There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Amdal

0 komentar

Amdal, oh amdal
Tebalmu melebihi tebal skripsiku
dan sampai detik ini masih belum selesai.
untuk bab II saja sudah mencapai 113 lembar..
belum ditambah bab I dan III apalagi lampirannya...
nyaris 1 rim
atau mungkin bakal lebih.

Pagi

0 komentar

Pagi ini di mulai dengan udara yang dingin menusuk hingga tulang-tulangku dengan sangat mudah.
Hari ini, murid-murid SD masih diliburkan. Mereka masih belajar di rumah hingga hari senin besok.
Kau tahu, udara dingin pagi hari di puri banteran (tempatku sementara ini tinggal), bikin orang-orang kurus kaya aku merasa enggan untuk beranjak keluar. Ingin untuk terus bersembunyi saja di balik kehangatan jaket dan kain sarung (karena ga ada selimut).
Tapi dingin dan rasa malas harus di lawan.
Dan membeli sarapan adalah salah satu cara yang dipilih.
Pakai sepeda motor untuk menuju pasar.
Brrrrr....
Cara kedua mengusir dingin usai membeli sarapan dan memakannya adalah dengan melakukan aktifitas.
mencabuti rumput pun dipilih. Sebenarnya sih males juga mencabutinya. Masih mending di sabit atau di cangkul saja. Tapi karena ga ada alat-alat itu dan mau minjam ke tetangga mereka pada berangkat kerja tak apalah pakai tangan kosong dulu. Coba gitu ya bisa jurus seribu bayangan, bisa lebih cepat tuh bebersih nya, haha..ngayal.
Tapi pertolongan pun tiba, bukan karena kagebunshin no jutsu, tapi karena tuyul-tuyul alias anak-anak kompleks setingkat SD (yang masih liburan) main bola di depan rumah. Dipanggillah mereka oleh teman satu rumahku. Mereka meminta imbalan uang, tapi aku menawarkan mereka gorengan. OK, deal. Mereka mulai bekerja.
Wah, aku harus akui, semangat mereka pagi ini terbilang cukup tinggi.
Pekerjaan itu tak berlagsung lama, 5 menit dan kami akhiri.
Aku ingin memberikan mereka gorengan sesuai dengan penawaran di awal tadi.
tapi apa lacur, temanku malah melarang.
katanya, kalau ngasih ya harus semuanya, padahal kan yang ngebantuin cuma dua tiga anak doang.
Hadeeh...
Pagi yang dingin, diawali dengan hal tidak terpuji.
Ok, siang ini, harus dibayarkan. Janji, kepada anak kecilpun tetaplah janji.
Betulkan?

*Dunia anak-anak itu memang istimewa.
Semoga tahun ini ada kesempatan untuk melihat lebih dekat dunia mereka di belahan bumi Indonesia.
Amin

Raket - prolog

0 komentar

Raket - Prolog
Anak kecil itu duduk diam menatap ke arah luar jendela rumahnya. Hujan deras sekali sampai-sampai suaranya bak satu peleton pemain drum. Sesekali petir menyambar. Ibu anak itu, sedari tadi sudah belasan kali melarang anaknya dekat-dekat jendela. Khawatir ia pada petir. Siapa tahu petir lelah di atas sana dan mengetuk jendela, tepat di tempat anaknya berada, untuk sekedar mampir.
Namun anak itu tak sedikitpun bergeming. Tetap saja ia duduk di tempatnya. Ia tahu betul bahwa diluar hujan, suhu menjadi dingin, langit gelap dan tentu saja, tanah menjadi becek. Dia tahu betul itu semua terjadi diluar rumahnya. Tapi sekali lagi, dia enggan untuk menuruti mau Ibunya. Biasanya hujan terasa sangat menyenangkan. Bisa bercengkrama dan berkumpul dengan ayah Ibu dan kedua adiknya. Tapi lain dengan hujan sore ini. Dia terlihat sangat sedih dan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Tangannya sedari tadi kuat memegang barang yang terlihat masih sangat baru. Raket bulutangkis.
Hujan yang menjadikan tanah becek, tentu saja membuatnya sedih. Pasalnya, dia dan adik-adiknya sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bermain bulutangkis bersama di lapangan bulutangkis dekat rumah Pak RT. Ya, benar-benar jauh hari. Bukan seperti kita, bisa bermain kapan saja kita suka. Siapa terka, bahwa raketnya itu dia dapat dengan waktu yang tidak sebentar. Raketnya itu penuh dengan cerita.

Sol, apa kamu punya waktu untuk sekedar mendengarkanku bercerita tentang anak itu dan raket barunya ?

Careri (Catatan Sore Hari)

0 komentar

Masih berkutat lagi dengan babi. Alhamdulillah, setidaknya sampai hari ini belum ketemuan secara langsung (lagi) dengan makhluk itu. Tapi kemungkinan minggu ini sama salah satu dosen kembali ke area peternakan babi untuk mengambil data yang kurang. Revisi dari Bapak Dosen lumayan banyak juga. Lumayan banyak juga pelajaran yang bisa di ambil.
**
Alhamdulillah, kamu juga semakin dekat sol. jadi pengin mintonan lagi Sol. Apa kabar lapangan balai desa Sol?
Ga kerasa ya sol, sudah mau puasa lagi.
Itu berarti sudah hampir satu tahun sol, hahaha
Urutan pertama dari deretan nama
Yang pernah kita kagumi
Yang pernah kita ingini
Yang makin Intens saja Shol perjumpaan secara tulisan
Ehm, perjumpaan secara lisan belum ko sampai sekarang
Yang penting sih perjumpaan hati (Eaa....haha)
Sol, sudah satu tahun sejak perbincangan kita tentangnya
Empat tahun lebih juga Sol dari pertama masuk
 Bisa ga ya Sol lanjut sama Sisol
Semoga Sol. Semoga saja.
**
Semoga malam ini selesai sudah perbaikan babi dan melanjutkan dengan segera pada proyek dishub kebumen.
Semangat menyambut Juni Sol

Tod!

0 komentar

Pelajaran bisa dipetik dari berbagai macam kondisi.
Baik itu dari kondisi senang maupun susah, saat bahagia maupun berduka. Meski kita harus meraba-raba, jangan sekali-kali melewatinya tanpa menemukan hikmah atau pelajaran dibalik kejadian.
Padanya kembali lagi aku acungkan jempolku kali ini semuanya (termasuk jempol kaki hehe).
Dia, Pengkuh Fajar Perdana.
Maaf, untuk kali ini aku ingin menulis sedikit kekagumanku padamu.
Belakangan ini, dia memberikan cukup banyak pelajaran tentang kehidupan. Baik disadari olehnya ataupun tidak.

1. Jadilah lelaki yang kuat seperti bolu di formalin
kalimat itu masih sering terbayang di kepalaku. Saat aku merasa down melihat abah yang terbaring sakit, dia memberikan suntikan semangat melalui caranya yang khas. Sepertinya aku sudah menceritakan sedikit percakapanku dengannya pada postinganku sebelumnya.
Akupun jadi ingat, bahwa Abahmu pernah sakit lama, kamu tidak terlalu mengekspos perihal sakit abahmu. Hanya beberapa orang saja yang tahu. Sebagai teman aku sendiri malu karena belum pernah sekalipun menjenguk Abahmu (kala itu).

2. Ini bukan tentang balapan
Tsaah.......
Ultaman akhirnya datang dan berteriak di kehidupanmu. Selamat Tod! akhirnya statusmu sebagai jalang eh lajang maksudku (*peace)  kini berubah (Hensin!). Tepat di 20 April 2015 lalu, kau akhirnya menikah juga. Mendahului teman-temanmu termasuk aku, wawan, hefi, silvi, yoga dll. Ini juga sekaligus sebagai langkahmu menyusul teman-teman kita yang sudah terlebih dahulu mengikrarkan janji sucinya di depan pak penghulu. "Menikah bukan sebuah balapan, adu cepat siapa yang duluan," katamu. Tentang kapan kamu lamaran, juga banyak yang tidak tahu, termasuk aku. Salut dah, pelan tapi pasti. Seperti batalion infanteri saja kau ini, Senyap Cepat Tepat, hehe. Semoga menjadi keluarga Samawa kawan.

3. Bahumu untuknya terakhir kali
Jumat lalu, distatus bbm mu, kamu menuliskan sesuatu tentang kondisi abahmu.
Aku lantas mengamini doamu, dan menanyakan kepada isterimu tentang kondisi abahmu saat itu.
Ternyata abahmu tengah kritis. Aku lantas berniat untuk pulang keesokan harinya, dengan terlebih dahulu menyelesaikan tugasku di Banyumas.
Jumat malam, Hp ku mati dan aku charger hingga pagi.
Barulah pagi itu, Bc dari bbm mu masuk.
Bc berisi kabar duka, Abahmu sudah dipanggil pulang oleh-Nya.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Semua yang berasal dari-Nya akan kembali pada-Nya juga.
Aku segera berangkat menuju rumah duka.
Alhamdulillah masih belum dimakamkan, meskipun sayang aku tidak bisa ikut menyolati Beliau.
Aku pun berjalan di belakang pembawa keranda. tepat di belakang orang yang ada di belakang sisi kanan. kamu berada di depan sisi kiri waktu itu.
Aku ga tahu awalnya gimana, tapi tahu-tahu aku juga ikut membawa Beliau, menggantikan orang di depanku.
Disitulah aku melihatmu, sepanjang jalan dengan penuh penghormatan sebagai seorang anak, membawa beliau untuk terakhir kalinya dengan bahumu itu dari awal ke liang lahat.
(Ne, pas giliranku nanti, semoga aku bisa jga kuat n tetap kelihatan tegar sepertimu). 
tod..tod...
Mudah-mudahan Beliau di ampuni dosa2nya dan diterima amal baiknya.
Insya Allah Beliau bangga denganmu tod!


Makasih tod ilmune.




BABI!

0 komentar

Sama sekali tidak menduga bahwa hari ini akan dipenuhi rasa mual.
Setelah bertemu dengan 1500an babi dan 4 ekor anjing yang salah satunya sedang memakan bangkai anak babi, aku merasa sangat mual. Pengalaman pertama yang sulit dilupakan. Jika nanti kembali bertemu dan berdekatan dengan mereka, siapkah aku?

Puri Banteran
Sumbang-Purbalingga
Selasa, 13 mei 2015

Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi - HIVI!

0 komentar

ketika ku mendengar bahwakini kau tak lagi dengannya 
dalam benakku timbul tanya
masihkah ada dia di hatimu bertahta 
atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi
meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa
 ada yang berbeda di antara kita
dan tak mungkin ku melewatkanmu
 hanya karena diriku tak mampu untuk bicara 
bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
kini ku tak lagi dengannya
sudah tak ada lagi rasa antara aku dengan dia (dengan dia)
 siapkah kau bertahta di hatiku, adinda
 karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku 
namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi oooh
meski bibir ini tak berkatabukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
 dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena 
diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
pikirlah saja dulu hingga tiada ragu 
agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
 pikirlah saja dulu hingga tiada raguagar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu 
oooh siapkah kau tuk jatuh cinta lagi
meski bibir ini tak berkatabukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karenadiriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-siabila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-siasiap kah kau tuk jatuh cinta lagi

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers