There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Epilog (Tayan, hujan dan pengabdian)

0 komentar



Laki-laki itu masih duduk di luar pondok kopi. Dia sadar bahwa tubuhnya mulai basah terkena pias hujan yang turun dengan deras. Hujan paling deras dalam sepekan ini. Mbok Mirna, si pemilik kedai kopi sudah berulangkali menawarkan pada laki-laki itu untuk masuk ke dalam kedainya. Berlindung dari pias air hujan, namun laki-laki itu hanya tersenyum, menggeleng sedikit dan mengucapkan terimakasih.
Laki-laki itu bukan tidak sadar bahwa dirinya kini mulai basah. Dia merasa menikmati suasana hujan. Pandangannya tidak luput dari sungai Tayan yang ada di depannya. Saat angin bertiup menyapu hujan, saat itu juga seolah terbentuk sapuan tirai di permukaan sungai, membentuk ombak-ombak kecil yang indah dipandang.
Suara ribut air hujan. Suara desir angin yang menyapunya. Teriakan dan tawa anak-anak dikejauhan yang bermain hujan-hujanan. Semua itu membuatnya enggan untuk beranjak. Sekalipun hanya masuk ke dalam kedai kopi milik Mbok Mirna.
Agak ragu, tiba-tiba laki-laki itu merogoh saku celananya. Diambilnya kunci motor miliknya dan ditimang-timang. Laki-laki itu kembali menatap hujan. Dia tersenyum lebih lebar dari sebelumnya. Diambilnya topi di meja kedai kopi tempatnya sekarang. Dia beranjak, melangkah keluar dari kedai kopi itu. Membiarkan dirinya basah bukan lagi karena pias tapi karena terguyur air hujan. Dia menyalakan sepeda motor miliknya dan diarahkannya menuju ke utara. Ke arah rumah dinas miliknya.
Laki-laki itu terus tersenyum. Sesekali ia melihat keatas lalu tertawa dan membuka mulutnya lebar-lebar. Air hujan itu lantas sedikit banyak masuk kedalam mulutnya. Manis, segar dan melegakan. Air hujan yang diminumnya seolah menyingkirkan beban kerjanya selama sepekan ini.
Terlalu asyiknya dia menengadah ke atas. Dia lupa memperhatikan semua yang ada di depannya.
Hal yang terakhir yang dia ingat adalah bunyi keras dua benda yang bertumbukan lalu beberapa orang memanggil namanya dengan samar-samar. Perlahan, rasa dingin menjalar di seluruh badannya. Lambat laun yang dilihatnya kini gelap. Semakin gelap. Tubuhnya terasa dingin. Semakin dingin.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers