Sekolah Satu Atap

Apa masalah yang sering kali dihadapi oleh orang-orang daerah saat akan menyekolahkan anak mereka menuju sekolah menengah?
Salah satu diantara banyaknya masalah yang ada adalah jarak antara rumah menuju sekolah menengah yang terlalu jauh, bahkan melebihi jauh dan susahnya jarak tempuh antara rumah mereka dengan sekolah dasar. Kondisi tersebut, membuat banyak orangtua berpikir ulang tentang anak-anak mereka. Selain jarak yang lebih jauh, kebanyakan orangtua juga memiliki kekhawatiran terhadap kemampuan adaptasi anak mereka.
Sebagai upaya untuk memfasilitasi keberlanjutan program wajib belajar sembilan tahun, yang mengharapkan bahwa anak-anak di Indonesia memiliki pendidikan sekurang-kurangnya sebagai tamatan SMP serta untuk mengefisienkan pembangunan sekolah dengan mempertimbangkan jumlah siswa yang ada, maka pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan program sekolah satu atap.
Sekolah satu atap merupakan sekolah yang menggabugkan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah.
Jadi, dalam satu komplek bangunan bisa kita jumpai murid-murid dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Dilihat dari alur koordinasi, sebuah sekolah satu atap dapat dibedaka menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah sekolah satu atap yang memiliki satu kepala sekolah dan memimpin guru dan staff sekolah meliputi sekolah dasar dan menengah. pada sekolah tipe ini, guru-guru yang mengajar di SD berkemungkinan juga mengajar di beberapa mata pelajaran di Sekolah Menengah (SMP). Tipe sekolah yang kedua adalah sekolah satu atap yang memiliki dua kepala sekolah dan staff guru untuk masing-masing kepala sekolah, namun masih melakukan koordinasi antar kepala sekolah dan terletak pada satu tempat (sekolahan) yang sama.
Menurut saya, keberadaan sekolah satu atap (SD-SMP) sangat tepat untuk diterapkan, karena masih banyak daerah di Indonesia yang terpencil dan terisolir sehingga akses untuk menuju sekolah menengah sangat susah, bahkan tidak jarang harus mempertaruhkan nyawa mereka ketika berangkat sekolah. Keberadaan sekolah satu atap selain mendekatkan antara sekolah dengan siswa, juga mendekatkan pemerintah dengan salah satu tujan NKRI yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4 yakni "mencerdaskan kehidupan bangsa". 
Tentu saja, setelah sekolah satu atap dibangun, perlu adanya pengelolaan yang baik. Untuk itulah peran dan partisipasi kepala sekolah, guru, staff sekolah dan tidak lepas pula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menjamin keberlangsungan sekolah sangat diharapkan.

Referensi :

*Lalu, apakah di daerah SM-3T nanti akan berjumpa dengan sekolah satu atap?
Kita tunggu saja nanti. Terus berdoa agar lolos program sm3T. Amin

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers