Tokyo Tower : Antara Aku, Ibu dan Terkadang Ayah

Malam semakin larut dan dingin. 
Lembaran terakhir novel Jepang karya Lily Franky (terjemah Indonesia) yang berjudul  "Tokyo Tower : Antara Aku, Ibu dan Terkadang Ayah" akhirnya selesai kubaca.
Saat membaca novel ini, saya merasa merinding, dan sesekali tanpa sadar berkaca-kaca menahan haru.
Karya yang bagus menurutku. Dengan bahasa yang sederhana, Lili dapat menceritakan sebuah kisah yang bermakna. Pantas saja jika dinegara asalnya (jepang) novel ini telah terjual 2 juta copy (mungkin sekarang lebih).

Sama seperti judul yang diangkat, Novel ini menceritakan kehidupan sederhana diantara tokoh utama, ibu dan Ayahnya. Ma-kun merupakan anak tunggal (awalnya) yang sejak kecil lebih banyak menghabiskan waktunya bersama sang Ibu. Ayah Ma-kun, sangat jarang meluangkan waktu untuknya, sehingga tidak heran jika ingatan masa kecilnya lebih banyak diisi oleh ingatan tentang Ibu. Namun meski demikian, itu tidak sepenuhnya membenarkan bahwa Ayah Ma-kun tidak menyayanginya. Pada beberapa ingatan tentang beliau, kita akan terkesima dengan apa yang Ayah Ma-kun perbuat. Sebagai contoh dimana saat ma-kun merasa sulit saat menggambar kapal laut sehingga hanya membuat gambar kapal laut yang dilihat dari samping saja, dengan segera beliau membuatkan Ma-kun replika kapal laut, dengan warna putih sesuai keinginan Ma-kun. 

Ibu Ma-kun seperti Ibu pada umumnya. Beliau memiliki kasih sayang yang sangat besar kepadda anaknya (Mayasa). Setiap hari, bahkan setiap waktu, aku percaya bahwa Ibu-ibu diseluruh dunia mendoakan anaknya, sama seperti yang Ibu Ma-kun perbuat. Melalui tokoh Ibu, kita akan belajar banyak hal tentang kasih sayang seorang Ibu pada anaknya. Seorang Ibu, pasti akan rela meminimalkan belanja bajunya untuk membelikan baju sang anak, memberikan nutrisi terbaik untuk sang anak, embelanjakan uang tabungannya untuk pendidikan sang anak, dan hal-hal lain yang terkadang sulit diterima dengan akal.
Pernah, pada suatu kesempatan dari cerita seorang teman, saya mendengar bahwa Ibu siswa les yang ia ampu, memintanya untuk membuatkan sebuah contekan dan mengerjakan PR sang anak. Ini juga termasuk kedalam bentuk kasih sayang seorang Ibu, meskipun dalam bentuk dan cara yang salah!
Salah satu puisi kesukaan Ibu ma-kun tertulis dalam buku ini adalah
Ketika hidup, kau rela mati demi anakmu.
Ketika mati, kau ingin hidup untuk menjaga anakmu.

Ma-kun, merupakan tokoh utama yang menggambarkan seorang anak laki-laki pada umunya dan di jepang pada khususnya. Beberapa tingkah laku yang dilakukannya terkadang seolah menjadi cerminan tersendiri.
Ya, meskipun pada awalnya Ma-kun berada di jalan yang sedikit melenceng, pada akhirnya ia menjadi pemuda yang baik.
Berikut rincian novel ini :
Detail Buku:
Judul buku    :     TOKYO TOWER: Antara Aku, Ibu, dan Tekadang Ayahku
Pengarang    :     Lily Franky
Penerbit       :     Kansha Publishing
Terbit           :     Desember 2013
Genre          :     Fiksi
ISBN -         :     978-602-97196-6-6
Halaman      :      396 halaman
Ukuran buku    :     14 x 21 cm
 Buku ini saya beli seharga 64k di toko buku. Mungkin di tempatmu bisa berharga sama, kurang ataupun lebih mahal. Buku ini pas untuk dibaca mulai dari usia remaja-dewasa.
Sebagai cerita yang diangkat dari kisah nyata, Novel ini telah di angkat dalam serial TV dan juga film layar.
Untuk melihat trailer filmnya  klik link berikut :
Dan untuk melihat dan mendengar ost film ini kalian bisa klik link berikut :



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers