There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Rezeki

0 komentar

Sudah lebih dari 4 tahun, usai melepas masa-masa putih abu itu.
Begitulah, waktu cepat sekali berlalu.
Jika boleh mengutip perkataan seorang kawan
"Dont waste your time 
or
Time will waste u" (Sakti, 2010).
Bukan waktu yang singkat jika kita tunggu namun begitu cepat ia berlalu, tanpa disadari, tentu saja.
Malam kemarin, alkhamdulillah ada sedikit rezeki dari ibu dosen. Ya, aku selalu percaya bahwa ini merupakan hasil dari doa abah dan mama di rumah. Aku dapat kabar, mereka berpuasa selama dua hari untuk mama dan tiga hari untuk abah. Mereka bilang, sengaja untk mendoakanku sebelum hari H itu. Masya Allah, maafkan dosa-dosa mereka ya Allah, dan maafkan anakmu ini Ma, Bah, yang bahkan sampai saat ini belum bisa memeberikan apa-apa kepada engkau berdua.
Ya, kembali lagi kepada rezeki yang aku terima dari Bu dosen. Aku juga percaya bahwa ini merupakan salah satu hasil doa dari kalian sobat. Ya, khusnodzon saja, karena tidak tahu memang benar demikian atau tidak hehe.
Kebetulan juga, sesudah sidang kemarin (28/1/15), aku berniat untuk donor darah, namun apa pasal, aku malah di tolak karena tekanan darah yang cukup rendah, 90/60. Pantas saja beberapa hari belakangan aku merasakan pusing. Saran dari orangtua aku diminta untuk makan dengan lauk sate kambing. Saat itu, kebetulan juga aku pas kehabisan uang. Aku sudah berusaha untuk tidak mengutak-atik uang di rekening abah. Tapi apa daya, itu hanya bertahan beberapa minggu saja, uang di tabunganku sendiri hanya bersisa 20 ribu,hmmm miris. Sebenarnya ada uangku yang dipinjamkan ke beberapa teman, jika ditotal mungkin sekitar 330k. Tapi, apa boleh buat, aku menagih juga mereka masih belum punya, mau memaksa juga tidak enak. Aku ingat bahwa pernah dengar jika menagih hutang pada saudara muslim jangan terlalu ngotot atau istilah jawanya nyusu-nyusu, ya sudah, berdoa saja mereka banyak rezeki dan segera melunasi hutang mereka. Amin.
Aku lalu menarik uang di ATM, 100 ribu.
Sore harinya, rezeki itupun datang. Alkhamdulillah, dapat uang lelah dari bu dosen. 
Hmm kalau tahu bakal dapat rezeki, aku mungkin ga bakal narik uang dari rekening babeh.
Karena dapat rezeki itulah, aku lalu memutuskan untuk makan sate kambing sesuai saran orangtua. Alkhamdulillah juga, ada teman dekat yang mau menemani, dan dia juga senang karena dapat cipratan hehe.

Keesokan harinya di sidang jum'at, kembali rezeki datang lagi.
Kali ini, berupa khotbah dengan salah satu khotib favorit, Pak Zaim, begitu beliau biasa disapa.
Pak Zaim mengangkat tema tentang rezeki dan kemiskinan.
Ya, kata beliau, Allah tidak pernah menciptakan kemiskinan. Allah hanya menciptakan kaya dan kecukupan, bukan kaya dan kemiskinan. Ini bisa kita lihat pada surat An Najm ayat 48 yang artinya :

"dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,"

Jika kita coba lihat ayat t sebelumnya, Allah menyandingkan dua hal yang berkebalikan, misalnya tertawa dan menangis, pria dan wanita dan yang lainnya. (coba dibuka ya).

Ya, adapun kemiskinan itu ada bukan sebagai ciptaan melainkan ada bisa dalam rangka ujian, ataupun karena kesalahan kita sendiri yang mis dalam mengatur segala sesuatu, atau bisa juga karena kita banyak maksiat atau hal-hal lain. Jadi akan sangat salah kalau kita membunuh anak-anak kita (kelak, karena aku juga belum nikah) dengan alasan takut miskin, Naudzubillah. Insya Allah, makhlukyang Allah ciptakan ada rezkinya masing-masing, paling tidak, rezeki yang dimiliki dalam taraf cukup dengan kata lain kebutuhan-kebutuhan pokoknya terjamin.

Dan Alkhamdulillah, bahwa kebetulan selanjutnya adalah saat mendengarkan isi khotbah jumat dari yutub oleh ustad Bachtiar Natsir yang membahas rekening utsman. Inti dari khotbah beliau adalah bahwa kita harus berusaha, semaksimal mungkin, sesukses mungkin, agar lebih banyak harta kita yang bisa kita infaqkan di jalan-Nya. Dan berinfaq sodaqoh tentu saja tidak mengurangi harta yang kita miliki, melainkan sebaliknya, terus bertambah seiring berkah yang ada. Bukti yang nyata adalah rekening utsman bin Affan RA, yang sudah wafat beberapa abad yang lalu namun harta kekayaan dan aset yang tersimpan terus bertambah tanpa berkurang. 

Nah, jadi bisa dikatakan pula, kalau kita menikah muda lalu menjumpai keluarga yang kita bentuk berada pada garis kemiskinan, kita jangan lantas menyalahkan Allah dan Rasul-Nya.
"Loh, aku kan menuruti anjuran rosul, untuk menikah dan menggenapi separuh agama Nya. Tapi ko aku mlah kismin, eh miskin maksudnya."
Ya semoga jangan sampai seperti itu. Ingat, kemiskinan itu ada bisa sebagai ujian, mungkin Allah memang ingin melihat sejauh mana usaha kita dan pasangan kita mempertahankan rumah tangga, atau mungkin seperti yang tertulis di atas, bisa jadi karena kita mis management dan banyak maksiat.
Namun baiknya memang, jangan asal main nikah gitu aja deh, kasihan juga kan pasangan kita. Sebelum nikah, sebaiknya kita khatamin dulu baca kitab-kitab kajian fiqih nikah macam Tuhfatul Arus, lalu buku parenting, buku tentang survival di tiga tahun pertama pernikahan karena katanya di tahun-tahun ini memang rawan perceraian, lalu baca juga buku tentang bagaimana jadi Ayah/ibu yang baik, cara mencari nafkah yang khalal dan toyyib dan beberapa kitab pendukung pembinaan keluarga menuju sakinah mawadah warohmah hehe. Jangan lupa juga sebelum menikah kita siap-siap tabungan. Ga harus banyak sih, yang penting cukup. Cukup buat beli rumah, cukup buat beli mobil dan motor, cukup...eh..eh..ga gitu maksudnya. Maksudnya, cukup untuk dijadikan modal mengawali pembinaan rumah tangga. Mungkin tabungannya bisa dijadiin modal bisnis atau kalau memungkinkan ya langsung buat beli-beli barang primer.
  
Wallahualam
#semoga menjadi refleksi
#tulisanngglambyar


Sidang Sega Lengko

0 komentar

"Kamu tahu sega lengko mam?
Bayangkan ibu kamu membuat sega lengko. Apa yang kamu pikirkan supaya sega (red: nasi) yang ibumu buat itu disebut dengan sega lengko?"

Apa yang kamu fikirkan jika aku, yang kuliah di jurusan biologi ini, ditanya seperti itu saat sidang skripsi?
Aku kira kamu akan (dan wajib) heran dengan pertanyaan itu. Aku sama sekali ga kepikiran bahwa dosen penguji keduaku Dr. Saiful Ridlo M.Si yang mengujiku mengeluarkan pertanyaan itu.
Pun, sama kagetnya denganku, kedua dosen yang lain yakni dosen penguji utama dan dosen pembimbingku bingung. Lebih bingung karena mereka sama sekali tidak tahu apa itu sega lengko.
Semua berawal dari hari rabu kemarin.
Aku yang terbangun sejak sebelum subuh karena adik kos yang ribut banget karena nonton bola, dan ternyata chelsea main dan aku lupa , aduh! Untungnya sempat nonton di menit2 terakhir, ga papa deh, lumayan.
Tentu sebelum acara tv selesai aku sudah sholat subuh, dan bergegas mandi dan berpakaian rapih hitam putih. Ya, hari ini aku akan ujian. Akhirnya...
Tapi aku juga bingung dan heran, hari ini aku akan ujian tapi malah aku merasa biasa-biasa saja. Greget yang aku dapat pas akan ujian seminar itu ko ga nampak ya? hm.. mungkin aku kurang menghayati keadaan.
Ok, dan jam 7 aku berangkat ke kampus, langsung menuju ruang yang sudah aku pesan.
Ternyata ruang yang aku pesan sudah di persiapkan oleh dosen (entah dari jurusan apa) untuk seminar dosen-dosen. Hmmm padahal kemarin sudah fiks kalau ruangannya kosong dan ga ada acara. Ya, mahasiswa bung, kita harus menghormati dosen kan?
Alhasil, dengan jam tangan yang menunjukkan waktu di angka 7 lebih 15 menit, aku turun lagi ke lantai 1 dan mencari ruang kosong di gedung D1 lantai 1. Aku langsung menemui pak satpam untuk meminjam kunci dan ternyata kunci ga ada. Allah...
Aku pun lansung ke gedung D1 lagi mencari ibu-ibu cleaning service. Alkhamdulillah ketemu dan bisa membukakan pintunya. Tas bawaan yang berat dan jinjingan di tangan akhirnya bisa di taruh di bawah setelah lari-lari mencari ibu cleaning tadi. Fyuuh..
Dan terbukalah ruang D1 105. Alngsung aku dan satu temanku yang kebetulan datang ke kampus pagi-pagi, erin, menata kursi untuk ibu dan bapak dosen. Aku lalu menyalakan LCD. Wor gw, Lcd proyektor ga mau nyala, dan ini sudah jam setengah 8. Pertolonganpun daang lagi, dua temaku yang lain ian dan okta datang dan mereka membantuku dengan mencari ibu klining. Ruang ujian pun dipindah lagi. Hmm aku sudah terlanjur sms ke tiga dosen.
Dan memang, saat kamu merasa khawatir, cemas dan takut, waktu akan semakin cepat terasa berlalu.
Jam 8.
Ujian dimulai...15 menit awal aku presentasi di hadapan tiga dosen, cukup grogi dan berkeringat karena ruangan juga cukup panas. Hmm tidak terlalu didengarkan (sepertinya) atau aku yang suudzon (astaghfirullah).
Pertanyaanpun akhirnya keluar dari dosen penguji utama.
Ok, bisa ditarik kesimpulan aku bisa menjawabnya.
Kini pertanyaan dari dosen penguji kedua.
Mengalir dengan baik perbaikan dari beliau hingga tiba-tiba aliran itu lambat laun menjadi riak dan berubah menjadi jeram.
Pertanyaan-pertanyaan beliau sukses membuatku menjadi semacam anak yang kepergok pipis sembarangan, senum-senyum tidak karuan. Ditambah pas banget dengan migrain yang saat itu kumat, menjadi sesuatu yang sangat nikmat.
Melihat aku sedikit kepayahan menjawab pertanyaan beliau, beliau lalu memberikan suatu analogi (Yang sengaja dipilih beliau supaya hanya aku dan beliau (yang sama-sama orang Brebes) yang tahu (dan itu
 sukses besar)).

"Kamu tahu sega lengko mam?
Bayangkan ibu kamu membuat sega lengko. Apa yang kamu pikirkan supaya sega (red: nasi) yang ibumu buat itu disebut dengan sega lengko?"
Aku berfikir dan kemudian menjawab. 
"Harus punya sepsifikasi khusus pak. Dari bahan yang digunakan serta penyajiannya semua khusus. Misal nasinya harus diletakkan di urutan keberapa dan yang lainnya"
"Nah kalau timunnya diiris bulat-bulat apa masih disebut sega lengko?"
"Tidak pak"
"harusnya ngiris timun ya seperti apa?"
"di cacag-cacag pak" (sambil memberikan simulasi)
"lalu kalau tempenya di iris utuh kotakan?"
"tidak pak"
dan berlanjut sampai dengan pertanyaan tentang tahu dan kecap serta beberapa bahan sega lengko yang lain.
Dalam hati aku sedikit mengingkari jawabanku sendiri. Nun di daam hati, menurutku, kalau pas lapar ya tetap dimakan wlaupun penyajian nya agak ga karuan. Hehe

"Jadi seperti itu mam seharusnya spesifikasi produk itu"
"Sedetail itu ya pak?" tanyaku
"iya"
dan beliau kembali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bikin ikmat kepala menjadi berlipat.
Ekspresiku tentu saja tidak bisa disembunyikan, beliau lalu memberikan pernyataan sembari menunggu aku menjawab.

"Mam, bapak itu sayang sama kamu. Bapak tahu kalau imam itu cerdas. Eman-eman (red :sayang) kalau tidak ditanya sekalian yang dalam dan berat."

Cess. Mateng banget dah pernyataannya. Nambah ga bisa konsen njawab. Perasaan aku biasa saja jadi mahsiswa. IPK ya standar, aktif organisasi ya biasa, ko bapak menilaiku demikian ya? entahlah. --a

Dan aku menjawab pertanyaan beliau pada akhirnya, meski tetap ada perbaikan jwaban dari beliau.
Aku kembali ditanya pertanyaan unik.
"Mam, jan-jane kalau saya menguji seperti ini, kamu takut ngga?
"hmmm..."(berfikir redaksi yang baik)
"ngga sih pak.biasa saja pak"
"Soalnya saya kalau nguji ya seperti ini, tegas, dan ada yang sampai bilang ke saya ..woless pak woless"
"hmm kalau saya biasa aja pak"
Dan akhirnya giliran beliau bertanya disudahi.
Koreksi dlanjutkan oleh dosen pembimbing.
"Imam, entah imam tergesa-gesa atau gimana yah saya juga kurang tahu. Ada beberapa hal yang saudara lewatkan....ini ini ini (sambil menujukkan halaman dan slide yang terpampang)"
sebenarnya itu memang beberapa hal yang ingin saya ralat Bu (ujarku dalam hati).
Ya sudahlah... pertanyaan beliau berlanjut hingga pada akhirnya beliau menapakkan keheranan dengan menyebut namaku dua kali dengan nada sunda khas nya.
"Imam....imam...saudara itu"
Well finally
"Bagaimana Pak, diluluskan atau tidak?" tanya dosbingku pada peguji utama
"lulus"
"pak?" tanya bu dosbing pada penguji kedua.
"lulus."
"Baik, imam. Saudara kami luluskan. Selamat. Tapi sepertinya untuk ikut wisuda bulan februari ini masih belum bisa. Alangkah baiknya saudara selesaikan dulu ini semua, diperbaiki. Cepat-cepat boleh, tapi lebih baik dibenerin dulu. Yang penting sebelum semester 10 saudara harus sudah lulus biar ga bayar uang kuliah lagi"
cesszz...ademnya denger pernyataan itu. Walaupun harus diakui ada sedikit kekecewaan karena nanggung banget ga bisa ikut wisuda februari. hmm
Alkhamdulillah

#teriring maaf untuk mama dan abah di rumah maaf masih temengecewakan.

Lupa tanggal lahir?

0 komentar

Aku mungkin sudah pernah bercerita, bahwa orangtuaku tidak pernah mengajariku mengenai ulangtahun dan perayaannya. Tapi seiring waktu, aku jadi tahu bahwa seperti apapun orang, entah ia terbiasa atau tidak merayakan ulangtahunnya ia akan sangat senang manakala dia mendapatkan ucapan selamat dari kita. ucapan itu, paling tidak, menandakan bahwa kita mengingat salah satu momen penting dari hidup seseorang. Momen dimana ia pertama kali menghirup udara dunia, meinggalkan ruang nyaman bernama rahim.
Meskipun, kadang orang yang kita beri ucapan memerikan balasan seperti "oh ya ya, aku malah lupa ulang tahunku loh" atau kalinat lain yang sejenis, aku masih percaya bahwa di dalam hati mereka merasa senang.
Namun apa jadinya jika hari lahirmu dilupakan banyak orang?
Ya, kalau buat aku sendiri ga terlalu masalah, tapi buat dia rupanya beda jauh.
Aku juga ga tahu apa penyebanya aku lupa tanggal ulangtahun dia. Padahal seingatku aku sudah mensetnya di hp ku. Ups! Hp ku kan sekarang dibawa sama mama di rumah, haha (yo pantes)
Ceritanya gini.. pas hari ibu tahun lalu, aku iseng mengirimkannya sms ucapan selamat hari ibu.
"Selamat hari Ibu (untuk semua ibu dan calon ibu masa depan)"
dan dibalas
"iya, makasih. Padahal desember ga cuma hari ibu doang loh"
mendapatkan balasan seperti itu, otakku langsung berputar. File-file lama dalam folder otak yang lama ga dibuka aku obrak abrik demi mencari tahu ada apa di bulan desember?
Ok!
ketemu! tanpa membutuhkan waktu lama aku ingat bahwa masku lahir  dibulan itu.
dan aku lalu mengirimkan sms balasan.
dan dibalas lagi olehnya dengan sms yang menyiratkan kekecewaan.
Hmm apa sih ?
Aku terus bertanya-tanya. Aku juga menanyakan padanya. Ada apa di bulan desember?
Semakin aku bertanya semakin dia merasa kecewa.
akhirnya aku memutuskan menghentikan chat untuk sementara waktu sambil merenung ada apa sebenarnya di bulan desember?
putus asa dengan memori yang hilang entah kemana, aku lalu stalking fb nya, mencari  tahu apa yang spesial di bulan desember.
Tek! serasa jarum jam ngepas di angka duabelas. Aku pun ingat, ya, desember itu ada tanggal ulang tahun dia.
Waduh! aku lupa!
Ya mau bagaimana lagi. Sudah kadung bikin orang kecewa.
Minta maaf pun percuma.
lah pie...?
#
Kesimpulan :
kalau bisa untuk tanggal tanggal istimewa terutama dari orang yang istimewa juga kamu jangan sampai lupa. Lakukan apapun yang membuat kamu ingat. Entah itu reminder di hp, email, catatan manual atau apapun.
give ur care with a simple way :)

Mampet

0 komentar

Dua hari ga megang skripsi karena demam tinggi dan hidung yang terus meler
Begitulah, lagi ngejar waktu malah tahu-tahu drop
Berhubung sekarang sudah mendingan (Alkhamdulilah) mari kita lanjutkan

Sedikit cerita di awal Januari

0 komentar

Pagi kawan
Assalamualaikum wr wb
Apa kabar? Semoga sehat-sehat selalu.
Sejenak mari mengheningkan cipta, berdoa untuk semua korban-korban dari bencana yang kemarin2 datang ke negeri kita.
Alfatikhah...
#
Pagi ini, aku merasa ada yang berbeda di tampilan awal beranda blogger ku.
Ada yang menghilang dari sana.
Padahal biasanya ada di sana, di antara daftar alamat blog yang menjadi langganan dan favorit.
Ternyata, oleh pemiliknya, alamat blog miliknya sengaja ditutup.
Ada sedikit masalah yang timbul dari blog yang dia kelola. "Urusan anak muda", begitu kurang lebih jawaban yang di berikannya sewaktu aku konfirmasi perihal penutupan blog kotaro nya.
Jadi, untuk sementara waktu hanya pengelola (dia) saja yang bisa membaca tulisan-tulisan yang ada di blognya.
Ok. Itu pilihan dia. Kita harus menghargainya.
#
Satu minggu belakangan (terhitung sejak senin pekan lalu), banyak kawan-kawan yang sudah melakukan sidang skripsi (TA II). Banyak yang melakukannya diam-diam, hanya dia tuhan dan penguji yang tahu haha (lebeeeeeh).
well, aku sendiri masih kurang 3 bimbingan lagi. Masih mencoba untuk bersabar dan menyemangati diri sendiri. Aku sok sibuk mungkin ya?
Mungkin karena aku (Berlagak) jadi tokoh penting yang membantu dosen pembimbing mengoreksi ujian-ujian mata kuliah beliau (yang aku asisteni) sejumlah 3 rombel (111 siswa) dengan total jumlah ujian yang dikoreksi 2 mid teori, 1 uas teori, 1 mid responsi dan 1 ujian akhir responsi (belum termassuk laporan). Masya Allah...nikmatnya :) Kata kharis, "kamu mungkin ga bakal dilulusin karena beliau seneng, dibantuin kamu. Asisten kesayangan haahha". .... --a Hmmm Gendut! *punch
Alkhamdulillah, untuk 2 mid teori dan 1 uas teori, aku hanya kebagian mengoreksi bagian pilhan ganda, dan alkhamdulillah, ada beberapa kawan yang mau membantuku (walaupun beberapa dari mereka bilang terpaksa hahaha).
Ya, Awal januari yang kini sudah masuk pertengahan.
Tetap ada doa dibalik semua ini.
Ya, biar Allah yang tahu doaku itu, meski mungkin kamu bisa menebak apa isi doaku itu.
Semoga bisa :)

#
NB : ternyata menelpon CS provider jaringan itu lumayan bikin emosi. 3 kali dalam 1 hari menelpon CS.
Tapi alkhamdulillah smua gangguan koneksi jaringan bisa teratasi dan bisa internetan (lumayan) kenceng sekarang.

Ibu

0 komentar



“Kamu tahu siapa yang berada di balik pintu itu?”
Aku menanyakan hal itu padamu berulang kali
Berulang kali juga kau menggeleng
Seolah mulutmu terkunci untuk sejenak berkata tidak
Aku kembali menanyakan hal itu
“Kamu tahu siapa yang berada di balik pintu itu?”
Untuk kesekian kalinya kau menggeleng
Meyakinkan aku bahwa mulutmu memang benar-benar sedang mogok bicara
“Dia yang di balik pintu adalah seorang lelaki
Kamu percaya apa yang aku katakan?”
Kembali kau menggeleng
Kali ini lebih mantap dari sebelumnya
“Jadi kamu pikir dia itu perempuan?”
Kau mengangguk mantap
Sementara kita terus bertanya jawab
Sosok di balik pintu itu terus menggedor-gedor dengan garang
Apa harus aku buka?
Kali ini aku bertanya dalam hati
Dia yang di depanku kali ini bangkit dari duduknya
Matanya memandang tajam kea rahku
Mengisyaratkan
“CEPAT BUKA PINTUNYA BODOH!”
Aku sedikit tersentak mendapatkan tatapan itu
Aku bangkit pula dari tempat dudukku
Segera aku menuruti apa maunya
Pintu segera kubuka
Angin dingin langsung saja menamparku
Aku menggigil menggigit ujung bibir
Bukan dingin yang jadi sebab
Tapi karena sosok di balik pintu itu
Yang menatapku tajam seakan hendak menerkam
Yang membawa jinjingan siap untuk dilempar
Yang badannya basah kuyup
Yang pasti juga merasakan kedinginan
Kali ini 2 pasang mata itu memojokkanku
Kaka dan sosok di balik pintu itu
IBU!

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers