TEGURAN
TEGURAN
“
Assalamualaikum, ana sg bsa mbantu aku ?
.aku
ng Bank BRI ungaran, pan nglesi, bnsinku kntgan keh ra gawa duit,
jane
meh njukt nang atm tp atme trble.. :(.”
Selasa, 22 November.
Biasanya, setelah praktikum
genetika, tidak ada praktikum lagi. Waktu kosong seperti itu biasa kugunakan
untuk mengerjakan laporan, tugas, mencuci baju, atau tidur. (kayaknya yang
ketiga paling sering). Namun, hari ini ada praktikum tambahan mikrobiologi.
Awalnya, praktikum yang dilakukan Cuma menghitung hasil biakan bakteri
menggunakan coloni counter, tapi ternyata asisten menghendaki adanya praktikum
tambahan, praktium abiotik.
Entah siapa yang mulai, stelah
semua larutan selesai dimasukkan dan sedang dalam tahap sterilisasi, satu
persatu mulai pulang, termasuk aku. Tiba di kos, aku menyiapkan soal untuk tes
fisika sore nanti, untuk siswa privatku. Setelah sholat dhuhur sadar ga sadar,
ku pasang alarm di pukul 14.00 WIB dan aku ketiduran.
Jam 14.00 alarm berbunyi dan aku
terbangun. Wah..wah ada sms masuk nih. Dari komting mikrobio ternyata, isinya
perintah untuk segera berangkat, praktikum sudah dimulai, (@13.15) tentu saja
aku terlambat. Segera ku sms teman 1 kelompokku, dan ternyata cuma aku yang ga
berangkat. Cetarr,,,alamat inhal nih, 50rb melayang, bikin larutan sendirian,
sterilisasi sendirian etc.
Langsung ku sms mba asdos dan
bertanya kapan bisa dilakukan inhal. Lama ga dibalas.
Eh,sudah hampir jam 3. Biasanya adik yang ku lesin
sms apakah dia mau les sore atau malam. Sedikit bimbang tapi akhirnya
kuputuskan berangkat. Cuaca kurang mendukung, mendung tebal, gerimis perlahan,
diitambah dompet yang ditinggalkan soekarno-hatta, pattimura dan semua
koleganya, plus kondisi bensin yang berada pada garis merah.
Toh aku tetap nekat . Ku pikir nanti mampir atm
sebentar, ambil uang, beli bensin, simple kan? Ternyata ga se simple itu. Atm
BRI di kampus ternyata rusak, atm dalam kantor ga bisa dipakai karena sudah
tutup. Cuma dua alternatif lanjut naik ke ungaran atau turun ke sampangan.
Kupilih lanjut naik, brem...bremmmm..bremmm... motor kunyalakan.
Sampai daerah mangun sari, gerimis
bertambah frekuensinya, tambah deres saja nih.
Jalanan berubah sedikit licin, bukannya mengurangi
laju motor aku malah menaikkan kecepatan. Tancaap...
Sampailah
di daerah sumurejo, bensin sudah mulai meninggalkan huruf E. Its mean that my
fuel is empty. Ah, pikiran kalut, meski jalanan gak berkabut. Karena kurang
konsen, aku ga tahu truk di depanku rem mendadak. Motor sudah tinggal sejengkal
lagi nempel bagian belakang truk. Langsung kutarik rem depan, banting ke kiri
hampir nyungsep, lepas rem depan ganti rem kaki, motor goyang-goyang dan
Alhamdulillah masuk lagi ke jalan raya.
Alhasil,
sampailah di ATM BRI ungaran, langsung niat ambil uang, 50rb.
Masuk ke atm, masukkin kartu langsung pencet nominal
50rb, ups, ko ga bisa. Coba lagi, 1, 2 kali sama saja. Ku cek saldo dan
lailahaillallah pantes saja mesin atm ngambek. Saldoku Cuma 83rb.
Panik.
Langsung sms masku. Selamat, dia belum berangkat kerja. Segera ku tellpon dan
crita keadaanku. Masku ikut bingung, dia sudah mau masuk kerja. Di smslah
istrinya barangkali bisa ngirim, ga bisa juga, lagi di rumah dan jauh dari atm.
Dicobanya sms banking dan ternyata GA BISA juga. Waduh waduh... udah kaya anak
ayam mau mati di lumbung padi nih.
Segera
saja ku sms tiga temanku. Bambang, nana, simu. Isi smsnya sama
“
Assalamualaikum, ana sg bsa mbantu aku ?
.aku
ng Bank BRI ungaran, pan nglesi, bnsinku kntgan keh ra gawa duit,
jane meh njukt
nang atm tp atme trble.. :(.”
Bambang ga bisa,lagi ada tanggungan, simu ga balas,
nana ga ada motor. Waduh sms sapa lagi nih. Mau sms gilang buat minjem uang,
aku ga hapal norek atm abahku. Lagi pula aku ga tahu juga dia lagi sibuk atau
ga. Tenang-tenang, Allah pasti kasih
jalan.
Uji
coba lagi. Kali ini ku sms Syaiful, mas didit dan solikhin. Solikhin, ga bisa
juga, ada acara bem katanya. Waduh,,, mulai putus asa nih. Padahal masih di
Ungaran, tapi dah bingung gini. Ada sms masuk, ku kira mas didit atau syaiful,
eh malah mba asdos mikro. Kubalas smsnya sambil berharap ada kabar baik datang.
Posisiku udah ga nyaman, dilihatin terus sama pak satpam ma office boy.
(wajahku wajah penjahat kah?). Alhamdulillah sms mas didit masuk hampir
bersamaan ma ipul dan keduanya bisa. Langsung ku balas ke syaiful bahwa sudah
ada yang mau kesini. Alhamdulillah.
Sambil
menunggu mas didit, ku balas sms asdosku. Kabar baik datang lagi, aku gak perlu
inhal, tapi nilai laporanku harus rela terpotong 5 poin. Setidaknya aku gak
perlu keluar 50rb dan ribet nyiapin bahan sendirian buat inhal. Di akhir sms
mba asdos menegurku.
“ Besok lagi jangan ketiduran, jangan malas2an lo ya”
Tadinya ada pikiran, udah lagi
apes, eh dapat teguran. Tapi setelah dipikr2 bener juga kata mbanya. Benar, aku
ga boleh malas2n. Aku masih jauh dari teman2ku. Setidaknya aku harus bisa
sepadan dengan mereka. Untung masih dikasih teguran ringan melalui ucapan,
belum teguran dari sang pencipta
kehidupan berupa hal-hal yang ga diinginkan. Dan syukurlah, mas didit pun
datang mebawakan seliter bensin. Dia pulang dan aku melanjutkan niatku untuk
mengisi les.
My Ishihara tes
Diposting oleh
Imam fauzi
0
komentar
My Ishihara tes
Today, in my genetic practicum, my friends and I try to use Ishihara tes.
Ishihara is diferent with some sholat sunnah (istikharoh) altough both are
similiar when we learn. Ishihara test is a test to know somebody is a blindcolour, blindcolour
parsial, or normal people. Ishihara test have 14 pages, each page have a circle
picture with some colour. The colour on the picture sometime can we look like a
number by sometimes like a track.
My group (*call : Dominan group) consist of Bambang, Ian, Susi, Mei and ofcourse
me. Susi is the first person who try Ishihara test in our group. Second is me,
bambang tird, Ian fourth and the last is Mei. Only two member of Dominan’s
group have a wrong answer in this test, they are Mei and me (?).
Ian and Bambang are laughing when
they know my result They said that, “ I think you are *nyasar in biology.
Haha,,, i just laughing like they do. Honestly i am suprize enough when i know
my result. After use ishihara test with manual methode, I try to use computer
metode to know that I really blindcolour parsial or not. The result from
computer methode is same. My score is only 83,333 %.
When my friends are know my result
they laughing (again). I try to make a joke. “ Nurul, do you know, that the
result is not valid? I’m totally blindcolour, u know? “
“Really?”
“Yes, its true. I’m a blindcolour
person, and everything are gray in my eyes. It happen since u far away from me.
Because for me, u are my colour. “
“ hahaha,,, “ all of my friends
that learn my answer are laughing (and try to catch and hit me hahhaha * kabur)
Langganan:
Postingan (Atom)




