There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

SMP Negeri 1 Mungkid

0 komentar

Assalamualaikum wr wb
Apa kabar saudaraku sekalian?
Mudah-mudahan sehat selalu.
Kali ini saya akan bercerita mengenai tempat saya praktk mengajar (PPL), SMP Negeri 1 Mungkid.
Semoga bermanfaat.



SMP Negeri 1 Mungkid merupakan salah satu SMP unggulan dan cukup tua yang ada di Kabupaten Magelang. SMP ini berdiri sekitar tahun 1961 dengan nama SMP Blabak. Nama Blabak dipakai dikarenakan SMP ini terletak di kelurahan Blabak, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Berdirinya SMP ini juga didukung oleh Pabrik Kertas Blabak, Kabupaten Magelang.
Seiring perkembangan dan penyesuaian nama SMP, SMP Blabak berubah nama menjadi SMP Negeri 1 Mungkid. Nama ini dipakai hingga sekarang.
SMP Negeri 1 Mungkid beralamatkan di Jalan Raya Magelang - Yogyakarta Km. 15 Blabak Mungkid. Dengan lokasi yang berada di tepi jalan raya ini, menjadikan SMP Negeri 1 Mungkid berada di lokasi yang sangat strategis sehingga mudah dijangkau oleh siswa-siswi di seluruh wilayah
Kabupaten Magelang bagian Selatan.
Siswa yang bersekolah di SMP Negeri 1 Mungkid berasal dari desa dan kecamatan di sekitarnya. Sekarang ini SMP Negeri 1 Mungkid terdapat 33 kelas yang terdiri atas kelas VII 8 kelas, kelas VIII 8 kelas, dan kelas IX 7 kelas.
Dengan usia kurang lebih 52 tahun, SMP Negeri 1 Mungkid telah mengalami beberapa kali pergantian kepala sekolah. Adapun kepala sekolah yang pernah menjabat adalah sebagai berikut :
1.    RP. Fajar Hardjo Atmojo (1961-1964)
2.    R. Rahamad (1964-1969)
3.    Sardju Sumanto (1969-1975)
4.    Ngdiyo Sumanto (1975-1983)
5.    Pranowo (1983-1988)
6.    Untung Dharmono (1988-1993)
7.    H. Didik Sarmadi (1993-1999)
8.    Kuatno Adhy Ismojo, BA. (1999-2002)
9.    Drs. H. Musowir (2002-2005)
10.Drs. H. Edy Suryanto (2005-2008)
11.Drs. Cahya Purwata (2012-Sekarang)
 

  SMP Negeri 1 Mungkid  mempunyai luas tanah 8555 meter persegi dan luas bangunan 3986 meter persegi.Sebagai sekolah pertama di Mungkid bangunan yang dimiliki sudah mulai tua dan perlu perbaikan.Sebagian dari bangunan di sekolah ini memang sudah ada yang di bangun baru dan menjadi banguna tingkat dua.
Untuk denah sekolah kurang lebih seperti ini (saat ini ada proses pembangunan jadi kemungkinan denah terbaru sedikit berubah).
Gambar 1. Denah SMP Negeri 1 Mungkid


Untuk lebih jelas bisa melihat gambar-gambar dibawah ini.
Gambar 2. Gedung SMP negeri 1 Mungkid

Gambar 3. Sarana sekolah berupa kamar mandi

Gambar 4. Ruang GOR SMP Negeri 1 Mungkid

Gambar 5. Deretan Kantin

Gambar 6. Sarana olahraga

Gambar 7. Ruang kelas

Gambar 8. Tempat parkir sepeda siswa

Gambar 8. Sarana Ibadah

Gambar 9. Laboratorium

Seperti di rumah

0 komentar

Ramadhan kemarin merupakan ramadhan dengan jarak terjauh dari rumah (untuk saat ini). kurang lebih jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua (motor), maka jarak antara rumahku dan Mungkid (tempat aku PPL) adalah sekitar 6,5 jam. itu dengan asumsi bahwa kecepatan diatas 80 dan kondisi motor ok.Hari pertama di mungkid (magelang), aku dan 3 temanku yang lain sama sekali tidak ada yang sahur.Bukan karena kami tidak bangun melainkan karena kondisi yang sangat dingin sehingga mengurungkan niat kami untuk keluar mencari santap sahur (lagi pula, kami belum tahu apakah ada warung buka atau tidak).
Beruntung, hari berikutnya kami diberitahu bahwa tetangga kontrakan kami menyediakan menu sahur. Lebih beruntungnya lagi, anak Bu Yoyo (tetangga kami) yang bernama de ERi, hampir secara rutin membangunkan kami.
"Mas, ape do sahur nda?", (mas mau pada sahur tidak?) Begitu lah yang dia katakan (hampir setiap jam 3 pagi!)
Meskipun masakan untuk santap sahur kami hanya berupa nasi telor dan mie rebus, kami bersyukur masih dapat menikmati santap sahur (dibandingkan hari pertama yang tanpa sahur).
O ya, hampir lupa.
Kontrakan tempat aku dan teman-teman tinggal awalnya kosong. tanpa suatu apapun. Dan beruntungnya kami mendapatkan lingkungan yang peduli. Ada tetangga yang meminjamkan kasur lipat, ada yang meinjamkan kasur kecil, ada yang meminjamkan kami seprei, dan dari teman-teman putri sesama praktikum kami dapat pinjaman selimut (selamatlah kami dari suhu berbelas derajat celcius :) ).
Kembali pada de Eri,
Usai lebaran aku kira bu Yoyo tidak lagi berjualan, ternyata salah. beliau tetap berjualan.
tidak seperti saat bulan Ramadhan, kali ini de Eri hampir setiap habis maghrib mendatangi kos kami untuk mengingatkan kami makan malam.
"mas, ape do mem po ra? iku lho wes dimasakke", begitu katanya setiap ia datang maupun saat dia bertemu aku dimushola usai sholat.
Ya, nikmat yang harusnya aku syukuri. Ini seperti di rumah, dimana setiap jam makan diingatkan untuk makan. Dan syukiur untu nikmat yang lain karena ada yang mengingatkan untuk sholat isya berjamaah di mushola, (ya walaupun saat itu kami masih menghabiskan makan malam kami).
Alhamdulillah....
kasur dan sprei (pinjaman)


 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers