Remember
29 Agustus 2013
1 tahun lebih lima hari sejak aku
menuliskan tentang aku, kamu, mie ayam
dan keluargamu. Waktu rupanya berjalan sangat cepat bukan? Ya, saat ini aku
sudah ada di semester tua, semester 7. Semester yang mana (sesuai rencana awal)
aku datang kembali ke rumahmu, untuk setidaknya kembali bercakap-cakap dengan
kedua orangtuamu secara serius.
1 tahun belakangan ini, pasti
banyak hal yang terjadi pada diri kita masing-masing, benar bukan? Kamu yang
mulai menikmati masa-masa perkuliahan, berkenalan dengan teman dan lingkungan
baru di kota udang sana, dan aku dengan berbagai kegiatanku di kota atlas ini.
Sangat jarang nama kamu muncul di
layar Hp ku akhir-akhir ini, begitu juga sebaliknya. Bahkan hingga lebaran
kemarin dimana hanya ada waktu 5 hari aku di rumah, kamu sangat jarang membalas
pesan yang aku kirimkan. Aku tak menyalahkan kamu akan hal itu. Ya, bisa aku
bayangkan bahwa mungkin banyak sekali keluargamu yang datang ke rumah, seperti
waktu itu – 1 tahun lima hari yang lalu.
Aku bingung untuk menyatakan
apakah rasa itu masih ada untukmu ataukah tidak. Nyatanya, adakalanya waktu
mengingatkanku akan kamu dan ada kalanya ia menghapusmu dari ingatanku. Sampai
saat ini adda 1 pertanyaan yang belum bisa aku jawab, “Jika kita bertanya pada
diri kita masing-masing dengan lebih pelan dan teliti. Bisakah kita menemukan
jawaban yang sama?”
Mungkin ini tulisan terakhirku
tentangmu, setelah ini apa yang akan terjadi pada diri kita masing-masing aku
pasrahkan pada-Nya. Semoga kita di mudahkan dalam segala urusan yang kita lakukan
di tempat kita masing-masing. Amin
Jembatan keledai hafalan surat AR-Rahman
Assalamualaikum wr wb
bagaimana kabar rekan-rekan semua?
Semoga saja sehat-sehat selalu.
kali ini saya akan membagikan sedikit ilmu yang saya peroleh dari web tetangga mengenai hafalan surat Ar-Rahman. Adapun ini merupakan surat ke 55 dengan jumlah ayat 78 ayat.
Surat ini merupakan salah satu surat yang easy listening dan sangat sering diputar murotalnya.
Nah, tanpa menunggu terlalu lama, silahkan bisa dilihat gambar dibawah ini :
Dari gambar diatas, rekan-rekan bisa menambahkan sendiri tulisan tentang awalan/akhiran surat apabila memang diperlukan.
Semoga bermanfaat.
bagaimana kabar rekan-rekan semua?
Semoga saja sehat-sehat selalu.
kali ini saya akan membagikan sedikit ilmu yang saya peroleh dari web tetangga mengenai hafalan surat Ar-Rahman. Adapun ini merupakan surat ke 55 dengan jumlah ayat 78 ayat.
Surat ini merupakan salah satu surat yang easy listening dan sangat sering diputar murotalnya.
Nah, tanpa menunggu terlalu lama, silahkan bisa dilihat gambar dibawah ini :
Dari gambar diatas, rekan-rekan bisa menambahkan sendiri tulisan tentang awalan/akhiran surat apabila memang diperlukan.
Semoga bermanfaat.
SMP Negeri 1 Mungkid
Assalamualaikum wr wb
Apa kabar saudaraku sekalian?
Mudah-mudahan sehat selalu.
Kali ini saya akan bercerita mengenai tempat saya praktk mengajar (PPL), SMP Negeri 1 Mungkid.
Semoga bermanfaat.
Apa kabar saudaraku sekalian?
Mudah-mudahan sehat selalu.
Kali ini saya akan bercerita mengenai tempat saya praktk mengajar (PPL), SMP Negeri 1 Mungkid.
Semoga bermanfaat.
SMP Negeri 1
Mungkid merupakan salah satu SMP unggulan dan cukup tua yang ada di Kabupaten
Magelang. SMP ini berdiri
sekitar tahun 1961 dengan nama SMP Blabak. Nama Blabak dipakai dikarenakan SMP
ini terletak di kelurahan Blabak, kecamatan Mungkid,
Kabupaten Magelang. Berdirinya SMP ini juga didukung
oleh Pabrik Kertas Blabak, Kabupaten Magelang.
Seiring perkembangan dan penyesuaian
nama SMP, SMP Blabak berubah nama menjadi SMP Negeri 1 Mungkid. Nama ini dipakai
hingga sekarang.
SMP Negeri 1 Mungkid beralamatkan di Jalan Raya Magelang - Yogyakarta Km. 15 Blabak Mungkid. Dengan lokasi yang berada di tepi jalan raya ini, menjadikan SMP Negeri 1 Mungkid berada di lokasi yang sangat strategis sehingga mudah dijangkau oleh siswa-siswi di seluruh wilayah Kabupaten Magelang bagian Selatan.
SMP Negeri 1 Mungkid beralamatkan di Jalan Raya Magelang - Yogyakarta Km. 15 Blabak Mungkid. Dengan lokasi yang berada di tepi jalan raya ini, menjadikan SMP Negeri 1 Mungkid berada di lokasi yang sangat strategis sehingga mudah dijangkau oleh siswa-siswi di seluruh wilayah Kabupaten Magelang bagian Selatan.
Siswa yang bersekolah di SMP
Negeri 1 Mungkid berasal dari desa dan kecamatan di sekitarnya. Sekarang ini
SMP Negeri 1 Mungkid terdapat 33 kelas yang terdiri atas kelas VII 8 kelas,
kelas VIII 8 kelas, dan kelas IX 7 kelas.
Dengan usia kurang
lebih 52 tahun, SMP Negeri 1 Mungkid telah mengalami beberapa kali pergantian
kepala sekolah. Adapun kepala sekolah yang pernah menjabat adalah sebagai
berikut :
1.
RP. Fajar Hardjo Atmojo (1961-1964)
2.
R. Rahamad (1964-1969)
3.
Sardju Sumanto (1969-1975)
4.
Ngdiyo Sumanto (1975-1983)
5.
Pranowo (1983-1988)
6.
Untung Dharmono (1988-1993)
7.
H. Didik Sarmadi (1993-1999)
8.
Kuatno Adhy Ismojo, BA. (1999-2002)
9.
Drs. H. Musowir (2002-2005)
10.Drs. H. Edy
Suryanto (2005-2008)
11.Drs. Cahya
Purwata (2012-Sekarang)
SMP Negeri 1 Mungkid mempunyai luas tanah 8555 meter persegi
dan luas bangunan 3986 meter persegi.Sebagai sekolah pertama di Mungkid
bangunan yang dimiliki sudah mulai tua dan perlu perbaikan.Sebagian dari bangunan
di sekolah ini memang sudah ada yang di bangun baru dan menjadi banguna tingkat
dua.
Untuk denah sekolah kurang lebih seperti ini (saat ini ada proses pembangunan jadi kemungkinan denah terbaru sedikit berubah).
| Gambar 1. Denah SMP Negeri 1 Mungkid |
Untuk lebih jelas bisa melihat gambar-gambar dibawah ini.
| Gambar 2. Gedung SMP negeri 1 Mungkid |
| Gambar 3. Sarana sekolah berupa kamar mandi |
| Gambar 4. Ruang GOR SMP Negeri 1 Mungkid |
| Gambar 5. Deretan Kantin |
| Gambar 6. Sarana olahraga |
| Gambar 7. Ruang kelas |
| Gambar 8. Tempat parkir sepeda siswa |
| Gambar 8. Sarana Ibadah |
| Gambar 9. Laboratorium |
Seperti di rumah
Diposting oleh
Imam fauzi
0
komentar
Ramadhan kemarin merupakan ramadhan dengan jarak terjauh dari rumah (untuk saat ini). kurang lebih jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua (motor), maka jarak antara rumahku dan Mungkid (tempat aku PPL) adalah sekitar 6,5 jam. itu dengan asumsi bahwa kecepatan diatas 80 dan kondisi motor ok.Hari pertama di mungkid (magelang), aku dan 3 temanku yang lain sama sekali tidak ada yang sahur.Bukan karena kami tidak bangun melainkan karena kondisi yang sangat dingin sehingga mengurungkan niat kami untuk keluar mencari santap sahur (lagi pula, kami belum tahu apakah ada warung buka atau tidak).
Beruntung, hari berikutnya kami diberitahu bahwa tetangga kontrakan kami menyediakan menu sahur. Lebih beruntungnya lagi, anak Bu Yoyo (tetangga kami) yang bernama de ERi, hampir secara rutin membangunkan kami.
"Mas, ape do sahur nda?", (mas mau pada sahur tidak?) Begitu lah yang dia katakan (hampir setiap jam 3 pagi!)
Meskipun masakan untuk santap sahur kami hanya berupa nasi telor dan mie rebus, kami bersyukur masih dapat menikmati santap sahur (dibandingkan hari pertama yang tanpa sahur).
O ya, hampir lupa.
Kontrakan tempat aku dan teman-teman tinggal awalnya kosong. tanpa suatu apapun. Dan beruntungnya kami mendapatkan lingkungan yang peduli. Ada tetangga yang meminjamkan kasur lipat, ada yang meinjamkan kasur kecil, ada yang meminjamkan kami seprei, dan dari teman-teman putri sesama praktikum kami dapat pinjaman selimut (selamatlah kami dari suhu berbelas derajat celcius :) ).
Kembali pada de Eri,
Usai lebaran aku kira bu Yoyo tidak lagi berjualan, ternyata salah. beliau tetap berjualan.
tidak seperti saat bulan Ramadhan, kali ini de Eri hampir setiap habis maghrib mendatangi kos kami untuk mengingatkan kami makan malam.
"mas, ape do mem po ra? iku lho wes dimasakke", begitu katanya setiap ia datang maupun saat dia bertemu aku dimushola usai sholat.
Ya, nikmat yang harusnya aku syukuri. Ini seperti di rumah, dimana setiap jam makan diingatkan untuk makan. Dan syukiur untu nikmat yang lain karena ada yang mengingatkan untuk sholat isya berjamaah di mushola, (ya walaupun saat itu kami masih menghabiskan makan malam kami).
Alhamdulillah....
Beruntung, hari berikutnya kami diberitahu bahwa tetangga kontrakan kami menyediakan menu sahur. Lebih beruntungnya lagi, anak Bu Yoyo (tetangga kami) yang bernama de ERi, hampir secara rutin membangunkan kami.
"Mas, ape do sahur nda?", (mas mau pada sahur tidak?) Begitu lah yang dia katakan (hampir setiap jam 3 pagi!)
Meskipun masakan untuk santap sahur kami hanya berupa nasi telor dan mie rebus, kami bersyukur masih dapat menikmati santap sahur (dibandingkan hari pertama yang tanpa sahur).
O ya, hampir lupa.
Kontrakan tempat aku dan teman-teman tinggal awalnya kosong. tanpa suatu apapun. Dan beruntungnya kami mendapatkan lingkungan yang peduli. Ada tetangga yang meminjamkan kasur lipat, ada yang meinjamkan kasur kecil, ada yang meminjamkan kami seprei, dan dari teman-teman putri sesama praktikum kami dapat pinjaman selimut (selamatlah kami dari suhu berbelas derajat celcius :) ).
Kembali pada de Eri,
Usai lebaran aku kira bu Yoyo tidak lagi berjualan, ternyata salah. beliau tetap berjualan.
tidak seperti saat bulan Ramadhan, kali ini de Eri hampir setiap habis maghrib mendatangi kos kami untuk mengingatkan kami makan malam.
"mas, ape do mem po ra? iku lho wes dimasakke", begitu katanya setiap ia datang maupun saat dia bertemu aku dimushola usai sholat.
Ya, nikmat yang harusnya aku syukuri. Ini seperti di rumah, dimana setiap jam makan diingatkan untuk makan. Dan syukiur untu nikmat yang lain karena ada yang mengingatkan untuk sholat isya berjamaah di mushola, (ya walaupun saat itu kami masih menghabiskan makan malam kami).
Alhamdulillah....
| kasur dan sprei (pinjaman) |
Langganan:
Postingan (Atom)





