Tod!

Pelajaran bisa dipetik dari berbagai macam kondisi.
Baik itu dari kondisi senang maupun susah, saat bahagia maupun berduka. Meski kita harus meraba-raba, jangan sekali-kali melewatinya tanpa menemukan hikmah atau pelajaran dibalik kejadian.
Padanya kembali lagi aku acungkan jempolku kali ini semuanya (termasuk jempol kaki hehe).
Dia, Pengkuh Fajar Perdana.
Maaf, untuk kali ini aku ingin menulis sedikit kekagumanku padamu.
Belakangan ini, dia memberikan cukup banyak pelajaran tentang kehidupan. Baik disadari olehnya ataupun tidak.

1. Jadilah lelaki yang kuat seperti bolu di formalin
kalimat itu masih sering terbayang di kepalaku. Saat aku merasa down melihat abah yang terbaring sakit, dia memberikan suntikan semangat melalui caranya yang khas. Sepertinya aku sudah menceritakan sedikit percakapanku dengannya pada postinganku sebelumnya.
Akupun jadi ingat, bahwa Abahmu pernah sakit lama, kamu tidak terlalu mengekspos perihal sakit abahmu. Hanya beberapa orang saja yang tahu. Sebagai teman aku sendiri malu karena belum pernah sekalipun menjenguk Abahmu (kala itu).

2. Ini bukan tentang balapan
Tsaah.......
Ultaman akhirnya datang dan berteriak di kehidupanmu. Selamat Tod! akhirnya statusmu sebagai jalang eh lajang maksudku (*peace)  kini berubah (Hensin!). Tepat di 20 April 2015 lalu, kau akhirnya menikah juga. Mendahului teman-temanmu termasuk aku, wawan, hefi, silvi, yoga dll. Ini juga sekaligus sebagai langkahmu menyusul teman-teman kita yang sudah terlebih dahulu mengikrarkan janji sucinya di depan pak penghulu. "Menikah bukan sebuah balapan, adu cepat siapa yang duluan," katamu. Tentang kapan kamu lamaran, juga banyak yang tidak tahu, termasuk aku. Salut dah, pelan tapi pasti. Seperti batalion infanteri saja kau ini, Senyap Cepat Tepat, hehe. Semoga menjadi keluarga Samawa kawan.

3. Bahumu untuknya terakhir kali
Jumat lalu, distatus bbm mu, kamu menuliskan sesuatu tentang kondisi abahmu.
Aku lantas mengamini doamu, dan menanyakan kepada isterimu tentang kondisi abahmu saat itu.
Ternyata abahmu tengah kritis. Aku lantas berniat untuk pulang keesokan harinya, dengan terlebih dahulu menyelesaikan tugasku di Banyumas.
Jumat malam, Hp ku mati dan aku charger hingga pagi.
Barulah pagi itu, Bc dari bbm mu masuk.
Bc berisi kabar duka, Abahmu sudah dipanggil pulang oleh-Nya.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Semua yang berasal dari-Nya akan kembali pada-Nya juga.
Aku segera berangkat menuju rumah duka.
Alhamdulillah masih belum dimakamkan, meskipun sayang aku tidak bisa ikut menyolati Beliau.
Aku pun berjalan di belakang pembawa keranda. tepat di belakang orang yang ada di belakang sisi kanan. kamu berada di depan sisi kiri waktu itu.
Aku ga tahu awalnya gimana, tapi tahu-tahu aku juga ikut membawa Beliau, menggantikan orang di depanku.
Disitulah aku melihatmu, sepanjang jalan dengan penuh penghormatan sebagai seorang anak, membawa beliau untuk terakhir kalinya dengan bahumu itu dari awal ke liang lahat.
(Ne, pas giliranku nanti, semoga aku bisa jga kuat n tetap kelihatan tegar sepertimu). 
tod..tod...
Mudah-mudahan Beliau di ampuni dosa2nya dan diterima amal baiknya.
Insya Allah Beliau bangga denganmu tod!


Makasih tod ilmune.




0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers