There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Memperbanyak Tunas Pada Pisang

0 komentar

Tumbuhan secara apik dan tertata akan menyuplai sari-sari makanan ke seluruh bagiannya melalui jaringan angkut. Tidak terkecuali dengan bagian tunas. Pada beberapa tumbuhan seperti pisang, tunas juga berfungsi sebagai salah satu cara perkembang biakan, vegetatif. Dengan cara ini perbanyakan tunas, maka kebutuhan akan bibit pisang dapat dipenuhi.
meski demikian, laju permintaan bibit pisang dengan tingkat kemampuan penyediaan tunas pisang seringkali tidak seimbang. Pertunasan alami yang dialami oleh pisang hanya akan menghasilkan 2-3 anakan dalam kurun waktu 2-3 Bulan. untuk itu, perlu dilakukan perlakuan khusus agar tunas yang dihasilkan oleh pisang bisa diperoleh dalam jumlah banyak dan waktu relatif singkat.

TEKNIK MEMATIKAN MERISTEM
Salah satu teknik atau perlakuan pada proses penyiapan tunas pisang sebagai bibit siap tanam adalah dengan cara mematikan meristem. Teknik ini diperkenalkan oleh salah satu peneliti dari balai pengkajian yteknologi pertanian (BPTP) malang, jawa Timur, Paulina Evy Prihardini MP. Evy memperkenalkan teknik mematikan meristem pada petani pisang di tiga desa di Jawa Timur yakni Srimulyo, Sukodono, dan Baturetno di kecamatan Dampit. Pisang yang dijadikan uji coba berupa pisang Kirana.  Tunas yang diperoleh dengan penreapan metode ini hanya memerlukan waktu antara 2-3 pekan atau lebih dari setengah dari waktu yang dibutuhkan untuk mem[eroleh anakan dengan cara menumbuhkan tunas secara alami. keunggulan lain dari teknik Evy adalah tunas yang dihasilkan dengan cara ini akan memiliki ukuran dan kualitas yang persis sama baik antara indukan dengan tunas anakan maupun sesama tunas anakan.

CARA MEMATIKAN MERSISTEM
Cara mematikan meristem yang dilakukan oleh Evy adalah dengan cara berikut :
1. Pilih tanaman pisang remaja berumur 6-7 bulan sebagai bahan perbanyakan.
2. Gali bagian akar tanaman, potong anak-anakan yang tumbuh di bonggol
3. bersihkan bonggol dari tanah, akar dan anakan
4. kupas pelepah pisang dengan mengiris di pangkal batang
5. potong sisa batang yang tinggal empulur
6. empulur batang dan bonggol batang disterilkan dengan air bersih
7. Rendam empulur batang dalam larutan fungisida untuk memastikan tanaman pisang bebas penyakit
8. matikan meristem pisang dengan cara mengiris dan melubangi empulur di tengah batang
9. lelehkan lilin di atas wajan
10. sambil menunggu lilin meleleh tanam bonggol hingga permukaan pisang
11. oles dan siramkan cairan lilin itu di lubang dan permukaan bonggol pisang
12. setelah 2 pekan, anakan sudah terbentuk dan dapat dipisahkan 1-1,5 bulan kemudian
13. Tanam bibit pisang dalam polibag berisi media tanam. Setelah berdaun 3 lembar anakan siap ditanam.


#sumber : Trubus edisi Oktober 2014

10 Dua pekan

0 komentar

Hidup bukan melulu bercerita dan menceritakan tentang manusia. Di dunia ini, manusia memang menjadi pemeran utama dari skenario yang telah diciptakan oleh sang maha kuasa. Skenario yang tertulis nun jauh di sana, di lauful mahfudz. Meski demikian, kitapun pasti setuju ada unsur lain selain manusia yang sama-sama tinggal dan ada di dunia ini. Hewan dan tumbuhan adalah dua contoh yang aku maksud.
Sedikit bercerita tentang hewan kawan. Boleh bukan?
--
Sudah dua minggu, kosku ramai oelh suara-suara baru.
Setiap menjelang subuh, "mereka" bersuara, membangunkan aku dan teman-teman kos. Kadang mendekati pukul dua dini hari. Kadang juga pas tengah malam. Sedikit mengganggu awalnya tapi pas suatu hari mereka tidak bersuara, bukan hanya aku yang merasa aneh dan janggal, adik2 kos dan bahkan mbah kos juga merasakan hal yang sama. Aneh. Sepi.
Rupanya hari itu udara cukup dingin kawan. Aku saaat itu bahkan terpaksa menggunakan pakaian hangat ekstra (baca:sarung) untuk menghangatkan tubuh yang saat itu kedinginan. 
Kau tahu apa yang "mereka" lakukan?
Mereka bersepuluh, diam dan meringkuk dibawah lampu bohlam 5watt yang aku berikan di atas kandang mereka. Mereka mencari kehangatan juga rupanya.
lalu siapa kesepuluh mereka itu?
hmm.. mungkin ini sedikit aneh atau mungkin sudah biasa bagi kalian. 10 yang aku maksud disini adalah anak-anak kalkun yang aku jemput langsung bersama temanku Bram dipeternakan tempat mereka ditetaskan, di daerah Bantul DIY.
Kalkun?
Iya, kalkun. Salah satu unggas dengan ukuran badan yang cukup besar dan berasal dari ordo yang sama dengan ayam biasa yang kita kenal (baca:ayam), ordo galliformes.
Perbedaan yang sangat terlihat selain pada ukuran tubuh antara kalkun dan ayam adalah pada bentuk pial yang dimiliki oleh keduanya. Ayam hanya memiliki pial yang tumbuh wajar, panjangnya jarang hingga menutupi paruh miliknya Sedangkan pada kalkun, pial yang dimiliki dapat tumbuh hingga menjuntai dan menutupi paruh miliknya. Perbedaan yang mencolok berikutnya adalah pada suara yang mereka keluarkan. Hmmm bagaimana ya menggambarkan suara ayam dan kalkun lewat tulisan? -.-a
Untuk urusan makanan, ayam kalkun sama saja dengan ayam pada umumnya. Selama dua pekan ini, pakan yang aku berikan adalah campuran antara bekatul dan fur ayam yang diberi sedikit air. Sesekali aku berikan juga hijauan pada mereka berupa potongan daun bayam. Jangan heran jika sstok pakan kalian cepat habis, karena nafsu makan kalkukn tergolong cukup tinggi. Tenang, justru hal seperti itu menandakan ayam kalkun termasuk sehat.
Oh ya, untungnya, kosku memiliki halaman belakang yang cukup luas, sehingga saat pagi-petang aku biarkan 10 kalkun kecilku berkeliaran. Selain agar otot-otot mereka terlatih, sinar matahari yang mereka terima juga akan lebih banyak dan ini berguna bagi pembentukan tulang mereka. Perpaduan vitamin dari bekatul dan sinar matahari, Insya Allah menjadikan mereka sehat dan tidak mudah sakit meskipun tidak diberikan tambahan vitamin seperti ayam. (padune ngirit biaya perawatan --a).
Kalkun bisa tumbuh hingga mencapai bobot lebih dari 9 kg. Berapa kali dari ayam potong?
Usia kalkun bisa mencapai lebih dari 15 tahun. 
Meskipun daging kalkun memiliki protein yang lebih tinggi dari daging ayam dan katanya memiliki cita rasa yang uenak, aku masih mikir-mikir jika (nantinya) disuruh menyembelih mereka. Rasanya mungkin tidak tega untuk menyembelih mereka langsung, :).
Well apapun nanti yang akan terjadi, saat ini biarkan mereka tumbuh, berkembang dan terbang (baca:melompat).
Biarkan dulu seperti itu.
Menjadi alternatif hiburan dan pengisi hari dikosan. :D

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers