hanya sekitar empat rumah dari ku. Bangunan itu biasa aku sebut langgar. Pun orang-orang di sekitar rumahku menyebutnya demikian.
Jika langgar/musola dan masjid masjid lain adzan dan iqomah penuh 5x dalam sehari, maka tidak demikian dengan langgar di samping rumahku itu.
Seringkali (dan memang lebih seringnya) langgar itu hanya adzan sejumlah orang minum obat, 3x sehari. Subuh, magrib, dan isya.
Lalu kemanakah dhuhur dan ashar? Kenapa hak mereka tidak terpenuhi?
Saat waktu dhuhur, warga di sekitar rumahku, yang ada di tengah komplek pasar, masih sibuk dengan jualannya. Masih sibuk melayani pembeli atau paling cepat, tengah menutup jualan mereka.
Lalu ashar? Ashar kebanyakan dari kami masih berkutat dengan lahan garapan. Baik itu lahan pertanian maupun pekarangan.
Bukan, bukan berarti lingkungan ku tidak melaksanakan sholat. Aku percaya semua tetap melakukan sholat walaupun di rumah masing- masing.
Hanya saja, malu itu kian menumpuk kawan.
Selama aku tumbuh dan besar di sini adzan duhur dan ashar masih jarang terdengar.
Iya,kadng2 aku adzan.
Iya, ga setiap hari memang.
Itulah, kenapa aku malu. Sebagai orang yg tau sedikit ttg agama, aku hanya sesekali adzan d sana. Itu pun hanya bisa mengundang segelintir orang untuk datang dan sholat berjamaah.
Ah, apa aku terlalu berkhayal?
Bahwa adzan dhuhur dan ashar akan bisa rutin terdenngar?

Dingin

0 komentar

Dingin bulan agustus
Membuatku ingin kembali meringkuk
Memeluk guling
Menarik kain sarung yang kulapis dua

Dingin bulan agustus
Mengingatkan pada hangat malam keakraban
Duduk melingkari api unggun
Melihat penampilan dr para kawan
Di malam puncak kegiatan pramuka

Dingin bulan agustus
Membawaku mengingat serunya melihat pertandingan timnas tahun lalu
Melihatnya melalui layar tancep darurat di sebuah bumi perkemahan di muntilan

Dingin bulan agustus
Selalu berkesan
Dengan nama-nama baru.
Selalu?
Dengan tahun ini juga? Siapa tahu

Wisuda?

0 komentar

Wisuda. Acara akhir yang dilakukan untuk menandakan bahwa seseorang telah menyelesaikan masa belajarnya di suatu instansi. Bisa sekolah maupun universitas.
Belakangan teman2 angkatan yang sepantaran denganku melakukan proses wisuda. Mulai dari teman sd, smp, sma dan kuliah.
Pengin sih. Kalau bisa malah secepatnya, hehe.
Tapi semua memang ada waktunya, ada proses yg harus dilewati. Apapun, meski itu membuat barang instan seperti mie instan.
--
Pagi ini mendung.
Pergi mengambil data lagi. Dan kali ini dikira mau berangkat wisuda, oleh kaka sepupu. Gara2 jas hitam setelan hitam putih dan dasi hitam yg ku pakai,mungkin.
--
Catatan kecil sambil menunggu wakakurikulum smanda brebes. Di lobi sekolah. Bukan tempat yang kau janjikan. Aku juga tak malu pada semut merah. :D
--
Preparenov
Road to graduation
Road to you :)

Agustus

0 komentar

Agustus,
2 malam dr kmrin bulan terlihat bagus.
Pagi hari ini diawali hujan, pun sore mnjlang malm hujan dtg menutup hari.
Bagian otak knn dan kiri sedikit berderit, lm tak terpakai. Senutsenut...
Besok lanjut lagi mencari data.
Jika bu dosen berkenan dan Engkau meridoi, Serial ini ingin segera kuhiatuskan..benar..segera!

#prepare_nov

Determinasi seks pada manusia-Mungkinkah laki-laki akan punah?

0 komentar

Masih ingat tanda-tanda hari akhir ? Salah satu yang paling diingat kemungkinan bahwa jumlah laki-laki dan perempuan akan mengalami perbandingan yang sangat besar. Bisa mencapai perbandingan laki-laki dan perempuan 1:50 . Berikut ini sedikit ulasan mengenai hal itu dari sisi genetika. Semoga bermanfaat

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak. Untuk melakukan perkembangbiakan, umumnya diperlukan dua individu dimana satu individu berperan sebagai pejantan dan satu yang lain berperan sebagai betina. Hal ini terlihat dengan jelas terutama pada makhluk hidup tingkat tinggi, termasuk manusia. Kedua kelamin  yakni jantan dan betina ditentukan oleh suatu proses yang disebut determinasi seks.
Determinasi seks atau penentuan jenis kelamin dapat dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor lingkungan dan faktor genetik (Widianti et all 2012). Faktor lingkungan meliputi suhu, kelembapan udara, dan semua faktor lain yang berasal dari luar individu. Faktor kedua adalah faktor genetik, yakni faktor yang berasal dari dalam individu dan diturunkan dari induk kepada keturunannya.
Pada manusia, faktor genetik yang dimaksud adalah dua kromosom seks yang terdiri dari kromosom X dan kromosom Y. Seseorang akan memiliki jenis kelamin laki-laki manakala dia memiliki kromosom Y, atau dengan kata lain pada tubuhnya ditemukan satu kromosom X dan satu kromosom Y. Di sisi lain, seseorang akan memiliki jenis kelamin perempuan apabila dia tidak memiliki kromosom Y atau dengan kata lain hanya ditemukan dua kromosom X pada tubuhnya.
Dengan sepasang krosom seks, XX pada perempuan dan XY pada laki-laki, diketahui bahwa untuk setiap perkawinan kemungkinan terlahir anak laki-laki dan perempuan adalah sama, yakni masing-masing sebesar 50 % sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ini :
 

Gambar 1 Pola pewarisan kromosom seks pada manusia
Dengan kemungkinan yang sama, seharusnya jumlah anak laki-laki dan perempuan pada suatu tempat/daerah adalah sama atau nyaris sama. Pada fakta di lapangan, dewasa ini, akan lebih mudah ditemukan individu berjenis kelamin perempuan daripada individu berjenis kelamin laki-laki. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa perbandingan anak laki-laki dan perempuan mengalami perubahan yang signifikan pada generasi berbeda.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
a. Bagaimanakah perbandingan jumlah kelahiran anak laki-laki dan perempuan pada generasi yang berbeda ?
C. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah :
a. Mengetahui perbandingan jumlah kelahiran anak laki-laki dan perempuan pada generasi yang berbeda.
D. Manfaat
            Manfaat dari penelitian ini adalah :
a. Menambah pengetahuan dan pengalaman tentang penerapan ilmu genetika terutama pada materi determinasi seks melalui kegiatan membandingkan jumlah kelahiran laki-laki dan perempuan pada generrasi yang berbeda

   
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kromosom Seks
Penentuan jenis kelamin atau determinasi seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X dan Kromosom Y. Secara lebih lengkap dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kromosom X
Kromosom X pada manusia berbentuk metasentrik. 165-Mb kromosom X manusia mengandung sekitar 1500 gene, dimana banyak diantara gen tersebut memiliki fungsi yang berbeda pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Ujung kromosom X dan Y merupakan daerah pseudomonal regions (PAR) yaitu daerah rekombinasi selama meiosis dan mempunyai gen yang sama atau homolog. Daerah khusus Nonpseudosomal regions kromosom X (NPX) dan kromosom Y (MSY) bukan daerah rekombinasi satu sama lain, dan tidak mengandung gen dengan alel yang sama. Perbedaan jumlah gen dari NPX dan MSY berpengaruh terhadap munculnya perbedaan jenis kelamin antara organ XX dan XY (Mustofa 2009).
2.  Kromosom Y
Kromosom Y pada manusia yang menentukan apakah seseorang akan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Kromosom Y berbentuk akrosentrik. Perbedaan bentuk kromosom Y dan X menyebabkan ada bagian yang homolog dan bagian yang non homolog. Kromosom Y berukuran lebih kecil dari ukuran kromosom X. 60-Mb kromosom Y manusia hanya mengandung sekitar 50 gen fungsional yang menempel pada sekuens DNA yang berulang. Perbedaan kromosom X dan Y dapat dilihat pada gambar berikut :




Gambar 2 Perbedaan struktur dan kandungan informasi  genetik kromosom  X  dan Y
 


B. Deterrminasi seks manusia
Faktor Kromosom
Secara normal, perkembangan parental organ genital pada laki-laki dan permpuan berlangsung sangat kompleks. Jenis kelamin ditentukan oleh tiga faktor yakni kromosom, faktor gonad, dan faktor hormonal. Pada embrio manusia, gonad mulai berkembang menjadi tunas duktus mesonefrik pada minggu ke lima kehamilan. Migrasi sel primordia ke dalam gonadal ridges terjadi antara minggu ke 4 – 6 kehamilan. Pada minggu ke 6, gonad menjadi indifferens, bipotensial, dan bisa membentuk testis atau ovarium. Mereka terdiri atas sel germinal, epitel (granulosa/sel Sertoli), mesenkim (theca/sel Leydig) dan sistem mesonefrik. Duktus Müllerian dan Wolffian terdapat berdampingan. Adanya perbedaan seksual tersebut memerlukan arah yang diatur berbagai gen, dengan faktor penentu gen tunggal yang ada di kromosom Y, yaitu testes`determining faktor (TDF), yang diperlukan untuk diferensiasi testicular, pada minggu ke 6 - 7 kehamilan (Karkanaki et al., 2007).
Gen Sry yang terletak pada lengan terpendek kromosom Y, menyebabkan testis berkembang. Bagian tubulus seminiferus pada testis selanjutnya mengeluarkan MIH (Mullerian Inhibitor Hormon) yang mencegah perkembangan saluran mulleri ( tuba vallopi, uterus dan vagina atas). Testis juga mengeluarkan hormon testosteron yang memacu perkembangan struktur jantan di tempat lain termasuk di dalam otak. Testosteron, yang berubah menjadi 5-DHT karena pengaruh enzim 5-alfa reduktase dalam sitoplasma sel genitalia eksterna dan sinus urogenital, menyebabkan terjadinya diferensiasi gonad laki-laki. Diferinsiasi yang dimaksud, terjadi secara pada minggu 9-12 masa gestasi dan terbentuk sempurna sekitar minggu 12-14 masa gestasi.



BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian     
Penelitian dilakukan pada  pada tanggal 20 Mei-1 Juni 2014 di Desa Sadeng dan Sekaran Kec. Gunungpati Semarang.
B. Subjek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah warga desa Sadeng dan desa Sekaran Gunungpati. Penelitian dilakukan pada beberapa RT yang memiliki penduduk banyak.
C. Objek Penelitian
Objek yang akan dikaji pada penelitian ini adalah perbandingan jumlah kelahiran anak-laki-laki dan perempuan dari keluarga dengan KK berusia ≥ 60 tahun, dan KK berusia 40 tahun.
D. Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitaian deskriptif dengan mengambil sampel keluarga dengan KK berusia ≥60 tahun dan KK 40 tahun masing-masing sebanyak 35 keluarga. Keluarga yang digunakan sebagai sampel selain memiliki KK dengan kriteria yang telah disebutkan, juga harus memiliki keturunan minimal 3 orang. Semua keluarga yang berjumlah 70 keluarga diambil dari daerah sadeng dan Gunungpati Semarang. Variabel pada penelitian ini adalah jumlah anak laki-laki dan jumlah anak perempuan pada keluarga dengan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket dan observasi. Data selanjutnya dianalis dengan menggunakan analisis deskriptif persentase, dan kualitatif.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut:
1. Keluarga Dengan Usia Kepala Keluarga  ≥60 Tahun
NO
NAMA KK
Anak Laki-Laki
Anak Perempuan
1
Pak Saimo-Mukriyem
2
3
2
Pak Yato Wiyono-Katmi
2
2
3
Pak Trimo-Sarinem
4
-
4
Pak Randiyo-Parmi
4
3
5
Pak Manto-Miyem
2
4
6
TN 1
4
2
7
TN 2
6
1
8
TN 3
4
2
9
TN 4
4
1
10
TN 5
4
1
11
Pak Mulyanto-Sriyanti
3
1
12
PAK Ahmad Nur-Sriyuliana
2
1
13
Pak Mohadi-Rumanah
3
1
14
Pak Subardi-Naniek
2
1
15
Pak Syaefudin-Haniatun
3
3
16
TN 6
1
2
17
TN 7
4
1
18
TN 8
4
4
19
TN 9
6
2
20
TN 10
1
2
21
Pak Rohmat-Sutinem
1
5
22
Pak Kusno-Mukirah
3
3
23
Pak Madri-Waskinah
4
2
24
Pak Suyatno-Asih
5
1
25
Pak Hanggar-Wahyuningsih
2
1
26
Pak Soberi-Suminah
3
2
27
Pak Busro-Subiyah
3
3
28
Pak Sulaiman-Ami
3
3
29
Pak Daerobi-Umi Kulsum
2
4
30
Pak Asroni-Mudrikah
2
4
31
Sutikno
2
3
32
As’ad
2
1
33
Rukimin
3
-
34
Maskan
2
1
35
Juraemi
3
-
Total
105
67
           
2. Keluarga Dengan Usia Kepala Keluarga   40 tahun
NO
NAMA KK
Anak Laki-Laki
Anak Perempuan
1
Pak Suyetno-Karti
4
-
2
Pak Sugiyanto-Santi
2
1
3
Pak Samino-Kasinem
1
2
4
Pak Satimo-Narmi
2
2
5
Pak Pardi-Karni
1
2
6
TN 11
1
2
7
TN 12
1
3
8
TN 13
-
3
9
TN 14
2
2
10
TN 15
1
2
11
Pak Sudiran-widiastuti
3
1
12
Pak Sularto-Supiyati
-
2
13
Pak Ali Yudi-Kunarti
-
2
14
Pak Asnawi-Sri Suparti
-
2
15
Pak Abdul Royid-Sa’adatul
1
2
16
TN 16
3
1
17
TN 17
1
3
18
TN 18
2
1
19
TN 19
3
4
20
TN 20
5
5
21
Pak Wahyudin-Wahyuningsih
1
2
22
Pak Sutikno-Tri
1
2
23
Pak Selamet –Rukini
1
2
24
Pak Pasmo-Tukini
1
2
25
Pak Fajar-Nana
-
5
26
Pak Suyono-Ani
3
1
27
Pak Soim-Mona
1
3
28
Pak Saeri-Tarni
4
-
29
Pak Fadli-Harti
1
5
30
Pak Damoni- Mun
3
1
31
Sutikno
2
3
32
As’ad
2
1
33
Rukimin
3
-
34
Maskan
2
1
35
Juraemi
3
-
Total
56
73
*TN =  Tanpa Nama, hal ini karena human error berupa lupa mencatat nama KK


B. Analisis Data
1. Analisi kelahiran anak dengan kepala keluarga berusia ≥ 60 tahun
a. Jumlah kelahiran anak dengan KK ≥ 60 tahun  =  Jumlah anak laki-laki + Jumlah anak perempuan
                                                                         = 105 anak  + 67 anak
                                                                         = 172 anak
b. % kelahiran anak laki-laki =  x 100%
                                           =  x 100%
                                           = 61 %
c. % kelahiran anak perempuan =  x 100%
                                                 =  x 100%
                                                 = 39  %
d. Perbandingan antara kelahiran laki-laki : kelahiran perempuan =  61% : 39 %

2. Analisis kelahiran anak dengan kepala keluarga  berusia 40  tahun
a. Jumlah kelahiran anak dengan KK 40 tahun  =  Jumlah anak laki-laki + Jumlah anak perempuan
                                                                         = 56 anak  +  73 anak
                                                                         = 129 anak
b. % kelahiran anak laki-laki =  x 100%
                                           =  x 100%
                                           = 43,4  %
c. % kelahiran anak perempuan =  x 100%
                                                 =  x 100%
                                                 = 56,6  %
d. Perbandingan antara kelahiran laki-laki : kelahiran perempuan =  43,4% : 56,6 %


C. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa pada keturunan dengan kepala keluarga (KK) berusia ≥ 60 tahun, kelahiran anak laki-laki memiliki jumlah kelahiran lebih banyak daripada kelahiran anak perempuan. Dengan demikian, persentase kelahiran anak laki-laki juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan persentase kelahiran perempuan.
Di sisi lain, pada hasil analisis juga dapat diketahui bahwa pada keturunan dengan kepala keluarga (KK) berusia 40 tahun kelahiran anak laki-laki memiliki jumlah kelahiran lebih sedikit daripada kelahiran anak perempuan. Jadi, persentase kelahiran anak laki-laki juga lebih rendah jika dibandingkan dengan persentase kelahiran laki-laki.
Perbandingan antara kelahiran anak laki-laki pada keluarga dengan KK berusia ≥ 60 tahun  dengan KK berusia 40 tahun adalah 61% berbanding 43,4% dan 33% berbanding 56% untuk kelahiran anak perempuan. Terlihat pada jarak selama 20 tahun, angka kelahiran laki-laki baik dalam jumlah maupun persentase mengalami penurunan. Di sisi lain, angka kelahiran perempuan baik dari jumlah dan peresentase mengalami kenaikan signifikan.
Kondisi ini mengindikasikan adanya suatu evolusi, terutama pada kromosom Y yang menentukan seseorang akan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Graves (2002), menyatakan bahwa kromosom Y mengalami semacam evolusi dengan menghilangnya beberapa gen yang ada pada kromosom Y. Hal ini dibuktikan melalui penelitan Graves pada mole voles , sejenis rodentia atau hewan pengerat dari genus Ellobius.
Gen awal pada kromosom Y untuk genus Ellobius selain mengandung gen Sry juga mengandung Rbmy dan Ube 1y. Secara perlahan dan dalam waktu relatif singkat, Rbmy dan Ube 1y menghilang dan tidak lagi ditemukan pada kromosom Y. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 4  Proses hilangnya gen dari kromosom Y pada mole voles (genus Ellobius)
Pada genus ini, gen Sry ditemukan tiada pada dua spesies yakni E. lutescens yang masing-masing jenis kelamin memiliki XO, dan E. trancei yang masing-masing memiliki XX dengan salah satu X inactive pada salah satu jenis kelamin. Pada spesies ketiga yakni E. fuscopillus kedua jenis kelamin pada spesies ini masih memiliki XY dan XX secara sempurna. Meskipun demikian tidak terjadi kebingungan jenis kelamin, karena fungsi dari gen-gen pada Y digantikan oleh gen-gen lain yang ada pada X.
Grave (2002), menghitung secara sederhana tentang kromosom Y pada manusia. Jumlah gen pada kromosm Y yang telah hilang, dapat berasal dari sejumlah gen yang ada dan ditemukan pada kromosom Y lebih dari seratus ribu tahun yang lalu. Jadi, bagian yang non homolog antara Y dan X kemungkinan pada masa terdahulu merupakan bagian yang homolog.  Setidaknya terdapat 995 gen yang hilang sejak Y mulai berdiferentiasi sekitar 170-310 juta tahun yang lalu, atau 3-6 gen yang hilang untuk setiap tahun.
Kehilangan gen ini kemungkinan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah kelahiran anak laki-laki pada hasil penelitian di atas. Jika kondisi berkurangnya gen pada Y terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan kromosom Y pada manusia akan hilang dan menimbulkan ledakan jumlah populasi perempuan. Hal ini, lantaran hanya pada kromosom Y dapat ditemukan gen Sry. Gen Sry sendiri merupakan gen yang menyebabkan testis berkembang utnuk kemudian menghasilkan testosteron (Mustofa, 2002).  Kemungkinan lain apabila Y hilang adalah tergantikannya peran Sry dengan suatu gen sebagaimana terjadi pada Ellobius.


BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
1. Terjadi perbedaan antara jumlah kelahiran laki-laki dan perempuan pada generasi yang berbeda
B. Saran
1. Pengambilan data jumlah kelahiran anak laki-laki dan perempuan dilakukan tidak hanya untuk dua generasi saja, sebaiknya ditambah sehingga hasil yang didapat lebih terlihat
2. Pengambilan data disertai juga dengan data pendukung berupa data hasil observasi pada instansi pemerintahan seperti kantor kecamatan atau kelurahan



Daftar Pustaka
Graves, J.A.M. 2002. The Rise and fall of SRY. TRENDS in Genetics 18 (5) : 259-264
Karkanaki A, Prras N, Katsikis I, Kita M, Panidis D. 2007. Is the Y Chromosome all that s required for sex determination ?  Hippokratis 11(3): 120-123
Mustofa, Samsul. 2009. Peran Kromosom saeks Terhadap Perkembangan Otak. Majalah Kesehatan Pharma Medika 1 (2) : 54-60
Widianti, Tuti et all. 2012. Buku Ajar Genetika. Semarang : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang


 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers