,
Aku berdiri di tengah tanah lapang
Membersamai rembulan yang indah di atas langit hitam
Bolehkah ia tetap disana saja membersamaiku?
Dan lihatlah
Perlahan kabut itu turun juga, membersamainya menepi dariku
Dan aku sadar
Ini bukan lagi malam
Dan saatnya lah mentari dengan hangat membersamaiku
Dan aku suka kehangatan ini
Dan aku ingin terus saja seperti ini
Dan aku berharap itu bisa
Hei, apakah senja juga akan seperti kabut semalam?
Membersamainya menepi dariku?
Tidak bisakah keduanya mebersamaiku?
--Tentu saja tidak! B*D*H!
Bulan dan mentari memang indah
Kebersamaan mereka dalam satu masa memang bisa
Bisa membuat semua menjadi terlihat lebih gelap
Bisa membuat Ibu yang tengah hamil ribut memukul apa saja
agar berbunyi
Bisa membuat mereka bersama bersujud dalam sholat sunnah
Sudahlah,
Lepaskan saja salah Satu
Tenang, bukankah keduanya punya keindahan sendiri ?
Syukurilah apapun yang kamu pilih dan dapati
Bulan atau mentari
Nasihat Seorang Sahabat #3
Menulis itu, termasuk blogging, sangat dipengaruhi kondisi emosional penulis.
Saat marah tentu akan berbeda isi tulisan yangada dengan saat seseorang bahagia.
Begitulah secara umum.
Beberapa hari yang lalu aku juga demikian. Emosi. Pada dua (atau lebih) teman yang sudah aku anggap saudara. Untung saja, aku tidak jadi untuk menuliskannya. Yap, lagi-lagi nasihat seorang sahabat datang diwaktu yang tepat.
Hmm...sedikit terlambat sih karena aku cerita dulu dengan sedikit emosi, baru dia kasih nasihat. Ga papa lah, hanya aku dia dan Tuhan yang tahu...hia....
Isi nasihatnya seperti ini...
"Sabar ya mam...
Nek dipikir jero marakke nambah beban pikiranmu. Porsi sing aneh-aneh ngono ojo akeh2. Mending ndonga sing akeh wae go wong tua"
Tadinya juga aku ga mau cerita tentang hal itu, tapi ada seseorang yang menceritakan hal yang serupa dengan kejadinku. Ya...ikut dah keinget kejadian itu haha.
Makasih sob... Untuk yang ketiga ini aku tidak menyebutkan namamu. I know.. kamu nda terlalu suka disebut sebut apalagi dalam kebaikan..hihihi
...
Kembali kebumi sutera
Menunaikan misi terakhir stage 4 yang terpaksa kebobol nyaris stage 5 x_x
Lets finish it. Ozi.
Saat marah tentu akan berbeda isi tulisan yangada dengan saat seseorang bahagia.
Begitulah secara umum.
Beberapa hari yang lalu aku juga demikian. Emosi. Pada dua (atau lebih) teman yang sudah aku anggap saudara. Untung saja, aku tidak jadi untuk menuliskannya. Yap, lagi-lagi nasihat seorang sahabat datang diwaktu yang tepat.
Hmm...sedikit terlambat sih karena aku cerita dulu dengan sedikit emosi, baru dia kasih nasihat. Ga papa lah, hanya aku dia dan Tuhan yang tahu...hia....
Isi nasihatnya seperti ini...
"Sabar ya mam...
Nek dipikir jero marakke nambah beban pikiranmu. Porsi sing aneh-aneh ngono ojo akeh2. Mending ndonga sing akeh wae go wong tua"
Tadinya juga aku ga mau cerita tentang hal itu, tapi ada seseorang yang menceritakan hal yang serupa dengan kejadinku. Ya...ikut dah keinget kejadian itu haha.
Makasih sob... Untuk yang ketiga ini aku tidak menyebutkan namamu. I know.. kamu nda terlalu suka disebut sebut apalagi dalam kebaikan..hihihi
...
Kembali kebumi sutera
Menunaikan misi terakhir stage 4 yang terpaksa kebobol nyaris stage 5 x_x
Lets finish it. Ozi.
Langganan:
Postingan (Atom)




