There can be no “teacher” without ‘pupils’ , no rebel without ‘establishment’.

Arti Peimpin

Pemimpin adalah orang pertama sekaligus orang terakhir dalam sebuah kelompok (Mukti 2013)

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Gunung Prahu

SEUMUR HIDUP KITA SEKALIPUN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK MENGELILINGI INDONESIA. I LOVE INDONESIA.

Abah dan Puncak Ungaran

0 komentar

Abah dan Puncak Ungaran


Long week end bulan November lalu, tepatnya sabtu sore, aku tengah asik merampungkan laporan mikrobiologiku. Salah seorang adik kos masuk ke kamar, dan bilang ada yang mencariku. Siapa?
Tanyaku dalam hati.
Ah, ternyata syaiful.
Tumben dia datang tanpa pemberitahuan (pikirku).
"Ana apa pul ?" (#Ada apa pul ? ) Tanyaku
"Ayo mangkat!"
"Heh.. mangkat ngendi ?" (#berangkat kemana ?) TAnyaku heran
"Ungaran "
"Waduh...ko ndadakya?"
Tek. Sebuah ingatan melintas. Aku baru sadar besok ada praktikum fisiologi tumbuhan. Ah, kenapa juga sih praktikum hari minggu.
Dengan sedikit ragu aku akhirnya ikut bareng sepul Ke lab mtk bertemu simu. Simu ternyata sudah sms aku tapi hapeku mati (eh,baru sadar).
Simu punmulai mengambil peralatan yang akan dibawa. 
Aku pergi berbelanja. Syaiful pergi sendiri ga tahu kemana.
Tiba-tiba saja, hp ku berbunyi. Simu sms bahwa temannya tidak jadi berangkat.
Waduh, naik gunung dalam jumlah ganjil ? Keragu-raguanku bertambah.
Iseng, ku sms temanku bagus dan bilang bahwa kami bertiga akan naik ungaran.
Yes, bagus bisa.
Setelah semuanya siap. Bada ashar kami berangkat.
Ditengah perjalanan hujan datang.
Jas hujan yang ku bawa rupanya kurang memadai, alhasil baju yang kupakai basah kuyup.
Brrr dingin luar biasa. Enaknya sih dingin2 gini makan mie trus minum edang jahe. Ups, lupa, lagi puasa hehe.
Perjalananpun dilanjutkan dengan kondisi demikian. 
Entah sudah menjadi TRADISI atau memang kelakuan dari kami jika bepergian slalu saja NYASAR. wah, wah, padahal simu bilang akan lewat jalur pintas nyatanya muter-muter ga karuan cuy.
Skip
Tiba di medini. Sudah magrib, waktunya sholat magrib dan berbuka puasa (bagi yang puasa).
usai solat, dengan kondisi hujan cukup deras, kami berangkat. Sebelumnya motor kami titipkan di rumah salah satu warga di situ.
O ya, FYI, ini adalah perjalanan naik terakhir syaiful dengan HP nya. Karena hp nya ( live walkman) kini sudah berpindah tuan. (foto hp menyusul).
Naik dan terus naik,. Naik lalu nyasar, kembali ke pos pemberangkatan. dan akhirnya melalui jalan yang benar. Jauh bro, 3 jam kurang lebih kami berjalan kaki. Itu ga dihitung sama adegan nyasar lho.
Dan setelah istirahat di promasan (yang ternyata ramai dengan anak-anak hima Ipa UNNES), kami melanjutkan perjalanan dan mendirian tenda di antara tanaman teh.
Ini pertama kali kami menggunakan tenda milik kami sendiri.
 O yah kawan, kenapa aku memberi judul ini abah dan ungaran ?
Lihat foto di atas ya. Lihat baju dan sarung yang kupakai, itu adalah pemberian dari abahku. Ya, walaupun hanya sarung dan kaos obat bawang merah, Alhamdulillah keduanya berfungsi menghangatkan tubuhku. Ah, abah, aku jadi ingin pulang. Moga Engkau sehat disana. Maaf Abah anakmu mbolos praktikum, (tapi ga inhal, Alhamdulillah).

Another picture from this journey :



Honestly it is not a pre-wedd picture! haha

TEGURAN

0 komentar


TEGURAN

“ Assalamualaikum, ana sg bsa mbantu aku ?

.aku ng Bank BRI ungaran, pan nglesi, bnsinku kntgan keh ra gawa duit,

jane meh njukt nang atm tp atme trble.. :(.”


Selasa, 22 November.

Biasanya, setelah praktikum genetika, tidak ada praktikum lagi. Waktu kosong seperti itu biasa kugunakan untuk mengerjakan laporan, tugas, mencuci baju, atau tidur. (kayaknya yang ketiga paling sering). Namun, hari ini ada praktikum tambahan mikrobiologi. Awalnya, praktikum yang dilakukan Cuma menghitung hasil biakan bakteri menggunakan coloni counter, tapi ternyata asisten menghendaki adanya praktikum tambahan, praktium abiotik.

Entah siapa yang mulai, stelah semua larutan selesai dimasukkan dan sedang dalam tahap sterilisasi, satu persatu mulai pulang, termasuk aku. Tiba di kos, aku menyiapkan soal untuk tes fisika sore nanti, untuk siswa privatku. Setelah sholat dhuhur sadar ga sadar, ku pasang alarm di pukul 14.00 WIB dan aku ketiduran.

Jam 14.00 alarm berbunyi dan aku terbangun. Wah..wah ada sms masuk nih. Dari komting mikrobio ternyata, isinya perintah untuk segera berangkat, praktikum sudah dimulai, (@13.15) tentu saja aku terlambat. Segera ku sms teman 1 kelompokku, dan ternyata cuma aku yang ga berangkat. Cetarr,,,alamat inhal nih, 50rb melayang, bikin larutan sendirian, sterilisasi sendirian etc.

Langsung ku sms mba asdos dan bertanya kapan bisa dilakukan inhal. Lama ga dibalas.

Eh,sudah hampir jam 3. Biasanya adik yang ku lesin sms apakah dia mau les sore atau malam. Sedikit bimbang tapi akhirnya kuputuskan berangkat. Cuaca kurang mendukung, mendung tebal, gerimis perlahan, diitambah dompet yang ditinggalkan soekarno-hatta, pattimura dan semua koleganya, plus kondisi bensin yang berada pada garis merah.

Toh aku tetap nekat . Ku pikir nanti mampir atm sebentar, ambil uang, beli bensin, simple kan? Ternyata ga se simple itu. Atm BRI di kampus ternyata rusak, atm dalam kantor ga bisa dipakai karena sudah tutup. Cuma dua alternatif lanjut naik ke ungaran atau turun ke sampangan. Kupilih lanjut naik, brem...bremmmm..bremmm... motor kunyalakan.

Sampai daerah mangun sari, gerimis bertambah frekuensinya, tambah deres saja nih.

Jalanan berubah sedikit licin, bukannya mengurangi laju motor aku malah menaikkan kecepatan. Tancaap...

            Sampailah di daerah sumurejo, bensin sudah mulai meninggalkan huruf E. Its mean that my fuel is empty. Ah, pikiran kalut, meski jalanan gak berkabut. Karena kurang konsen, aku ga tahu truk di depanku rem mendadak. Motor sudah tinggal sejengkal lagi nempel bagian belakang truk. Langsung kutarik rem depan, banting ke kiri hampir nyungsep, lepas rem depan ganti rem kaki, motor goyang-goyang dan Alhamdulillah masuk lagi ke jalan raya.

            Alhasil, sampailah di ATM BRI ungaran, langsung niat ambil uang, 50rb.

Masuk ke atm, masukkin kartu langsung pencet nominal 50rb, ups, ko ga bisa. Coba lagi, 1, 2 kali sama saja. Ku cek saldo dan lailahaillallah pantes saja mesin atm ngambek. Saldoku Cuma 83rb.

            Panik. Langsung sms masku. Selamat, dia belum berangkat kerja. Segera ku tellpon dan crita keadaanku. Masku ikut bingung, dia sudah mau masuk kerja. Di smslah istrinya barangkali bisa ngirim, ga bisa juga, lagi di rumah dan jauh dari atm. Dicobanya sms banking dan ternyata GA BISA juga. Waduh waduh... udah kaya anak ayam mau mati di lumbung padi nih.

            Segera saja ku sms tiga temanku. Bambang, nana, simu. Isi smsnya sama

“ Assalamualaikum, ana sg bsa mbantu aku ?

.aku ng Bank BRI ungaran, pan nglesi, bnsinku kntgan keh ra gawa duit,

jane meh njukt nang atm tp atme trble.. :(.”

Bambang ga bisa,lagi ada tanggungan, simu ga balas, nana ga ada motor. Waduh sms sapa lagi nih. Mau sms gilang buat minjem uang, aku ga hapal norek atm abahku. Lagi pula aku ga tahu juga dia lagi sibuk atau ga.  Tenang-tenang, Allah pasti kasih jalan.

            Uji coba lagi. Kali ini ku sms Syaiful, mas didit dan solikhin. Solikhin, ga bisa juga, ada acara bem katanya. Waduh,,, mulai putus asa nih. Padahal masih di Ungaran, tapi dah bingung gini. Ada sms masuk, ku kira mas didit atau syaiful, eh malah mba asdos mikro. Kubalas smsnya sambil berharap ada kabar baik datang. Posisiku udah ga nyaman, dilihatin terus sama pak satpam ma office boy. (wajahku wajah penjahat kah?). Alhamdulillah sms mas didit masuk hampir bersamaan ma ipul dan keduanya bisa. Langsung ku balas ke syaiful bahwa sudah ada yang mau kesini. Alhamdulillah.

            Sambil menunggu mas didit, ku balas sms asdosku. Kabar baik datang lagi, aku gak perlu inhal, tapi nilai laporanku harus rela terpotong 5 poin. Setidaknya aku gak perlu keluar 50rb dan ribet nyiapin bahan sendirian buat inhal. Di akhir sms mba asdos menegurku.

“ Besok lagi jangan ketiduran, jangan malas2an lo ya”

Tadinya ada pikiran, udah lagi apes, eh dapat teguran. Tapi setelah dipikr2 bener juga kata mbanya. Benar, aku ga boleh malas2n. Aku masih jauh dari teman2ku. Setidaknya aku harus bisa sepadan dengan mereka. Untung masih dikasih teguran ringan melalui ucapan, belum  teguran dari sang pencipta kehidupan berupa hal-hal yang ga diinginkan. Dan syukurlah, mas didit pun datang mebawakan seliter bensin. Dia pulang dan aku melanjutkan niatku untuk mengisi les.

 

MY MIND © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers