Sholat istikharoh
Dalam agama kita (Islam) kita
mengenal ada sholat wajib dan sholat sunnah.
Ya, untuk sholat yang wajib tentunya ada lima waktu, sedangkan untuk
sholat sunnah banyak sekali waktu yang disediakan, tergantung mana yang ingin kita lakukan. Untuk sholat sunnah kita
kenal ada sholat qabliah, ba’diah,
takhiyatul masjid, shalat di saat gerhana matahari dan gerhana bulan, sholat
tahajjud, witir, tarawih, dhuha, shalat istikharoh dan sholat-sunnah lainnya.
Dari beberapa sholat sunnah yang
saya sebutkan di atas, saya ingin mengupas sedikit mengenai sholat istikharoh.
Setahu saya, sholat ini banyak di lakukan oleh orang-orang muslim untuk mencari
petunjuk atas dua pilihan yang ia hadapi. Pilihan itu bisa berupa jodoh, pekerjaan,
kuliah, jodoh atau hal yang lain. Untuk contoh pertama yang saya sebutkan
merupakan contoh yang paling saya dengar dari orang-orang di sekitar saya
tinggal.
Sholat istikharoh dilakukan
sebanyak 2 rakaat dengan 1 kali salam. Ada pula sumber yang menyebutkan boleh
dilakukan maksimal 12 rakaat sekali salam (untuk lebih baiknya silahkan di cek
lagi). Untuk niat, bisa di ucapkan di dalam hati (lillahi taala). Untuk doa
setelah sholat istikharoh ada 2 versi yaitu :
Setelah melakukan sholat
istikharoh, pasti akan ada pertanyaan, melalui apakah petunjuk Allah akan
datang kapada kita ? Banyak orang yang mengatakan bahwa setelah mereka
melakukan sholat istikharoh mereka akan mendapatkan mimpi mengenai pilihan yang
harus mereka ambil. Namun demikian, mimpi bukanlah suatu hal yang secara pasti
dapat kita gunakan sebagai patokan. Ingat, mimpi datang dari tiga sumber, dari
Allah, dari setan dan dari dorongan hati.
Wallahu a’lam ...
Referensi :
mengisi jam kosong II
Sudut ruang 8x4 m.
Mencoba untuk kembali mengkondisikan hati dengan menyibukkan diri membuat soal. Kulihat kelas sebelah ruang OSIS (7B) terlihat ramai. Saat saya tanyakan pada ketua kelas 7B (bagas) ternyata saat itu seharusnya Bu Esti masuk untuk mengajar mereka Biologi. Karena alasan Bu Esti merupakan guru pamongku,serta tidak enak melihat kelas kosong, langsung saja saya masuk. Jujur saya bingung dan belum tahu sampai materi apa bu Esti mengajar di kelas ini. Aku kemudian menanyakan kepada murid-murid di kelas ini. Ternyata pertemuan terakhir adalah ulangan.
Tiba-tiba salah satu siswa mengacungkan tangan.
Tiba-tiba salah satu siswa mengacungkan tangan.
"Pak, belum perkenalan", teriaknya lantang.
Aduh, saya lupa belum memperkenalkan diri.
Setela teguran itu langsung saja saya memperkenalkan diri.
Usai perkenalan, kutanyakan pada mereka apakah mereka suka ipa? Mereka diam. Ku ulangi lagi pertanyaanku tadi dengan sedikit perubahan. "Siapa yang tidak suka Ipa ?", tanyaku. Kali ini mereka banyak yang mengacungkan tangan.
Usai perkenalan, kutanyakan pada mereka apakah mereka suka ipa? Mereka diam. Ku ulangi lagi pertanyaanku tadi dengan sedikit perubahan. "Siapa yang tidak suka Ipa ?", tanyaku. Kali ini mereka banyak yang mengacungkan tangan.
Aku tanyakan alasan mereka tidak meyukai ipa biologi.
Ternyata mereka tidak suka ipa terutama biologi, bukan karena mata pelajarannya melainkan karena guru mereka yang menurut mereka tidak jelas dan galak.
Aku kemudian mengatakan pada mereka bahwa pada saat masih di bangku smp saya tidak suka biologi bahkan sangat membencinya. Semua murid tertawa dan heran. Jika saya tidak suka biologi mengapa saya mengajar ipa biologi ? Saya katakan bahwa semakin saya membenci biologi semakin saya mendapat nilai yang buruk. Kemudian saya katakan pula bahwa saya sadar bukan biologi yang salah melainkan saya sendiri. Dan saya pun lalu mencoba menyukai biologi.
Ternyata mereka tidak suka ipa terutama biologi, bukan karena mata pelajarannya melainkan karena guru mereka yang menurut mereka tidak jelas dan galak.
Aku kemudian mengatakan pada mereka bahwa pada saat masih di bangku smp saya tidak suka biologi bahkan sangat membencinya. Semua murid tertawa dan heran. Jika saya tidak suka biologi mengapa saya mengajar ipa biologi ? Saya katakan bahwa semakin saya membenci biologi semakin saya mendapat nilai yang buruk. Kemudian saya katakan pula bahwa saya sadar bukan biologi yang salah melainkan saya sendiri. Dan saya pun lalu mencoba menyukai biologi.
Dan murid-murid semua diam. momen ini saya gunakan untuk menasehati mereka bahwa jangan membenci pelajaran karena gurunya. Cobalah untuk mendekati dan bersahabat dengan pelajaran yang kalian benci.
Murid-murid hanya angguk-angguk saja.
Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa menjadi motivasi untuk mereka.
Mengisi Jam kosong I
Suatu siang di bulan september.
Di sudut ruang OSIS tempat basecampku dan 17 temanku selama
PPL, aku iseng membuka laptopku untuk kemudian menceritakan kembali sedikit
perjalanan PPL ini.
Beberapa hari yang lalu, aku dan rekan PPL ku Panji, masih
belum diberikan jatah untuk mengajar. Kami hanya mengawasi bagaimana guru
pamong kami mengajari murid-murid materi transportasi tumbuhan. Pada mulanya
kami senang-senang saja mendapatkan kondisi seperti itu, namun lama-lama kami
akhirnya jenuh, terlebih aku.
Iseng-iseng, setelah jam mengobservasi saya dan Panji
selesai, aku mengajak panji dan temanku yang lain Rifai (pengajar bahasa
Inggris)untuk keliling sekolah, sekedar melihat-melihat barang kali ada kelas
yang kosong.
Singkat cerita kami akhirnya turun (ruang OSIS ada di lantai
2) dan langsung melihat-lihat kelas 8. Aku kira semua siswa terlihat tenang di
dalam ruang kelas mereka masing-masing, ah sayangnya itu hanya ilusi. Ada salah
satu kelas yaitu kelas 8H yang mendapatkan jam kosong. Kami (aku, panji dan
Rifai) kaget saat melalui kelas ini. Kami langsung mendapatkan pertanyaan
mengenai jurusan kami masing-masing, waduh, diantara kami bertiga tidak ada
yang sesuai dengan jam pelajaran yang seharusnya ada yakni PKN. Hmm melihat
kelas yang cukup ramai, akhirnya aku pun mengajak kedua temanku itu untuk masuk
dan mengisi kelas ini.
“lalu apa yang harus aku lakukan?”, tanyaku dalam hati. Masuklah
kami bertiga ke kelas 8H ini. Rasa kaget keduapun datang.
“Seeelaaamaaat siaaang paaak”, seru semua anak dalam kelas
ini.
Ya, di sekolah ini sudah dibiasakan untuk mengucapkan salam
ketika guru memasuki kelas, dan mengucapkan terima kasih serta salam saat
pelajaran sudah selesai. Good attitude J
Lanjut
Karena dasar kami bertiga bukan PKN maka iseng aku lihat
buku mereka.Materi yang mereka dapatkan hari seharusnya tentang ideologi. Hmm
secara jujur akau tidak terlalu memahami materi ini.
TinG!!
Ide permainan pun lalu muncul. Alhamdulillah.
“Ok. Hari ini kita akan memainkan suatu quiz. Apa semua tahu
quiz **t bulaga?”, tanyaku
“tahu...”, jawab kelas 8 H.
Dan singkat cerita dimulai lah permainan ini. Saayangnya minat
siswa terhadap permainan ini tidak terlalu besar.
TinGG!
Ide kedua muncul. Permainan segera saya ubah. Tiap 2 baris
saya jadikan kelompok kemudian setiap kelompok akan mendapatkan jatah waktu
untuk menjawab suatu pertanyaan dengan cara menuliskan kalimat itu di papan
tulis (setiap anak berhak menuliskan 1 huruf saja).
Berhasil!! Kelas ini aktif. Bahkan terlewat aktif dan
sedikit anarkis haha :D
Ya, dengan tema “Indonesia” saya Panji dan Rifai berhsil
membuat kelas ini hidup.
Untuk hasil permainan ini (yang sedikit kami curangi),
diperoleh hasil seri diantara kedua kubu.
Untuk siswa yang saya kenal untuk hari ini diantaranya
adalah charles, galih, vanis,pingkan,aulia dan mahendra.
-dokumentasi menyusul :) -
Langganan:
Postingan (Atom)







