There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Abah dan Mama

0 komentar

Menatap dua pasang mata itu
Hati kembali bergetar
Menyanyikan tembang rindu dari tanah nan jauh
Raga ini terpisah oleh samudra
Raga kita ada di pulau berbeda
Hanya berjumpa via suara
Oh Abah,
Oh Mama
Apa yang sudah anak beri pada engkau berdua?


September di Bumi Daranante-Sanggau

0 komentar



Selamat datang September. Itu yang aku katakan pada diriku sendiri setelah bangun dari tidur. Tentu saja, sebelum itu aku bersyukur atas nikmat Allah karena masih dikaruniai hidup. Udara masih terasa dingin. Lamat-lamat aku dengar suara air mengalir. Aku lantas mengambil senter dan berjalan menuju ke arah sumber suara. Alhamdulillah, ternyata air dari bukit yang dilewatkan dengan pipa menuju rumah tempatku tinggal mengalir kembali. Pagi ini, alirannya cukup deras. Namun karena masih mengantuk, aku lebih memilih kembali ke kamar hehe. Entahlah, hari itu aku merasa semua badan terasa sakit. Masuk angin mungkin.
Baru setelah sholat subuh lah, aktifitas mengisi gentong-gentong dan berbagai wadah air (mulai dari ember, panci, dandang dan baskom) dimulai. Karena aliran air pagi ini cukup deras, maka pengisian air tidak memakan waktu yang lama. “Lumayan yah mas, bisa dipakai untuk cerita di Jawa,” kata Ibu Tini, Isteri Pak Pur. Beliau adalah Ibu angkat sekaligus Isteri dari Bapak Kepala Sekolah.
Betul, Kami bertiga bersama-sama menempati satu tempat tinggal. Sebuah rumah babinsa dengan 2 kamar tidur, sebagaimana telah aku ceritakan sebelumnya. Kehadiranku dalam rumah itu, mungkin sedikit mengisi nuansa baru (atau mungkin malah mengganggu?) bagi pasangan Bapak dan Ibu Pur. Sampai hari ini, beliau berdua masih belum dikaruniai keturunan. Semoga saja tahun ini, sebelum aku kembali ke Jawa mereka berdua sudah dikarunia keturunan. Amin.
Tapi, kata temanku, sebut saja Sishol (:P), kehadiranku itu paling tidak membuat waktu mereka untuk menikmati waktu menjadi terganggu, haha. Betul juga sih. Ya mau bagaimana lagi, lah aku mau nyewa rumah sendiri juga nda di izinkan beliau bertiga, malah kamare ndadak dicat anyar barang haha. Belum lagi baru beberapa hari setelah aku tinggal aku mengetahui fakta bahwa ternyata Ibu setiap tanggal 3-16 an setiap bulannya berangkat menuju Sanggau untuk berdagang kain dan baju. Otomatis, waktu intens antara Bapak dan Ibu juga berkurang. Sebagaimana doaku (setiap ingat) semoga, bagaimanapun kondisi beliau berdua, semoga tahun ini kebahagian mereka bisa menjadi lebih lengkap dengan hadirnya seorang anak.
Berbicara tentang anak, hari ini aku tampil perdana di depan anak-anak kelas 8 dengan materi sistem gerak. Lengkap sudahlah aku mengajar di kelas 7,8 dan 9 SMPN 4 Tayan Hilir untuk mata pelajaran IPA. Ada juga jam tambahan berupa mata pelajaran TIK kelas 8 dan 9. Untuk kelas 8 baru akan masuk pertama besok, hari Rabu. Sejauh ini, aku masih mencoba untuk mengenal anak-anak lebih dekat, meskipun tetap harus ada batasan antara kami. Harapannya, agar mereka tidak sungkan untuk bertanya perihal apa-apa yang aku ajarkan dan yang belum mereka pahami. Sekalipun aku tidak menjamin seratus persen bahwa semua yang mereka tanyakan  akan aku jawab dengan baik dan memuaskan, setidaknya dengan keterbatasanku (di sini tanpa sinyal dan listrik) aku ingin berusaha sebisa mungkin menghantarkan mereka pada pemahaman yang lebih.
Tidak selamanya bukan murid selalu di bawah guru atau kemampuan guru selalu di atas murid? Justru harusnya guru berbangga jika murid bisa melampaui kemampuan guru. Kondisi dimana siswa mencapai titik yang lebih tinggi dari apa yang pernah diajarkannya. Aku juga ingin terus berproses. Bukankah begitu seharusnya? Guru dan murid sama-sama berproses. Berproses untuk menjadi lebih baik. Meminjam kata-kata Ka Ricky Elson, kita terus berproses, membangun diri, membangun Negeri.
#Inilah Indonesia Mam. Bukan hanya Semarang, Jogja, Solo, Magelang, Bandung, Jakarta dan Bali. Inilah bagian dari salah satu pulau terbesar di Indonesia. Kalimantan. Selamat! karena sudah berada di sini lebih dari satu minggu. Setidaknya sampai saat ini, inilah waktu terlama berada di luar Pulau Jawa. Tentu saja besok, lusa dan hari-hari seterusnya akan menjadi pencapaian-pencapaian baru. Mari kita nikmati segala keterbatasan yang ada. Bukankah menjadi suatu hal yang romantis (:P) ketika menelpon keluarga harus dengan berdiri bahkan berjinjit? Bahkan tidak menutup kemungkinan menelpon dengan terlebih dahulu mendaki bukit ? Menerima SMS setelah mengerek HP di tiang bendera? Atau kenikmatan dan keasyikan serta tantangan lain semacam mandi di sungai, bertemu setiap hari dengan babi dan anjing yang dilepas bebas, dan menjadi Dai dan guru ngaji dadakan? Teruntuk diriku sendiri dan kawan-kawan SM3T se-Indonesia dimanapun kalian ditugaskan, apapun keterbatasan (baca:kenikmatan) yang ada dan kalian dapatkan, enjoy sajalah. Tak usah berkeluh kesah karena itu justru akan menambah beban bagi kita sendiri. Ingat-ingat lagu pramuka.
     Apa guna keluh kesah...
Apa guna keluh kesah ...
Pramuka tak pernah bersusah...
Apa guna keluh kesah.....
Tetaplah semangat hai diriku, hai jiwa-jiwa muda yang terpanggil untuk mengabdi dan mencemburkan diri dalam masyarakat baru di pelosok nusantara. Kamu kuat, dan kamu hebat. Hai diriku dan kawan-kawan SM3T, jangan lupa untuk terus mengupgrade dan meluruskan niat kita. Lakukan yang terbaik, perihal gaji, tunjangan, beasiswa PPG dan lain-lain itu hanyalah bonus semata. Jangan menjadikannya sebagai tujuan utama. J
***
Masih di awal September. Udara sore hari ini terasa panas. Aku dan Pak Pur melakukan sedikit olahraga dengan bermain bulutangkis di lapangan sekolah. Satu set pertama aku menang dari Pak Pur. Set kedua, Pak Pur digantikan oleh salah satu tetangga (yang maaf karena namanya saya lupa). Karena posisiku yang berganti dan menghadap ke matahari secara langsung, ditambah dengan kemampuan mengolah cock yang baik maka aku kalah pada set kedua tadi. Oh ya, perlu dijelaskan dulu, bahwa di sekolah terdapat tiga jenis lapangan. Pertama adalah lapangan voli, kedua adalah lapangan futsal, dan ketiga adalah lapangan bulutangkis. Semua fasilitas tersebut secara defacto dan dejure adalah milik sekolah. Namun pada preaktik di lapangan, ketiganya digunakan secara umum oleh warga di sekitar lingkungan sekolah. Mengingat jumlah sarana yang terbatas, maka setiap cabang (voli, futsal dan badmintaon) menggunakan sistem gugur. Maksudnya, sekali kalah langsung diganti, baru ketika yang lain ada yang kalah bisa bermain lagi. Karena sistem itu pulalah, pak Pur yang kalah dariku pada set pertama langsung digantikan. Baru setelah aku kalah di set kedua, pak Pur masuk dan bermain kembali.
Sesuai rencana, aku ijin terlebih dahulu meninggalkan lapangan badminton untuk menuju bukit cinta :D. Bukit dekat sekolah, dimana biasa ada sinyal yang cukup stabil untuk menelpon. Hasil komunikasi dengan teman-teman, aku mendapat info bahwa kawan SM3T penempatan Sambas yang mengalami kecelakaan sudah bisa kembali beraktifitas secara normal. Alhamdulillah. Kabar selanjutnya datang dari wakorkab Sanggau, Mas Arif. Alhamdulillah, kali ini dia dapat aku hubungi setelah satu minggu tidak ada kabar. Mas Arif berkata bahwa sudah ada keputusan dari dinas terkait penempatan yang diterima oleh ke empat anggotaku, yakni Maya, mas ajiz, mas heru dan mas arif. Maya positif dipindahkan menuju ke SDN 7 Mangkau sementara ketiga kawan yang lain tidak mengalami pemindahan tugas. Dengan demikian, terjadi pemindahan posisi jika diurutkan dari jarak terdekat-terjauh menjadi maya, mas ajiz, mas heru dan di ujung entikong baru ada mas arif. Jarak antara sekolah menuju ke kecamatan entikong menurut mas Arif adalah sekitar 3 jam.
Nada suara mas Arif menampakkan rasa yang tidak biasa. Seingatku, nada bicara yang beberapa kali aku dengar pada saat prakondisi adalah nada suara dengan semangat dan keceriaan. Sore tadi terasa berkurang. Semoga saja beliau sehat-sehat di sana. Mungkin, mas Arif merasa kaget dan terkejut dengan keputusan yang diberikan oleh Dinas, padahal mas Arif sudah berusaha menghubungi  jajaran dinas dan Pak Sokheh juga, namun keputusan tetap seperti semula. Hanya satu yang mengalami pemindahan tugas. Hal yang menjadi faktor keterkejutan mas Arif mungkin adalah fakta bahwa dusun tempat dia akan ditugaskan, yang terdiri atas 66 KK, semua beragama non muslim. Otomatis tidak ada masjid. Jarak dengan masjid di kecamatan entikong dapat ditempuh dengan ojek yang harus dibayar sebesar 300 ribu rupiah sekali PP. Bisa dibayangkan jika setiap Jumat beliau harus turun ke kecamatan untuk sholat Jumat. Tekor juga lah. Semoga saja mas Arif bisa lebih legowo, diberikan kesehatan, keikhlasan, kekuatan dan kesabaran ekstra untuk menjalani pengabdian satu tahun kedepan. Doa serupa juga untuk kawan-kawan SM3T Sanggau pada khususnya dan Kab lain pada umumnya.
Refleksi hari ini ditutup dengan pembelajaran budaya melayu. Sedikit kosa kata baru.
Ngala=singkong
Pak Ulung = Bapak (anak sulung)
Pa Su/ Pa Usu = Bapak (anak bungsu)
Pak Nis = Bapak (anak kelima)
Pa Unggal = Bapak tunggal
Among (melayu sambas) = digunakan untuk memanggil orang dengan nama yang sama persis misal imam dengan imam

Packing

0 komentar

Selamat hari raya idul fitri. Mohon maaf lahir batin.
So sorry for very late post hehe.
**
Lebaran sudah selesai. Rumah kini kembali sepi. Menyisakan abah, mama, adikku ina, keponakanku sulis dan iffa. Dan sebentar lagi, aku juga bakal meninggalkan rumah ini untuk beberapa waktu. Kembali ke kota atlas Semarang untuk bersiap menuju daerah 3T. Untuk lebih tepatnya, masih belum tahu akan ditempatkan dimana karena masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut.
Insya Allah besok jam 1 ke semarang dengan kereta.
Persiapan?
Hmm ya masih ala kadarnya.
Untuk persiapan barang bawaan masih berasa ada yang kurang, walaupun sudah di buat list barang bawaan. Sebab, sama sekali masih belum ada bayangan bakal ditempatkan di mana. Tapi, berdasarkan info yang aku dapat dari grup di fb, Insya Allah untuk pulau papua tahun ini Unnes tidak mendapatkan jatah menuju ke sana.
Bismillah, masih ada sedikit waktu untuk persiapan.
Semoga prakondisi berjalan lancar.
Semoga banyak yang bisa di dapatkan di prakondisi untuk bekal di daerah 3T nanti.

#SM3T-V-2015
#Here i come :)

Sekolah Satu Atap

0 komentar

Apa masalah yang sering kali dihadapi oleh orang-orang daerah saat akan menyekolahkan anak mereka menuju sekolah menengah?
Salah satu diantara banyaknya masalah yang ada adalah jarak antara rumah menuju sekolah menengah yang terlalu jauh, bahkan melebihi jauh dan susahnya jarak tempuh antara rumah mereka dengan sekolah dasar. Kondisi tersebut, membuat banyak orangtua berpikir ulang tentang anak-anak mereka. Selain jarak yang lebih jauh, kebanyakan orangtua juga memiliki kekhawatiran terhadap kemampuan adaptasi anak mereka.
Sebagai upaya untuk memfasilitasi keberlanjutan program wajib belajar sembilan tahun, yang mengharapkan bahwa anak-anak di Indonesia memiliki pendidikan sekurang-kurangnya sebagai tamatan SMP serta untuk mengefisienkan pembangunan sekolah dengan mempertimbangkan jumlah siswa yang ada, maka pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan program sekolah satu atap.
Sekolah satu atap merupakan sekolah yang menggabugkan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah.
Jadi, dalam satu komplek bangunan bisa kita jumpai murid-murid dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Dilihat dari alur koordinasi, sebuah sekolah satu atap dapat dibedaka menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah sekolah satu atap yang memiliki satu kepala sekolah dan memimpin guru dan staff sekolah meliputi sekolah dasar dan menengah. pada sekolah tipe ini, guru-guru yang mengajar di SD berkemungkinan juga mengajar di beberapa mata pelajaran di Sekolah Menengah (SMP). Tipe sekolah yang kedua adalah sekolah satu atap yang memiliki dua kepala sekolah dan staff guru untuk masing-masing kepala sekolah, namun masih melakukan koordinasi antar kepala sekolah dan terletak pada satu tempat (sekolahan) yang sama.
Menurut saya, keberadaan sekolah satu atap (SD-SMP) sangat tepat untuk diterapkan, karena masih banyak daerah di Indonesia yang terpencil dan terisolir sehingga akses untuk menuju sekolah menengah sangat susah, bahkan tidak jarang harus mempertaruhkan nyawa mereka ketika berangkat sekolah. Keberadaan sekolah satu atap selain mendekatkan antara sekolah dengan siswa, juga mendekatkan pemerintah dengan salah satu tujan NKRI yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4 yakni "mencerdaskan kehidupan bangsa". 
Tentu saja, setelah sekolah satu atap dibangun, perlu adanya pengelolaan yang baik. Untuk itulah peran dan partisipasi kepala sekolah, guru, staff sekolah dan tidak lepas pula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menjamin keberlangsungan sekolah sangat diharapkan.

Referensi :

*Lalu, apakah di daerah SM-3T nanti akan berjumpa dengan sekolah satu atap?
Kita tunggu saja nanti. Terus berdoa agar lolos program sm3T. Amin

Persiapan wawancara #SM3T

0 komentar

Tanggal 4 nanti akan ada wawancara sm-3t di Unnes.
Alhamdulillah aku satu di antara peserta yang mendapatkan undangan untuk mengikutinya.
Berhubung belum ada bayangan seperti apa model wawancara yang akan dilakukan, aku iseng-iseng browsing. Alhamdulillah, tidak sedikit para senior sm3T angkatan sebelumnya (1-4) yang berbagi pengalaman mereka pada tiap tahapan di SM3T. Salah satu yang aku pelajari adalah tentang sekolah satu atap. Permasalahan ini (katanya) menjadi pertanyaan rutin pada saat wawancara.
Baiklah, aku lanjutkan terlebih dahulu belajarku.
Tenang saja, aku akan bagi apa yang aku pelajari nanti (Insya Allah).
Semoga wawancara SM3T berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang terbaik. Amin.

Ujian

0 komentar

Besok ujian.
Ujian...
Lama tak bersua, lama tak merasakan.
Ujian besok,sejenis ujian kompre karena hampir semua yang sudah dipelajari ditanyakan.
Seperti UN karena jika gagal pasti tidak lulus dan mengulang tahun depan, itupun jika ada dan masih bisa mengikutinya.
Persiapan?
Belum sampai pada taraf 90%.
Apapun yang besok dihadapi, hadapilah.
Apapun yang besok dihasilkan, terimalah.

0 komentar

Keluarga itu seperti satu kesatuan oragan pada sistem di tubuh kita.
Saat satu merasakan sakit yang lain akan merasakannya juga.
Dampak dari satu hal yang diterima oleh satu bagian akan dirasakan juga oleh bagian yang lain.
Begitulah sedikit gmbaran tentang keluarga.
Bagaimana dengan keluargamu?
Apakah hari ini mereka dalam kondisi baik?
Semoga saja demikian.

*
Merasakan kangen dengan keluargaku.
Saat dimana semua bisa berkumpul, bercengkrama antar anggota keluarga 1 dengan yang lain.
Mendiskusikan apa saja. Bercanda dan tertawa. Waktu berkualitas seperti itu perlahan tapi pasti mulai berkurang. Bahkan untuk sekedar berfoto satu keluarga penuh saja sampai sekarang belum pernah.

**
Alhamdulillah
Tahap pertama lolos.
Semoga tahap selanjutnya dipermudah.
Ada rasa senang ada rasa deg-degan.
Pertanyaan2 itu juga kembali muncul.
Hmm..biarlah.
Fokus pada persiapan dan pembenahan diri.

Menunggu Pengumuman #SM3T

0 komentar

Masih tersisa 7 jam dan beberapa menit sebelum pengumuman SM3T dapat diketahui.
Loloskah? Semoga.
Jika tidak lalu bagaimana?
Jika lolos lalu bagaimana?
Bismillah saja. Hari ini hari rabu kan ya. Hari yang bagus untuk mengawali segala sesuatu.
Semoga jadi waktu yang baik. Amin

Keinginan untuk mendaftar #SM3T

0 komentar

SM3T. Sarjana Mengajar Daerah Terdepan, Terluar dan Terdalam, merupakan program dari pemerintah dalam upaya melakukan pemerataan pendidikan melalui penyaluran tenaga pengajar ke daerah-daerah 3T.
Program ini pertama kali di lakukan pada saat saya semester awal di unnes, sekitar tahun 2010. Saat itu, secara tidak sengaja aku melihat sm3t d web univ yang sedang saya akses sebagai pengenalan universitas pada mahasiswa Baru. Insya Allah sm3t akan masuk tahun kelima program ini berjalan.
Sejak awal program ini berlangsung. saya sudah merasakan sesuatu yang berbeda. Ada sebuah keinginan yang mendorong dan mengatakan pada saya bahwa saya sebaiknya mengikuti program ini. Mengajar saudara-saudara kita di pelosok sana sembari mengenali indonesia lebih dalam. Anda juga pasti menginginkannya bukan?
Tapi apa pasal, saat itu saya masih semester awal, masih mulai berkuliah. Jadi tentu belum bisa untuk ikut berkecimpung di dalamnya.
Tentu saja, sudah lulus S1 merupakan salah satu sarat utama di samping sarat-sarat yang lain, seperti lolos seleksi tertulis dan tes wawancara, serta penempaan di prakondisi selama kurang lebih 2 minggu.
Waktu berjalan, dan kini, dalam hitungan hari pendaftaran ptogram sm3t akan mulai dilakukan.
Lebih tepatnya pendaftaran dimulai pada tanggal 7maret hingga 9juni 2015.
Insya Allah saya akan mendaftar.
Meskipun, secara jujur sering kali saya masih bertanya dalam hati, "Apakah saya layak untuk mengikuti program ini?
Apa yang bisa saya berikan di sana?
Apa yang aku siapkan untuk bekal di sana?
Bagaimana jika begini? Bagaimana jika begitu?"

Banyak lagi pertanyaan lain yang berkeliaran di dalam pikiran saya. Bismillah saja, yang penting saya sudah berusaha. Masalah saya bisa di terima untuk menjadi dari sm3t V atau tidak, biarlah penilai yang memberikan kepitusan, dan sebaik-baiknya penilai adalah Allah, jadi biarkan Allah yang menilai apakah saya layak ataukah tidak. Saya hanya berdoa saja semoga yang terbaik lah yang saya dapatkan. Amin
Sabda-Nya"Berdoalah padaKu niscaya Aku kabulkan"

K3

0 komentar

K3
Konsistensi, ketelitian dan kerapihan.
Ketiga hal itu harus ditingkatkan lagi untuk semua aspek.
Terutama tulisan dan juga tentang pandangan hidup.
Masalah tulisan, sudah sebulan ini berkutat dengan dunia tulis menulis dokumen lingkungan, masih saja banyak ketidak telitian yang aku lakukan. Hasil ketikan UKL-UPL yang aku buat masih banyak revisi. Untuk Amdal, sampai hari ini masih belum ada masukan, mungkin besok. Semoga saja tidak terlalu banyak kesalahan,amin.
Hari-hari yang melelahkan dalam 1 bulan ini. Sedikit terhibur dengan gaji yang diterima di awal bulan ini.
Tidak seberapa memang, tapi tetap harus disyukuri. Alhamdulillah.

Insya Allah menuju hasil yang lebih baik, both of sallary and result.
Proses, sing sabar. Tetap berlatih dan jangan menyerah.
Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.

#dadiwonglanang
kudu kuat kayak bolu diformalin (Perdana, 2015)

Amdal

0 komentar

Amdal, oh amdal
Tebalmu melebihi tebal skripsiku
dan sampai detik ini masih belum selesai.
untuk bab II saja sudah mencapai 113 lembar..
belum ditambah bab I dan III apalagi lampirannya...
nyaris 1 rim
atau mungkin bakal lebih.

Pagi

0 komentar

Pagi ini di mulai dengan udara yang dingin menusuk hingga tulang-tulangku dengan sangat mudah.
Hari ini, murid-murid SD masih diliburkan. Mereka masih belajar di rumah hingga hari senin besok.
Kau tahu, udara dingin pagi hari di puri banteran (tempatku sementara ini tinggal), bikin orang-orang kurus kaya aku merasa enggan untuk beranjak keluar. Ingin untuk terus bersembunyi saja di balik kehangatan jaket dan kain sarung (karena ga ada selimut).
Tapi dingin dan rasa malas harus di lawan.
Dan membeli sarapan adalah salah satu cara yang dipilih.
Pakai sepeda motor untuk menuju pasar.
Brrrrr....
Cara kedua mengusir dingin usai membeli sarapan dan memakannya adalah dengan melakukan aktifitas.
mencabuti rumput pun dipilih. Sebenarnya sih males juga mencabutinya. Masih mending di sabit atau di cangkul saja. Tapi karena ga ada alat-alat itu dan mau minjam ke tetangga mereka pada berangkat kerja tak apalah pakai tangan kosong dulu. Coba gitu ya bisa jurus seribu bayangan, bisa lebih cepat tuh bebersih nya, haha..ngayal.
Tapi pertolongan pun tiba, bukan karena kagebunshin no jutsu, tapi karena tuyul-tuyul alias anak-anak kompleks setingkat SD (yang masih liburan) main bola di depan rumah. Dipanggillah mereka oleh teman satu rumahku. Mereka meminta imbalan uang, tapi aku menawarkan mereka gorengan. OK, deal. Mereka mulai bekerja.
Wah, aku harus akui, semangat mereka pagi ini terbilang cukup tinggi.
Pekerjaan itu tak berlagsung lama, 5 menit dan kami akhiri.
Aku ingin memberikan mereka gorengan sesuai dengan penawaran di awal tadi.
tapi apa lacur, temanku malah melarang.
katanya, kalau ngasih ya harus semuanya, padahal kan yang ngebantuin cuma dua tiga anak doang.
Hadeeh...
Pagi yang dingin, diawali dengan hal tidak terpuji.
Ok, siang ini, harus dibayarkan. Janji, kepada anak kecilpun tetaplah janji.
Betulkan?

*Dunia anak-anak itu memang istimewa.
Semoga tahun ini ada kesempatan untuk melihat lebih dekat dunia mereka di belahan bumi Indonesia.
Amin

Raket - prolog

0 komentar

Raket - Prolog
Anak kecil itu duduk diam menatap ke arah luar jendela rumahnya. Hujan deras sekali sampai-sampai suaranya bak satu peleton pemain drum. Sesekali petir menyambar. Ibu anak itu, sedari tadi sudah belasan kali melarang anaknya dekat-dekat jendela. Khawatir ia pada petir. Siapa tahu petir lelah di atas sana dan mengetuk jendela, tepat di tempat anaknya berada, untuk sekedar mampir.
Namun anak itu tak sedikitpun bergeming. Tetap saja ia duduk di tempatnya. Ia tahu betul bahwa diluar hujan, suhu menjadi dingin, langit gelap dan tentu saja, tanah menjadi becek. Dia tahu betul itu semua terjadi diluar rumahnya. Tapi sekali lagi, dia enggan untuk menuruti mau Ibunya. Biasanya hujan terasa sangat menyenangkan. Bisa bercengkrama dan berkumpul dengan ayah Ibu dan kedua adiknya. Tapi lain dengan hujan sore ini. Dia terlihat sangat sedih dan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Tangannya sedari tadi kuat memegang barang yang terlihat masih sangat baru. Raket bulutangkis.
Hujan yang menjadikan tanah becek, tentu saja membuatnya sedih. Pasalnya, dia dan adik-adiknya sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bermain bulutangkis bersama di lapangan bulutangkis dekat rumah Pak RT. Ya, benar-benar jauh hari. Bukan seperti kita, bisa bermain kapan saja kita suka. Siapa terka, bahwa raketnya itu dia dapat dengan waktu yang tidak sebentar. Raketnya itu penuh dengan cerita.

Sol, apa kamu punya waktu untuk sekedar mendengarkanku bercerita tentang anak itu dan raket barunya ?

Careri (Catatan Sore Hari)

0 komentar

Masih berkutat lagi dengan babi. Alhamdulillah, setidaknya sampai hari ini belum ketemuan secara langsung (lagi) dengan makhluk itu. Tapi kemungkinan minggu ini sama salah satu dosen kembali ke area peternakan babi untuk mengambil data yang kurang. Revisi dari Bapak Dosen lumayan banyak juga. Lumayan banyak juga pelajaran yang bisa di ambil.
**
Alhamdulillah, kamu juga semakin dekat sol. jadi pengin mintonan lagi Sol. Apa kabar lapangan balai desa Sol?
Ga kerasa ya sol, sudah mau puasa lagi.
Itu berarti sudah hampir satu tahun sol, hahaha
Urutan pertama dari deretan nama
Yang pernah kita kagumi
Yang pernah kita ingini
Yang makin Intens saja Shol perjumpaan secara tulisan
Ehm, perjumpaan secara lisan belum ko sampai sekarang
Yang penting sih perjumpaan hati (Eaa....haha)
Sol, sudah satu tahun sejak perbincangan kita tentangnya
Empat tahun lebih juga Sol dari pertama masuk
 Bisa ga ya Sol lanjut sama Sisol
Semoga Sol. Semoga saja.
**
Semoga malam ini selesai sudah perbaikan babi dan melanjutkan dengan segera pada proyek dishub kebumen.
Semangat menyambut Juni Sol

Tod!

0 komentar

Pelajaran bisa dipetik dari berbagai macam kondisi.
Baik itu dari kondisi senang maupun susah, saat bahagia maupun berduka. Meski kita harus meraba-raba, jangan sekali-kali melewatinya tanpa menemukan hikmah atau pelajaran dibalik kejadian.
Padanya kembali lagi aku acungkan jempolku kali ini semuanya (termasuk jempol kaki hehe).
Dia, Pengkuh Fajar Perdana.
Maaf, untuk kali ini aku ingin menulis sedikit kekagumanku padamu.
Belakangan ini, dia memberikan cukup banyak pelajaran tentang kehidupan. Baik disadari olehnya ataupun tidak.

1. Jadilah lelaki yang kuat seperti bolu di formalin
kalimat itu masih sering terbayang di kepalaku. Saat aku merasa down melihat abah yang terbaring sakit, dia memberikan suntikan semangat melalui caranya yang khas. Sepertinya aku sudah menceritakan sedikit percakapanku dengannya pada postinganku sebelumnya.
Akupun jadi ingat, bahwa Abahmu pernah sakit lama, kamu tidak terlalu mengekspos perihal sakit abahmu. Hanya beberapa orang saja yang tahu. Sebagai teman aku sendiri malu karena belum pernah sekalipun menjenguk Abahmu (kala itu).

2. Ini bukan tentang balapan
Tsaah.......
Ultaman akhirnya datang dan berteriak di kehidupanmu. Selamat Tod! akhirnya statusmu sebagai jalang eh lajang maksudku (*peace)  kini berubah (Hensin!). Tepat di 20 April 2015 lalu, kau akhirnya menikah juga. Mendahului teman-temanmu termasuk aku, wawan, hefi, silvi, yoga dll. Ini juga sekaligus sebagai langkahmu menyusul teman-teman kita yang sudah terlebih dahulu mengikrarkan janji sucinya di depan pak penghulu. "Menikah bukan sebuah balapan, adu cepat siapa yang duluan," katamu. Tentang kapan kamu lamaran, juga banyak yang tidak tahu, termasuk aku. Salut dah, pelan tapi pasti. Seperti batalion infanteri saja kau ini, Senyap Cepat Tepat, hehe. Semoga menjadi keluarga Samawa kawan.

3. Bahumu untuknya terakhir kali
Jumat lalu, distatus bbm mu, kamu menuliskan sesuatu tentang kondisi abahmu.
Aku lantas mengamini doamu, dan menanyakan kepada isterimu tentang kondisi abahmu saat itu.
Ternyata abahmu tengah kritis. Aku lantas berniat untuk pulang keesokan harinya, dengan terlebih dahulu menyelesaikan tugasku di Banyumas.
Jumat malam, Hp ku mati dan aku charger hingga pagi.
Barulah pagi itu, Bc dari bbm mu masuk.
Bc berisi kabar duka, Abahmu sudah dipanggil pulang oleh-Nya.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Semua yang berasal dari-Nya akan kembali pada-Nya juga.
Aku segera berangkat menuju rumah duka.
Alhamdulillah masih belum dimakamkan, meskipun sayang aku tidak bisa ikut menyolati Beliau.
Aku pun berjalan di belakang pembawa keranda. tepat di belakang orang yang ada di belakang sisi kanan. kamu berada di depan sisi kiri waktu itu.
Aku ga tahu awalnya gimana, tapi tahu-tahu aku juga ikut membawa Beliau, menggantikan orang di depanku.
Disitulah aku melihatmu, sepanjang jalan dengan penuh penghormatan sebagai seorang anak, membawa beliau untuk terakhir kalinya dengan bahumu itu dari awal ke liang lahat.
(Ne, pas giliranku nanti, semoga aku bisa jga kuat n tetap kelihatan tegar sepertimu). 
tod..tod...
Mudah-mudahan Beliau di ampuni dosa2nya dan diterima amal baiknya.
Insya Allah Beliau bangga denganmu tod!


Makasih tod ilmune.




BABI!

0 komentar

Sama sekali tidak menduga bahwa hari ini akan dipenuhi rasa mual.
Setelah bertemu dengan 1500an babi dan 4 ekor anjing yang salah satunya sedang memakan bangkai anak babi, aku merasa sangat mual. Pengalaman pertama yang sulit dilupakan. Jika nanti kembali bertemu dan berdekatan dengan mereka, siapkah aku?

Puri Banteran
Sumbang-Purbalingga
Selasa, 13 mei 2015

Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi - HIVI!

0 komentar

ketika ku mendengar bahwakini kau tak lagi dengannya 
dalam benakku timbul tanya
masihkah ada dia di hatimu bertahta 
atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi
meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa
 ada yang berbeda di antara kita
dan tak mungkin ku melewatkanmu
 hanya karena diriku tak mampu untuk bicara 
bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
kini ku tak lagi dengannya
sudah tak ada lagi rasa antara aku dengan dia (dengan dia)
 siapkah kau bertahta di hatiku, adinda
 karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku 
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi oooh
meski bibir ini tak berkatabukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
 dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena 
diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
pikirlah saja dulu hingga tiada ragu 
agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
 pikirlah saja dulu hingga tiada raguagar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu 
oooh siapkah kau tuk jatuh cinta lagi
meski bibir ini tak berkatabukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karenadiriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-siabila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-siasiap kah kau tuk jatuh cinta lagi

Pagi Purwokerto

0 komentar

Mentari pagi bersinar hangat. Sinar darinya menembus melalui jendela bersamaan dengan udara segar pagi ini. Ada yang beda pas jendela terbuka. Terlihat puncak gunung Slamet tak jauh dari tempatku berada saat ini,Purwokerto. Siapa sangka bahwa hari ini aku ada di kota ini? Padahal rencana kemarin hari ini masih di Brebes mengurus keperluan Abah.
Begitulah Hidup.
Kita hanya diperjalankan oleh kehendakNya.
Sekarang di sini, Esok Dimana, siapa yang tahu?
Allah, sebaik-baiknya penentu.


Senyuman Ijin Apel

0 komentar

Saat itu, aku masih berada di dalam kamarku. Sebuah bilik kecil berukuran tak lebih dari 2x3 m berdinding kayu. Tanpa ada ternit, jadi kalau melihat ke atas, ya langsung ke arah genting. Aku tengah melihat film di notebook kecilku, si Blue asphire, film animasi tentang olahraga basket di Jepang. Aku menontonnya sambil tiduran di lantai beralaskan tikar.
Pas di tengah-tengah film, dia muncul. Sebuah kepala melongok ke dalam kamarku. Wajahnya tersenyum, nampak bahagia.
"Kenapa Nan?", tanyaku pada sosok kepala itu (badannya masih di luar kamar alias di balik pintu)
"Ga papa mas", jawabnya singkat.
Waah..mencurigakan.
Alih-alih keluar dan memeriksa keadaan di luar, aku melanjutan kembali menonton film itu. Tentu saja setelah memberikan jawaban yang tak kalah singkat dari Nanda, yaitu O...
Film berlanjut lagi dan mencapai bagian akhir.
Kepala itu muncul kembali dengan senyum lebih lebar dan kentara sekali rasa bahagianya.
Kembali aku menanyakan pertanyaan yang sama, " kenapa Nan?"
Di jawab dengan jawaban yang sama pula," Ga papa mas" dan kepala itu seketika menghilang.
Pintu kamar kembali tertutup rapat.
karena film yang aku tonton sudah selesai, dan rasa penasaran pada apa yang ada di luar kamar, aku lalu keluar. Baru aku buka pintu kamarku, kembali senyuman dari kepala itu melihat kearahku (kali ini lengkap sama badannya juga), sembari mengangguk "Mas...".
Aku kaget.
Kaget bukan karena senyuman dan tingkah aneh dari  adik kosku itu, melainkan karena ada cewe yang sedang duduk di sampingnya nonton Tv bareng.
Oooo....pantes.
Jadi maksudnya itu minta ijin bawa temen cewe ke kosan toh.
Hmm...aneh-aneh wae ne wong lagi tresno.
 #tepukjidat kemudian mereka pun pindah ke kursi di halaman depan kos.
#lho?!

Aku, wedang jahe dan sedikit tentang kalian

0 komentar

Malam semakin larut kawan. hujan di luar belum menampakkan tanda kelelahan mereka untuk turun ke bumi. Kilat dan guruh malah menyemangati mereka untuk terus turun dengan deras. Sementara mereka bersenang-senang dengan aktifitas di luar, aku menyibukkan diriku menengguk perlahan segelas wedang jahe sembari melirik kearah luar jendela. Jalanan nampak sepi. tentu saja orang-orang lebih memilih untuk menutup rapat tubuhnya dengan kain sarung atau selimut ketimbang keluar dalam kondisi dingin.

Tulisan yang aku buat masih separuh jadi. Tergeletak begitu saja di atas meja belajarku. Terhenti karena alasan klasik, ide yang bersembunyi . Seperti rembulan di luar sana, tertutup ia oleh mega mendung dan guyuran hujan. Padahal, sudah jelas bahwa tulisan itu harus aku kumpulkan secepatnya jika aku tidak ingin menyesal dikemudian hari karena terlambat mengirimkannya. Sebuah artikel yang menjadi salah satu syarat kelulusank.

Kembali ku teguk wedang jahe di tanganku. Sensasi hangat kembali menjalar dalam tubuh. Hujan, masih belum usai. Pun sama dengan tulisanku. Kupaksa otak ini kembali bekerja mencari dan menyusun ide dan menuangkannya dalam kata-kata di tulisan yang aku buat. Lumayan, ternyata bisa bertambah hingga tiga paragraf. Ternyata ada benarnya juga bahwa wedang jahe itu bermanfaat untuk mengalirkan darah. rasa-rasanya otakku telah mendapat kiriman darah segar kaya oksigen dari jantung sehingga kembali bisa berpikir.

Kata banyak orang, bisa itu karena biasa. Biasa itu karena dipaksa. Aku memilih untuk memaksa otakku kembali bekerja dan akhirnya jadilah artikel ku. Besok artikel itu bisa kembali aku baca untuk mencari apakah masih ada tulisan-tulisan yang belum sesuai dengan aturan. Malam ini, cukuplah saja. Pemaksaan itu, menurutku, juga ada batasnya. Terlalu dipaksa malah bisa-bisa tidak berguna lagi karena rusak parah.

Hmm...
Lantas aku kemudian berfikir tentang hal lain selain tulisanku itu. Tentang diriku sendiri ke depannya. Apakah aku harus terus berada dalam konsisi seperti ini, atau harus bagaimana? Haruskah aku menunggu teman-temanku hingga skripsi mereka selesai ? Mau berapa lama? Apa mereka sadar jika aku menunggu mereka? Ada ko yang dengan santai nya mencoba menyelesaikan skripsi, padahal, dosen pembimbingnya profesor dan Beliau sangat dermawan. Terbukti dengan bimbingan yang bisa dilakukan dengan frekuensi dan intensitas yang sangat cukup jika dibandingkan dengan bimbinganku. Tapi ya dasar anaknya semprul, skripsinya ntar-ntar an dan sangat santai hingga terkesan menyepelekan. Meskipun aku mengakui skripsinya itu bagus, tapi apa iya aku harus menunggu untuk teman dekat seperti ini ?
Memang, akan lebih baik manakala aku dan mereka duduk dalam satu deret dalam wisuda.
Teman-teman kelas yang sudah luluspun berharap seperti itu.
Tapi kembali lagi bahwa akulah yang lebih berhak memutuskan tentang apa yang menurutku baik dan buruk.
Aku kira aku akan memulainya dengan lulus terlebih dahulu dari bandit yang lain.
Kemudian aku akan mendaftar wisuda terlebih dahulu.
bagaimana dengan omongan orang-orang? kamu sangat egois!
Hmm, ga papa lah. toh, pada dasarnya, mau daftar bareng atau tidak, mau duduk sederet atau tidak, wisuda akan kami lakukan pada hari dan tempat yang sama bukan?
Lagi pula, aku kira, dengan lulus dan mendaftar terlebih dahulu, semoga ini bisa menjadi sedikit pemanas agar mereka lebih semangat dalam mengerjakan skripsi mereka. Aku percaya bahwa melangkah lebih awal, tak berarti meninggalkan.
Semoga pula setelah kami lulus, kami dipermudah dalam mencari rezeki.
Amin.


Tetap semangat kawan...
Skripsi will be end as soon as possible...

Lembar-lembar Sedekah

0 komentar




Entah mulai kapan pastinya, saya sendiri kurang begitu tahu pasti. Sebuah folder, dengan nama folder “Menuju Sukses” secara maraton berpindah dari satu mahasiswa ke mahasiswa lain di jurusan Biologi Unnes. Dilihat dari nama folder itu, seharusnya kita sudah bisa menebak bahwa isi dari folder itu bukanlah sesuatu yang negatif. Apalagi karena folder itu dikopi oleh banyak mahasiswa baik laki-laki maupun perempuan, tentu bukan hal negative bukan?
Saya sendiri, mendapatkan folder itu dari seorang teman, pada saat saya semester 9 menjelang semester 10. Lama juga ya saya kuliah s1-nya, hehe. Folder itu, berisi beberapa file yang semuanya berupa teks dalam eksetensi .doc (Ms Word). File pertama di folder itu, terdiri dari kurang lebih 5 lembar langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang mahasiswa, tentu saja dari jurusan biologi, menuju tahap wisuda. Langkah pertama dibuka dari persiapan menuju TA1 atau seminar proposal. Sebagai informasi saja, bahwa tidak semua jurusan bahkan dalam satu fakultas yang sama, mengadakan seminar proposal. Banyak jurusan yang hanya mengadakan sidang skripsi tanpa di dahului oleh seminar proposal. Jadi, asal dosen pembimbing ok dengan proposal yang kita buat, kita bisa langsung mengambil data. Hal itu tidak seperti yang harus saya dan teman-teman di jurusan biologi lewati.  Kami harus terlebih dahulu melakukan seminar proposal sebelum mengambil data. Itupun terkadang masih harus merevisi terlebih dahulu hasil seminar proposal agar mendapatkan acc pengambilan data di lapangan.
Langkah kedua yang ada di lembaran berikutnya adalah langkah menuju TA II atau ujian/sidang skripsi. Tentu saja, untuk melakukan sidang skripsi ada beberapa syarat yang harus saya lalui sesuai dengan yang tertera di lembar langkah-langkah menuju sukses. Syarat yang dimaksud meliputi fotokopi KRS, transkrip nilai, kartu siap ujian, draft skripsi yang telah di acc dosen pembimbing, bimbingan yang telah diakhiri (minimal 12 kali bimbingan), kartu telah menghadiri ujian TAI sebanyak minimal 20 yang dibuktikan dengan paraf dosen-dosen penguji di masing-masing TAI yang dihadiri dan undangan ujian skripsi. Saya ingat, bahwa saya mengumpulkan tanda tangan TAI sejak sebelum semester 6, karena tidak selalu ada TAI dan tidak setiap TAI saya dating dan membawa kartu kuning itu. Pada tahap ini saja, sudah terlihat cukup ribet, namun tentu saja seribet-ribetnya urusan administrasi, masih kalah dengan semangat mahasiswa yang akan sidang dan berharap cepat lulus.
Setelah langkah kedua selesai ternyata, masih banyak langkah-langkah yang harus dilakukan muali dari bimbingan revisi sampai dapat acc 3 dosen, bimbingan artikel dan poster, bebas lab jurusan, bebas lab jurusan, bebas lab pusat, hingga mendaftar wisuda. Sehingga sangat wajar, manakala seorang mahasiswa biologi merasa senang melihat satu demi satu dari langkah-langkah yang tertulis di lembar menuju sukses tercoret atau telah di beri tanda centang.
Lalu siapakah yang meluangkan waktu untuk kemudian menulis langkah-langkah menuju sukses berikut dengan contoh-contoh dari surat-surat yang diperlukan? Siapapun itu, menurut saya, dia telah melakukan suatu hal sederhana yang sangat bermanfaat. Hal kecil yang berdampak besar (meskipun masih dalam lingkup jurusan)  dan semoga dicatat juga sebagai suatu nilai ibadah. Ah, ya, begitulah yang saya ingat. Sedekah bisa kita lakukan dengan apa yang kita mampu dan miliki. Dan dia, sang penulis dari folder itu, memberikan pelajaran pada saya, pada teman-teman di jurusan biologi, dan semoga pada Anda, bahwa melakukan sedekah itu sederhana, bahwa berbagi pasti menimbulkan suatu solusi. Lakukan dengan apa yang kita miliki, bahkan semiskin-miskinnya kita, kita masih memiliki otak untuk berfikir, masih memiliki wajah untuk tersenyum dan masih banyak nikmat-Nya yang bisa kita gunakan untuk berbagi, untuk bersedekah.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers