Epilog (Tayan, hujan dan pengabdian)
Laki-laki itu masih duduk di luar
pondok kopi. Dia sadar bahwa tubuhnya mulai basah terkena pias hujan yang turun
dengan deras. Hujan paling deras dalam sepekan ini. Mbok Mirna, si pemilik
kedai kopi sudah berulangkali menawarkan pada laki-laki itu untuk masuk ke
dalam kedainya. Berlindung dari pias air hujan, namun laki-laki itu hanya
tersenyum, menggeleng sedikit dan mengucapkan terimakasih.
Laki-laki itu bukan tidak sadar
bahwa dirinya kini mulai basah. Dia merasa menikmati suasana hujan.
Pandangannya tidak luput dari sungai Tayan yang ada di depannya. Saat angin
bertiup menyapu hujan, saat itu juga seolah terbentuk sapuan tirai di permukaan
sungai, membentuk ombak-ombak kecil yang indah dipandang.
Suara ribut air hujan. Suara
desir angin yang menyapunya. Teriakan dan tawa anak-anak dikejauhan yang
bermain hujan-hujanan. Semua itu membuatnya enggan untuk beranjak. Sekalipun
hanya masuk ke dalam kedai kopi milik Mbok Mirna.
Agak ragu, tiba-tiba laki-laki
itu merogoh saku celananya. Diambilnya kunci motor miliknya dan
ditimang-timang. Laki-laki itu kembali menatap hujan. Dia tersenyum lebih lebar
dari sebelumnya. Diambilnya topi di meja kedai kopi tempatnya sekarang. Dia
beranjak, melangkah keluar dari kedai kopi itu. Membiarkan dirinya basah bukan
lagi karena pias tapi karena terguyur air hujan. Dia menyalakan sepeda motor
miliknya dan diarahkannya menuju ke utara. Ke arah rumah dinas miliknya.
Laki-laki itu terus tersenyum.
Sesekali ia melihat keatas lalu tertawa dan membuka mulutnya lebar-lebar. Air
hujan itu lantas sedikit banyak masuk kedalam mulutnya. Manis, segar dan
melegakan. Air hujan yang diminumnya seolah menyingkirkan beban kerjanya selama
sepekan ini.
Terlalu asyiknya dia menengadah
ke atas. Dia lupa memperhatikan semua yang ada di depannya.
Hal yang terakhir yang dia ingat
adalah bunyi keras dua benda yang bertumbukan lalu beberapa orang memanggil
namanya dengan samar-samar. Perlahan, rasa dingin menjalar di seluruh badannya.
Lambat laun yang dilihatnya kini gelap. Semakin gelap. Tubuhnya terasa dingin.
Semakin dingin.
Langganan:
Postingan (Atom)




