There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Bila

0 komentar

Apabila dia berubah maka aku bisa apa?
Apabila dia berdiam diri aku harus apa?
Apabila dia pergi lalu bagaimana?
Bukankah itu juga haknya?
Biarkan ia berubah asal ke arah yang baik
Biarkan dia diam sementara jangan kau usik
Biarkan dia pergi pasti dia balik

Mendoakan saja selalu yang terbaik untuknya
Mendoakan saja dia selalu bahagia
Dengan teman lama dan teman baru
Dengan siapapun
Dimanapun

Ibu

0 komentar



“Kamu tahu siapa yang berada di balik pintu itu?”
Aku menanyakan hal itu padamu berulang kali
Berulang kali juga kau menggeleng
Seolah mulutmu terkunci untuk sejenak berkata tidak
Aku kembali menanyakan hal itu
“Kamu tahu siapa yang berada di balik pintu itu?”
Untuk kesekian kalinya kau menggeleng
Meyakinkan aku bahwa mulutmu memang benar-benar sedang mogok bicara
“Dia yang di balik pintu adalah seorang lelaki
Kamu percaya apa yang aku katakan?”
Kembali kau menggeleng
Kali ini lebih mantap dari sebelumnya
“Jadi kamu pikir dia itu perempuan?”
Kau mengangguk mantap
Sementara kita terus bertanya jawab
Sosok di balik pintu itu terus menggedor-gedor dengan garang
Apa harus aku buka?
Kali ini aku bertanya dalam hati
Dia yang di depanku kali ini bangkit dari duduknya
Matanya memandang tajam kea rahku
Mengisyaratkan
“CEPAT BUKA PINTUNYA BODOH!”
Aku sedikit tersentak mendapatkan tatapan itu
Aku bangkit pula dari tempat dudukku
Segera aku menuruti apa maunya
Pintu segera kubuka
Angin dingin langsung saja menamparku
Aku menggigil menggigit ujung bibir
Bukan dingin yang jadi sebab
Tapi karena sosok di balik pintu itu
Yang menatapku tajam seakan hendak menerkam
Yang membawa jinjingan siap untuk dilempar
Yang badannya basah kuyup
Yang pasti juga merasakan kedinginan
Kali ini 2 pasang mata itu memojokkanku
Kaka dan sosok di balik pintu itu
IBU!

,

0 komentar

Aku berdiri di tengah tanah lapang
Membersamai rembulan yang indah di atas langit hitam
Bolehkah ia tetap disana saja membersamaiku?
Dan lihatlah
Perlahan kabut itu turun juga, membersamainya menepi dariku
Dan aku sadar
Ini bukan lagi malam
Dan saatnya lah mentari dengan hangat membersamaiku
Dan aku suka kehangatan ini
Dan aku ingin terus saja seperti ini
Dan aku berharap itu bisa
Hei, apakah senja juga akan seperti kabut semalam?
Membersamainya menepi dariku?
Tidak bisakah keduanya mebersamaiku?
--Tentu saja tidak! B*D*H!
Bulan dan mentari memang indah
Kebersamaan mereka dalam satu masa memang bisa
Bisa membuat semua menjadi terlihat lebih gelap
Bisa membuat Ibu yang tengah hamil ribut memukul apa saja agar berbunyi
Bisa membuat mereka bersama bersujud dalam sholat sunnah
Sudahlah,
Lepaskan saja salah Satu
Tenang, bukankah keduanya punya keindahan sendiri ?
Syukurilah apapun yang kamu pilih dan dapati
Bulan atau mentari

Seujung Kuku

0 komentar

Sonten wau, kulo rumaos seneng sanget.
Leres, salah satunggal alasan nggih meniko, ningali perlombaan kangge mringati agustusan teng ngajeng griya. Nanging alasan utami kulo rumaos ngoten nggih menika sumringahipun panjenengan.
Sumringahe njenengan sonten wau adem sanget sajroning manah
Sami kalih guyu saking panjenengan

Nopo njenengan ngertos?
Wau, pas kulo meluk njenengan saking wingking
Menawi saged, mboten kepengin kulo lepas
Penginku nggih ben mawon

Kulo wedi
Sanget wedine
Pas nde bada isya sak meniko
Njenengan ndukani kulo lan tiang kalih wonten griya
Kulo kaget
Kulo mboten saged njawab
Satunggale kalimat kang kulo ucap niku
Pripun...?

Nopo nggih mboten kaget
Nopo nggih mboten wedi
Lah njenengan duko kalian ngucap ajeng ngunjuk tablet analgesik sak strip
Astaghfirullah...

Njenengan saweg khilaf, nggih kulo percy
Njenengan saweg katah masalah, nggih kulo prcy
Ning nopo arti percy niku ?
Menawi kulo mboten saged rumaos
Menawi kulo mboten saged Peka



pEka
kulo sakniki taksih dereng saged dados pribadi ingkang peka
sanes kalih njenengan
kulo lan tiang teng griya nten nopo-nopo
njenengan langsung ngertos, langsung tanggap
Kulo sanes
nggih kulo dereng saged peka
dinten niki mawon, salah satunggal rencang kulo sanjang
kulo mboten peka
Niku mpun nomer sekawan saking  rencang caket kulo kang sanjang mekaten
berarti nggih posisi kulo (cekap) parah
peka kulo taksih kedah dilatih
taksih kedah ditambah malih
ne sakniki
peka kulo dibanding njenengan paling-paling sak ujung kuku
nggih toh?

Foto

0 komentar

Di Mejaku
Terpajang foto dengan senyum-senyum merekah
Duduk berdampingan
Mata sedikit terpejam terlihat kesilauan
Memandang sesuatu jauh
Bukan kamera
Apa lagi sang surya
    Salah satu tangan mereka mendekap Kencang
    Mungkin
    Tak inginkan semua hilang
    Mimpi, asa, cita
    Itulah yang mereka tatap
    Itulah yang mereka dekap
Begitulah seharusnya
Bukan terpaku
Terdiam menatap masa lalu

Kalian

0 komentar

Ada sesuatu mendorongku
Menekan
Menghilangkan semangat dan Asa
Cita terabaikan begitu saja
    Aku seolah masuk kelubang hitam
    Tersedot putaran
    Tak terlalu dalam    
    Tapi cukup  menahan
Aku berfikir
Memutar otak
Lalu, kenapa hadir senyum ?
1, 2, 3, 4, 5,,,
Hei, banyak sekali!
    Senyum itu mulai menjauh pergi
    Satu persatu menapaki tangga
    Menuju tempat bercahaya
Aku tak butuh waktu lama
Aku bergerak
Berontak
Lubang ini semakin kuat
Senyum itu memberi semangat
Kakiku terangkat
Berlari, terseok
    Sesekali lubang itu merayu
    Berkata bahwa ia rindu
    Aku tak mau tertipu
Senyum itu
Aku harus mengejarnya

NAFSU

1 komentar

Ia menyeruak dari suatu bagian dalam hati
Mendesirkan darah
Berrkeringat wajah
Tak tentu arah pandangan
Belingsatan badan
         Jika kau hanya diam
         Ia kan mengambil alih alam
         Dan kau pun akan menyesal kemudian
Tak sama Tak percuma
Jika KAU yang berkuasa
Ia bisa diredam
Padam sepanjang siang dan malam
  Kau tak bisa menghilangkannya
  Karena ia sendiri adalah kau

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers