Hasil dan Proses beternak Kalkun

Di semua jenis karya tulis, pasti akan ada bab dimana seorang penulis mencatatkan hasil. Bisa berupa hasil pengamatan, percobaan, atau hasil analisa dari beberapa sumber pustaka yang sudah ada. Hasil pasti ada walaupun tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan.
Well, pada tahap inilah aku mengalami pasang surut semangat untuk menuliskan bagian dari skripsiku. Penelitian udah selesai. Revisi proposal seminar juga sudah di ACC. Tapi sampe satu bulan dari waktu ACC proposal seminar alias TA1, skripsi ko belum selesai juga yah? *sight
InsyaAllah minggu ini selesai. Sebentar lagi ko :d
Sudah tiga kali juga ditagih sama bu Dosbing. Malunya tuh disini....haha
Masih terkait dengan hasil. Sudah dua bulan lebih satu minggu (kalau ga salah) aku dan temanku  joinan untuk memelihara kalkun. Tahu kan yah kalkun? itu loh jenis unggas yang punya ukuran cukup besar. Coba deh baca tulisan sebelumnya, hehe.
Ok, dan setelah beberapa lama, inilah penampakan kalkun-kalkun nya.

Ini usia 2 mingguan

Ini usia 6 mingguan

Usia 10mingguan

Usia 10 mingguan

Ya, memelihara kalkun itu memang butuh ketekunan dan ketelatenan. Dugaan saya memang benar, kalkun itu serupa dengan ayam biasa untuk perlakuan yang harus diterima. kandang jangan terlalu lembab, jagan terlalu panas, jangan terlalu sempit. Sesekali biarkan mereka diluar kandang untuk menghilangkan stress sekaligus melatih otot-otot mereka, sekaligus agar mereka mendapatkan sinar matahari yang cukup. Selain itu, perlu diperhatikan juga pakan dan air yang diberikan, jangan segan untuk memberikan tambahan vitamin di dalam air minum yang mereka konsumsi. Oh, ya kandang juga sebaiknya dibersihkan secara rutin, minimal 2 hari sekali.
Hasil selalu bersama-sama dengan proses. Saat ini, dari 10 kalkun yang kami pelihara hanya tinggal 6 ekor yang masih hidup. 3 ekor mati lantaran kedinginan setelah hujan deras turun dan 1 ekor mati karena terinjak-injak akibat kakinya nyangkut di sela-sela kandang. Ini juga tambahan pembelajaran, bahwa sebaiknya gunakan kandang dengan alas yang cukup rapat, usahakan kandang terlindung dari hujan, dan yang terakhir, setelah usia 4 minggu, sebaiknya dalam satu kandang hanya ada 1 pejantan untuk menghindari antar pejantan berkelahi.
Mungkin baru sedikit yang kami tahu tentang kalkun, tapi insya Allah, kami akan terus  belajar dari pengalaman dan ssumber-sumber lain karena buku budidaya kalkun sangatlah jarang.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers