Memperbanyak Tunas Pada Pisang

Tumbuhan secara apik dan tertata akan menyuplai sari-sari makanan ke seluruh bagiannya melalui jaringan angkut. Tidak terkecuali dengan bagian tunas. Pada beberapa tumbuhan seperti pisang, tunas juga berfungsi sebagai salah satu cara perkembang biakan, vegetatif. Dengan cara ini perbanyakan tunas, maka kebutuhan akan bibit pisang dapat dipenuhi.
meski demikian, laju permintaan bibit pisang dengan tingkat kemampuan penyediaan tunas pisang seringkali tidak seimbang. Pertunasan alami yang dialami oleh pisang hanya akan menghasilkan 2-3 anakan dalam kurun waktu 2-3 Bulan. untuk itu, perlu dilakukan perlakuan khusus agar tunas yang dihasilkan oleh pisang bisa diperoleh dalam jumlah banyak dan waktu relatif singkat.

TEKNIK MEMATIKAN MERISTEM
Salah satu teknik atau perlakuan pada proses penyiapan tunas pisang sebagai bibit siap tanam adalah dengan cara mematikan meristem. Teknik ini diperkenalkan oleh salah satu peneliti dari balai pengkajian yteknologi pertanian (BPTP) malang, jawa Timur, Paulina Evy Prihardini MP. Evy memperkenalkan teknik mematikan meristem pada petani pisang di tiga desa di Jawa Timur yakni Srimulyo, Sukodono, dan Baturetno di kecamatan Dampit. Pisang yang dijadikan uji coba berupa pisang Kirana.  Tunas yang diperoleh dengan penreapan metode ini hanya memerlukan waktu antara 2-3 pekan atau lebih dari setengah dari waktu yang dibutuhkan untuk mem[eroleh anakan dengan cara menumbuhkan tunas secara alami. keunggulan lain dari teknik Evy adalah tunas yang dihasilkan dengan cara ini akan memiliki ukuran dan kualitas yang persis sama baik antara indukan dengan tunas anakan maupun sesama tunas anakan.

CARA MEMATIKAN MERSISTEM
Cara mematikan meristem yang dilakukan oleh Evy adalah dengan cara berikut :
1. Pilih tanaman pisang remaja berumur 6-7 bulan sebagai bahan perbanyakan.
2. Gali bagian akar tanaman, potong anak-anakan yang tumbuh di bonggol
3. bersihkan bonggol dari tanah, akar dan anakan
4. kupas pelepah pisang dengan mengiris di pangkal batang
5. potong sisa batang yang tinggal empulur
6. empulur batang dan bonggol batang disterilkan dengan air bersih
7. Rendam empulur batang dalam larutan fungisida untuk memastikan tanaman pisang bebas penyakit
8. matikan meristem pisang dengan cara mengiris dan melubangi empulur di tengah batang
9. lelehkan lilin di atas wajan
10. sambil menunggu lilin meleleh tanam bonggol hingga permukaan pisang
11. oles dan siramkan cairan lilin itu di lubang dan permukaan bonggol pisang
12. setelah 2 pekan, anakan sudah terbentuk dan dapat dipisahkan 1-1,5 bulan kemudian
13. Tanam bibit pisang dalam polibag berisi media tanam. Setelah berdaun 3 lembar anakan siap ditanam.


#sumber : Trubus edisi Oktober 2014

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers