Disingkat, lapar.

Tepat di kondisi dimana lambung terisi oleh asam lambung karena ini sudah melewati jam biologis untuk mencerna. Mulut merespon dengan rasa pahit yang tertangkap oleh sensor2 pahit di pangkal lidah, dinding mulut dan gigi rasanya semakin lengket saja, semacam ada pengkelat di sana.
Secara wajar, harusnya tangan dan kaki ikut merespon dengan segera beranjak dari meja kerja (red!- belajar) dan segera mengambil uang, jaket dan kontak motor dan segera menuju ke warung makan terdekat, warteg 24 jam. Tapi ya, mau gimana lagi bro, tadi udah keburu ngejar deathline ngirim email konten buku pesenan mas dafip tentang ikan nila. Ya itu aja masih konten doang bro, belum dilayout dan diedit. Masalah hitungan di dalamnya aku sedikit (banyak) ngasal, ga mudeng. Serius.
Coba tanya sama soib deket, dia malah lupa.
Tanya sama ...ehem...mantan...(cieeee... dalam hati berharap balik lagi haha)
Sama aja ga tahu bro. Dia bilang dia belum dapat materi seperti itu. padahal di tempat si gilang itu materi dapat di semester 3 atau 4.
Walaalaaalaaaa....(niruin gaya baymax)
Ternyata yang dikirimi email tengah karaoke bro sama teman-temannya.
Itu padahal udah janjian bro sebelumnya, gimana kalau ga janjian?
Ah, sudahlah. Paling tidak sudah sesuai target, 1 daftar tunggu sudah keurus.
Mari melanjutkan ke yang berikutnya.
Mau yang mana dulu ya? Koreksi? revisi? proposal? Analisis pra riset?
hmm....gimana kalau makan dulu saja?
Logika tanpa logistik? Buntu bro, setuju ??



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers