Siapa sangka di
tengah senyum dan canda tawanya ia pernah marah, bahkan melontarkan banyak
pertanyaan kepada penghuni langit?
Ya, sahabatku
yang satu itu sungguh luar biasa, Ia mampu menutup dengan rapi apa yang
menurutnya tidak pantas untuk di ceritakan pada orang banyak dan memendamnya,
meski sesekali saat (mungkin) ia tidak
tahan lagi ia pun akan menceritakannya. Tentu saja tidak sembarang orang
yang ia pilih sebagai tempat ia curhat. Ada rasa senang saat tahu bahwa aku menjadi
salah satu di antara sahabat-sahabatnya yang ia beri kepercayaan untuk
mendengarkan ceritanya. Namun dibelakang rasa senang itu, ada juga rasa
khawatir dan takut mana kala lisan maupun pena tidak sengaja ‘bocor’ dan
mengkhianatai kepercayaannya.
Beberapa kali ia
sempat meminta aku untuk memberi dia nasihat untuk masalah yang dihadapinya.
Jika boleh jujur, sering kali aku bingung hendak berkata apa. Mana yang pantas untuknya
mana yang tidak, aku harus memilah yang terbaik diantaranya. Sempat pula aku
bergantian menanyakan suatu masalah maupun suatu hal yang aku penasaran akan
hal itu dan diapun menjawab sesuai dengan yang ia bisa. Jika ia tidak mengerti
(dan memang sering seperti itu) maka dengan mudah dan diiringi tawa ia pun
menjawab tidak tahu.
Setiap keadaan
manusia merupakan sebab dan akibat dari apa yang dilakukan oleh orang
lain. Hal ini sama rata untuk semua hal
yang kita lakukan sekecil dan sesederhana apapun yang kita lakukan. Ini
merupakan salah satu poin yang sempat aku tangkap setelah membaca novel
“rembulan tenggelam diwajahmu” karya Tere liye. Sahabatku itu (P) menjadi sebab
sahabatku yang lain (H) meminjam novel itu, dan akibatnya aku pun bisa membaca
novel milik P. Ini merupakan contoh sederhana saja.
Contoh lain yang
baru aku sadari tadi malam adalah bahwa tulisan P tertanggal 1-2-13 di lamannya
secara tidak sadar menjadi penyebabku untuk mebuka search engine dan mencari
suatu artikel lain, dan dari kedua tulisan itulah timbul suatu dorongan untuk bisa
mencapai sesuatu yang lebih dari apa yang selama ini aku pikirkan. Ya, salah
satu hal diantaranya terkait dengan akademik. Sempat terpuruk alias kesandung
biji kwaci hehe, nilai akademik ku semester lalu merosot tajam. Tadinya ada
rasa pasrah dan menyalahkan diri sendiri muncul bergantian. Padahal untuk
memotivasi orang lain bisa dengan mudahnya tapi memotivasi diri sendiri
ternyata sangat susah. Untunglah ada dorongan dari orang-orang sekitar
termasuk teman-temanku sehingga
timbullah motivasi untuk belajar dan Alhamdulillah hasilnya tidak terlalu
mengecewakan.
Itulah gunanya
teman, saat teman yang lain membutuhkan pertolongan maka ia ada untuk
membantunya.
Terkait tulisan
P, ga tahu mulai kapan, aku mulai menyukai tulisan P. Gaya yang digunakannya
saat bercerita itu unik. Semakin lama,
tulisannya berkembang menjadi lebih baik. Lebih jauh, ia kini mulai mencoba
genre non fiksi, genre yang seringkali susah untuk dilakukan dan malas
dilakukan oleh penulis. Yah, apapun nantinya yang akan ia lakukan sudah
sewajarnya bukan sebagai sahabat, aku mendukungnya selagi itu positif?
Dan semoga apa
yang aku lakukan, sekecil apapun itu, menjadi sebab dan akibat yang baik bagi
orang-orang disekitarku. Semoga pula bisa kita bisa menjadi sosok sahabat yang
baik, setidaknya seperti kriteria Al-Qamah (yang dipesankan pada anaknya).
Pesanan al-Qamah (seorang sahabat
Rasulullah SAW) kepada anaknya,:
“Wahai anakku, sekiranya engkau
berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih
orang yang sifatnya seperti berikut.”
Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya) .
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukkan dirimu ia suka menutupinya.
Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.
Pilihlah sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.
Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya) .
Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukkan dirimu ia suka menutupinya.
Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.
Pilihlah sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.
*Note : jangan jadikan kriteria I
dan IV menjadi alasan kita untuk meminta ditraktir terus yah. Kasihan kan
sahabatmu hehe :)
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.