There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

(Di)Gagal(kan) lagi

0 komentar

Akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah kemarin minggu. Memang tahu kondisinya banyak sekali tagihan masih ada ini itu bla bla bla. Ngabur bentar x_x.
Agenda pulang, simpel, ngecek kondisi abah dan mengurus Sim.
Alkhamdulillah beliau progres positiv.
Pulang kali ini rumah terasa kembali ramai. Adik dan masku kebetulan juga pulang.
Hmm...
Sebenernya ada satu lagi alasan buat pulang kali ini. Yap, bertemu kamu.
Mencoba meluangkan waktu untuk bertemu, sukur boleh nganterin berangkat ke tempat belajar.
Tapi mau gimana yah. Kamu nolak, haha. Kebetulan juga di rumah malah repot, harus nemenin belanja material bangunan untuk renovasi.
Sudah keberapa yah, rencana main sejenak selalu gagal (atau digagalkan)?
Entahlah, kapan ya bisa bertemu?



Disingkat, lapar.

0 komentar

Tepat di kondisi dimana lambung terisi oleh asam lambung karena ini sudah melewati jam biologis untuk mencerna. Mulut merespon dengan rasa pahit yang tertangkap oleh sensor2 pahit di pangkal lidah, dinding mulut dan gigi rasanya semakin lengket saja, semacam ada pengkelat di sana.
Secara wajar, harusnya tangan dan kaki ikut merespon dengan segera beranjak dari meja kerja (red!- belajar) dan segera mengambil uang, jaket dan kontak motor dan segera menuju ke warung makan terdekat, warteg 24 jam. Tapi ya, mau gimana lagi bro, tadi udah keburu ngejar deathline ngirim email konten buku pesenan mas dafip tentang ikan nila. Ya itu aja masih konten doang bro, belum dilayout dan diedit. Masalah hitungan di dalamnya aku sedikit (banyak) ngasal, ga mudeng. Serius.
Coba tanya sama soib deket, dia malah lupa.
Tanya sama ...ehem...mantan...(cieeee... dalam hati berharap balik lagi haha)
Sama aja ga tahu bro. Dia bilang dia belum dapat materi seperti itu. padahal di tempat si gilang itu materi dapat di semester 3 atau 4.
Walaalaaalaaaa....(niruin gaya baymax)
Ternyata yang dikirimi email tengah karaoke bro sama teman-temannya.
Itu padahal udah janjian bro sebelumnya, gimana kalau ga janjian?
Ah, sudahlah. Paling tidak sudah sesuai target, 1 daftar tunggu sudah keurus.
Mari melanjutkan ke yang berikutnya.
Mau yang mana dulu ya? Koreksi? revisi? proposal? Analisis pra riset?
hmm....gimana kalau makan dulu saja?
Logika tanpa logistik? Buntu bro, setuju ??



,

0 komentar

Aku berdiri di tengah tanah lapang
Membersamai rembulan yang indah di atas langit hitam
Bolehkah ia tetap disana saja membersamaiku?
Dan lihatlah
Perlahan kabut itu turun juga, membersamainya menepi dariku
Dan aku sadar
Ini bukan lagi malam
Dan saatnya lah mentari dengan hangat membersamaiku
Dan aku suka kehangatan ini
Dan aku ingin terus saja seperti ini
Dan aku berharap itu bisa
Hei, apakah senja juga akan seperti kabut semalam?
Membersamainya menepi dariku?
Tidak bisakah keduanya mebersamaiku?
--Tentu saja tidak! B*D*H!
Bulan dan mentari memang indah
Kebersamaan mereka dalam satu masa memang bisa
Bisa membuat semua menjadi terlihat lebih gelap
Bisa membuat Ibu yang tengah hamil ribut memukul apa saja agar berbunyi
Bisa membuat mereka bersama bersujud dalam sholat sunnah
Sudahlah,
Lepaskan saja salah Satu
Tenang, bukankah keduanya punya keindahan sendiri ?
Syukurilah apapun yang kamu pilih dan dapati
Bulan atau mentari

Nasihat Seorang Sahabat #3

0 komentar

Menulis itu, termasuk blogging, sangat dipengaruhi kondisi emosional penulis.
Saat marah tentu akan berbeda isi tulisan yangada dengan saat seseorang bahagia.
Begitulah secara umum.
Beberapa hari yang lalu aku juga demikian. Emosi. Pada dua (atau lebih) teman yang sudah aku anggap saudara. Untung saja, aku tidak jadi untuk menuliskannya. Yap, lagi-lagi nasihat seorang sahabat datang diwaktu yang tepat.
Hmm...sedikit terlambat sih karena aku cerita dulu dengan sedikit emosi, baru dia kasih nasihat. Ga papa lah, hanya aku dia dan Tuhan yang tahu...hia....
Isi nasihatnya seperti ini...
"Sabar ya mam...
Nek dipikir jero marakke nambah beban pikiranmu. Porsi sing aneh-aneh ngono ojo akeh2. Mending ndonga sing akeh wae go wong tua"
Tadinya juga aku ga mau cerita tentang hal itu, tapi ada seseorang yang menceritakan hal yang serupa dengan kejadinku. Ya...ikut dah keinget kejadian itu haha.
Makasih sob... Untuk yang ketiga ini aku tidak menyebutkan namamu. I know.. kamu nda terlalu suka disebut sebut apalagi dalam kebaikan..hihihi
...
Kembali kebumi sutera
Menunaikan misi terakhir stage 4 yang terpaksa kebobol nyaris stage 5 x_x
Lets finish it. Ozi.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers