Malam Pertama (kejadian yang memerahkan wajah)
Klampok.
H
plus empat pasca lebaran. Rumah-rumah mulai kembali sepi dari sanak family
keluarga yang mudik untuk berkumpul dan bersilahturahmi. Hidangan khas lebaran
seperti ketupat dan kue-kue lebaran juga mulai berkurang bahkan tandas, hanya
menyisakan toples-toples kosong. Meski demikian, masih banyak acara
silahturahmi baik melalui kunjungan langsung maupun dalam forum halal bihalal.
Aku baru
saja pulang usai berkeliling ke beberapa teman dan saudaraku di Brebes, tepat
saat Ikomah sholat magrib selesai dikumandangkan. Rasa lelah menahanku untuk
berjamaah di Musholla. Hp dalam sakuku bergetar. Sebuah SMS masuk.
..bsok mo ikut ?
Sebuah
sms singkat dari pacarku yang ku panggil Ai. Aku ingat besok ada halal bihalal
bareng anak-anak Rovers, dan ingat pula bahwa hari ini aku janji padanya untuk
makan mie ayam. Segera saja ku balas smsnya mengatakan bahwa kemungkinan besok
ikut HBH dan menanyakan apakah acara kami jadi atau tidak untuk makan mie ayam
bareng. Berhubung masih sedikit lelah dan kondisi jalan yang macet, akhirnya
aku menawarkannya untuk makan di warung mie ayam dekat rumahku usai sholat
magrib.
Seringkali
rencana memang mudah berubah.Usai sholat magrib, ternyata Ai memundurkan waktu
menjadi bada isya. Tak mengapa mengingat jarak antara magrib dan isya tidaklah
terlalu lama. Sholat isya selesai kembali sebuah perubahan terjadi. Ulah si
angin kumbang yang membuat udara terasa lebih dingin membuatku berfikir untuk
mengurungkan niat mengajak Ai keluar. Sebagai gantinya aku kemudian
membelikannya mie ayam, 3 bungkus. Tadinya 2 bungkus untuk kami berdua dan satu
bungkus untuk kakaknya. Sayang, rupanya kakaknya sedang pergi dan dia bilang
dirumahnya sepi.
Aku
kembali menimbang-nimbang apakah jadi kerumahnya atau tidak, terlebih karena
rumahnya sepi dan aku khawatir “setan” yang menggodaku untuk berbuat yang
tidak-tidak. “Bismillahirrahmanirrahim,,, semoga tidak terjadi apa-apa”,
pikirku. Toh juga akan mubadzir rasanya mie ayam yang kubeli jika tak jadi dibawa kesana. Selama perjalanan ke
rumahnya, aku berdoa agar rumahnya ga jadi sepi, at least ada orang tuanya di
rumah. Lumayan kan bisa berbincang dengan mereka.
Aku
kaget saat tiba di depan rumahnya. Banyak bapak-bapak yang berdiri di sana
sambil membawa bingkisan. Aku pikir mereka akan bertamu ke rumah Ai, ternyata
dugaanku meleset. Mereka hanya berniat menyebrang jalan.hehe
Kuketuk
pintu rumahnya tidak ada jawaban, yang ada justru sepeda motor yang berhenti di
depan rumahnya. Ku kira itu adalah kakak Ai dan pasangannya. Langsung kudekati
mereka dan kutanyakan, “Assalamualaikum, elane enten mas?” Tentu saja setelah
menyalami keduanya. “Mboten ngertos mas, aku juga meh namu” jawabnya. Haduh.
Salah sangka lagi.
Mereka
mengetuk pintu. Seorang bapak membuka pintu kemudian mempersilahkan mereka masuk.
Aku bingung dan memilih duduk diluar hingga mas-masnya yang tak kuketahui
namanya itu kembali keluar dan mempersilahkanku masuk. Mas dan mbak tadi lalu
memanggil Ai.
Ai
kaget dan sama sekali ga percaya aku datang. Aku senyum-senyum sendiri. Ibunya
pun keluar dan tentu saja aku bersalaman dengan beliau. Ini Kali pertama aku
melihat ibunya. Wajah mereka mirip. Ai masuk, sedngkan ibunya
berbincang-bincang denganku. Aku mengikuti perbincangan dengan menjawab
pertanyaan seperlunya. Aku gugup.
Baru
saja aku meminum air yang dipersilahkan beliau, terdengar salam dari luar.
Pintu
yang tadinya ditutup kembali dibuka. DOR!! Ibarat ada pistol yang mengarah
tepat kejantungku, atau setidaknya ada buah tomat raksasa jatuh kearahku.
Secara tiba-tiba masuklah sanak keluarga Ai mulai dari om, bude tante mas
sepupu dan mungkin juga keponakannya yang masih kecil-kecil. Aku mati kutu. Panas dingn menahan rasa
malu bercampur kaget yang membuat wajahku merah seakan hendak meledak.
“Gusti…tuluuuung..”( Tuhan..Tolong ) teriakku
dalam hati. Sekejap saja aku menjadi perhatian tiap mata di ruang tamu rumah
itu. Banyak yang tersenyum sambil sesekali menggelengkan kepala. Apa maksud
mereka?
Aku
memilih diam. Biarlah mereka larut dalam obrolan mereka. Aku sendiri lebih
memilih SMS salah satu sahabatku dan menceritakan kondisiku saat itu. Sial, dia
malah membalas sms dengan tertawa. Rasanya ingin secepat mungkin meninggalkan
ruangan itu. Namun, yang ada aku justru ingin tetap disitu, ingin berbincang
dengan kedua orang tua Ai, sebagaimana ucapanku pada salah satu sahabatku bahwa
semester 5 aku akan melakukannya. Aku paksa tubuhku untuk tetap duduk dikursi
panas ini. Alhamdulillah, sanak keluarga yang datang tak terlalu lama bertamu,
mereka satu persatu keluar dan kembali, aku bersalaman dengan mereka, dengan
wajah merah menahan malu (tentu saja).
Seolah
berkomplot dengan keadaan. Ai lama keluar, entah apa yang dilakukannya di dalam
sana. Kembali Ibunya dan aku terlibat percakapan. Hingga akhirnya Ai keluar,
Ibunya masuk, dan tinggalalah kami berdua. Kami langsung saja tertawa, mengingat apa yang baru saja terjadi. Kami terlibat perbincangan hingga aku ingat tujuan semula membelikan Ai mie ayam. Ah,,mie ayam yang kubeli sudah dingin dan melar. Kami berdua tak ada satupun yang mampu menghabiskannya. haha..Mubadzirlah mie ayam pertamaku di rumahnya.
Saat waktu menunjukkan pukul sembilan lebih 20an menit Aku izin pada Ai untuk pulang. jam segitu menurutku sudah masuk waktu yang cukup malam apalagi untuk sebuah kunjungan kerumah cewe. Ai masuk dan memanggil ayahnya. Hal yang membuatku kaget untuk kesekian kalinya adalah ucapan ayahnya yang mengatakan "masih sore ko sudah mau pulang ? " saat aku berpamitan.
Entah apa maksud ucapan beliau. Aku hanya bisa mencium tangannya, pamit, dengan tanda tanya yang belum terjawab. -,-a
Selarik kata mengguncang dunia-Lomba penulisan cerpen
Assalamaualaikum wr wb
Sobat blogger. Ada info menarik nih tentang lomba penulisan cerpen. Barang kali kalian berminat silahkan di ikuti ^^. Semangat kawan.
Sobat blogger. Ada info menarik nih tentang lomba penulisan cerpen. Barang kali kalian berminat silahkan di ikuti ^^. Semangat kawan.
Youth Agrotechnopreneurship Competition 2012
Diposting oleh
Imam fauzi
0
komentar
MAU UANG JUTAAN RUPIAH ?
MAU MENGASAH KEMAMPUAN PLANNING ENTREPRENEUR ?
I K U T I ! ! !
Y A C 2 0 1 2
BEM Fakultas Teknologi Pertanian IPB Proudly Presents YAC (Youth Agrotechnopreneruship Competition) 2012.
Sebuah kompetisi Business Plan dengan adiah jutaan rupiah.
more info :
Langganan:
Postingan (Atom)






