Teman

Seseorang pernah berkata bahwa teman  terdekat dari seseorang bisa menunjukkan bagaimana karakter seseorang itu.
Seseorang yang lain berkata bahwa sebaiknya kita memang berteman dengan orang-orang yang berdampak baik saja terhadap kita.
Seseorang yang lain berkata bahwa kita berteman dengan semua orang tidak peduli bagaimana dia. Asalkan kita boleh bercampur tapi tak lebur.
Seseorang yang lain mengatakan pepatah Jawa"Ojo perek kebo gupak" jangan mendekati kerbau yang bermain air, pasti kita akan ikutan kotor.
Semua yang dikatakan oleh orang-orang di atas menurut ku benar. Benar menurut pandangan mereka. Benar tergantung bagaimana kita menyikapi pandangan mereka yang ada.
Aku pribadi lebih condong untuk berteman dengan segala tipikal orang. Mulai dari yang benar-benar bengkok, setengah lurus hingga lurus sepenuhnya.
Bagiku, dengan berteman dan mengenal berbagai macam karakter orang kita akan semakin lebih memiliki wawasan yang luas dan sudut pandangan yang lebih luas juga. Walaupun secara jujur terkadang aku agak kesulitan untuk menempatkan diri di antara mereka.
Bukan berarti bahwa aku memakai banyak topeng untuk membuat suatu paradoks. Aku, tetap seperti biasa. Masih mencoba untuk menjadi yang lurus sekalipun terkadang sedikit miring. Pun tetap berusaha agar tidak miring terlalu jauh.
Pertemanan bisa kita dapat melalui banyak hal, dengan variasi waktu yang berbeda beda. Ada waktu dimana kita mengenal orang hanya dalam waktu yang singkat namun ternyata menjadi teman yang begitu dekat. Ada pula waktu dimana semua itu menjadi kebalikannya.
**
1 tahun
Waktu satu tahun mengikuti program SM3T di kab. Sanggau, merupakan masa yang ada untuk melihat bagaimana karakter orang-orang di sekitarku. Aku, yang dipercaya oleh teman-teman menjadi seorang kordinator tentu saja mau tak mau harus melihat mereka 1 per satu semaksimal mungkin.
Kembali lagi pada pernyataan ku yang memilih untuk berteman dengan semua orang. Ditambah dengan status ku sebagai ketua, maka sudah sewajarnya aku berdiri di tengah, mencoba untuk menjadi penyeimbang diantara para anggota.
Ternyata memang tidak mudah.
Teman-teman yang aku koordinir ada 29 orang. Semuanya tersebar di Kabupaten Sanggau yang luasnya, lebih luas dari Jawa barat. Saru persatu ingin dikunjungi. Satu persatu ingin dihubungi. Dan kebanyakan berkumpul di daerah perbatasan. Aku sendiri ada di kecamatan yang butuh waktu 4 jam lebih untuk ke perbatasan Entikong, tempat kawan-kawan lebih banyak ditempatkan. Aku, lebih dekat ke kabupaten yang hanya 2 jam.
Selain masalah jarak, otomatis tiap orang dari 29 orang itu memiliki kepala dan isi pikiran yang berbeda-beda. Seringkali kami menemukan perbedaan pendapat dan yang paling sering dan paling menyebalkan adalah jika perbedaan itu menyangkut masalah keuangan. Hal yang sangat sensitif di sini.
Banyak kejadian yang membuatku dari awal ingin mundur dari ketua. Aku merasa susah. Sinyal payah, jarak jauh, koordinir kawan-kawan pun jadi semrawut. Tapi tidak ada satupun yang mau menggantikan. Ok aku terima, dg semua konsekuensi nya.
Bapak kepala sekolah pernah berkata, "jika kamu meminta jabatan maka kamu akan ditinggalkan dan dilupakan.
Jika kamu diberi amanah, insya.Allah akan selalu ada yang membantu.
Padahal, aku tahu banyak yang lebih berkompeten, tapi kembali lagi, semua mencari aman dan ingin terima beres, merasa diri tidak layak.
Satu tahun.
Karakter karakter asli teman-teman perlahan mulai terlihat. Mana-mana saja kawan yang tidak terlalu ambil pusing dalam urusan kordinasi dan kegiatan mulai nampak. Pun dengan karakter teman yang hobi membandingkan dengan kabupaten lain. Banyak karakter yang terkadang membuatku bertanya"ini beneran dia kah?" atau membuatku mengeluarkan statemen "oh, dia seperti itu ternyata".
Satu tahun.
Potensi kawan-kawan pun semakin terlihat. Banyak yang sebenarnya mampu mengkordinir kegiatan dengan sangat baik (menurutku) namun masih malu untuk show up. Ada pula yang memang menjadi pengeksekusi handal di lapangan. Ada yang benar-benar sadis dalam mengelola keuangan hingga lebih terlihat pelit, tapi sebenarnya dia bekerja dengan baik.
Betul. Tiap kepala dari 29 orang yang ada menyimpan banyak potensi. Bahkan urusan mengkordinir masakan dan tim dapur pun itu juga termasuk suatu keahlian yang Ga semua orang miliki.
Satu tahun.
Aku sendiri menemukan banyak celah di dalam kepemimpinan ku. Terkadang masih belum bisa untuk sadis pada suatu keputusan. Masih sering melibatkan perasaan dan belum bisa cepat di lapangan. Aku masih ada di tengah-tengah antara pemikir dan eksekutor. Belum bisa full 100% action dan paling sering tertinggal informasi. Aku 
Satu tahun.
Hubungan pertemanan di antara anggota belum bisa kompak maksimal. Masih banyak iri-irian terhadap teman yang lain. Masih banyak yang suka bergunjing. Beberapa terlihat cuek. Apatis. Beberapa bahkan ada yang menggerombol, nge grup, mempengaruhi satu demi satu teman di dekatnya dengan argumen yang ia keluarkan.
Satu tahun.
Aku rasa masih belum cukup untuk mengenal lebih jauh bagaimana sesungguhnya wajah dan sifat asli dari semua teman-teman. Ini bahkan sudah mau penarikan.
Waktu yang tersisa menjelang penarikan, mencoba memaksimalkannya dengan terus bekerja. Semoga hasil dari kerja yang dilakukan dapat dirasakan oleh kawan-kawan.
Terlepas dari apakah mereka menganggap ku kawan atau tidak, menganggap ku sebagai ketua atau tidak. Mereka tetap teman dan anggota ku yang perlu untuk di urus.
Semangat!
H-5 penarikan.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers