Banyak orang di
dunia terutama wanita menghawatirkan bentuk tubuhnya. Mereka sangat takut untuk
gemuk dan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari lipatan-lipatan lemak
di tubuh dan mendapatkan sebuah ucapan yang kurang lebih berisi kamu agak kurusan ya?
Wajar, jika saat
ini begitu banyak produk-produk pengurus badan yang bermunculan. Mulai dari
minuman kesehatan, makanan 0 kalori hingga alat-alat olahraga yang sering
menayangkan iklan mereka di berbagai media. Padahal, belum tentu juga produk
bersangkutan berkhasiat dan cocok dengan kita manakala digunakan.
Sebenarnya, jadi
orang gemuk itu juga impian dari banyak orang. Kaya aku. Dari dulu pengin yang
namanya jadi berbobot. Kebalikan dari
ucapan yang diinginkan oleh orang-orang yang ingin kurus, orang-orang yang
kepengen banget gemuk terkadang pengin mendapatkan sebuah ucapan yang kurang
lebih berisi Waah kamu sekarang gemukan
ya atau Tubuh kamu sekarang berisi deh.
Berkebalikan
juga dengan produk-produk pengurus badan. Produk-produk khusus si kurus yang
pengen gemuk tidak terlalu banyak dijual dan di iklankan di media. Ada sih beberapa iklan susu formula seperti
susu E.W yang iklannya justru bikin si kurus tambah sakit hati. Gimana ga,
bayangin aja, sebelum iklan itu keluar, aku ga bermasalah pergi ke dufan dan
naik Roller coaster. Sekarang, kalau keluargaku ke dufan aku pasti terabaikan.
Kakak2 dan adik2 bisa naik roller coaster, sementara aku ga.
Aku dan Ibu
(yang takut naik RC).
A : “ Bu, kenapa
aku ga boleh naik RC”?
I: “Ga usah ntar
kabur ke bawa angin”
A: “Kalau naik ontang-anting?”
I:”Sama. Ga
boleh. Kamu ntar kabur ke bawa angin”
A: “Terus boleh
naik apa?”
I: “Tuh mandi
bola. Kamu kan kurus, tinggi lagi, pasti aman .”
A: %#$$$
Gemuk itu
keinginan tapi kurus itu anugrah (coba menghibur diri).
Tapi meskipun
begitu, tetap saja banyak hal yang kurang mengenakkan pas kamu jadi orang
kurus.
Banyak tetangga
dan saudara mengira bahwa aku ini kurus karena malas. Malas makan.
Ga sepenuhnya benar. Aku suka makan lho. Sekali makan, ga cukup 1 piring, sering kali nambah 2-3
piring. Beneran. Nambah piring, piring doang,
nasinya ngga. :P
Riset membuktikan kebanyakan orang kurus atau menjadi
kurus karena sakit. Hal ini lantas membuat keluargaku berfikir bahwa aku
sakit-sakitan. Oh please..come on, kalau
aku sakit bagaimana bisa kemarin ke puncak gunung prahu, sebelumnya ke puncak
gunung slamet, G. sindoro dan gunung ungaran?
(pamer XD)
I am fine. Aku sehat. Serius! Paling ni
punggung ada 2-3 panu sama ni otak agak sedikit sakit -,- (puasss...puas..puas...)
Jadi orang kurus
juga membatasi aku dalam bermusik. Mau menyanyikan lagu mesti pilih-pilih lagu.
Ga mungkinkan aku nyanyi lagu Pengin
kurusnya Saykoji?
A..ku...pengin kuurus....biar badan sehat
dan terurus...
Baru nyanyi 1
bait saja pasti ada orang yang teriak Woiii sadar diri dong!
Sebenarnya
kasihan juga melihat orang kurus (dari cermin)
Jangankan nyanyi
pas kondisi normal, kondisi jatuh cinta saja aku takut buat nyanyi.
Coba aja aku
nyanyi lagu yang dinyanyikan Ari lasso
“Angin katakan padanya...bahwa aku cinta
dia...”
Kalau orang-orang
biasanya nyanyi lagu ini sambil joget, si kurus nyanyi lagu ini sambil pegangan
meja. Takut cuy kalau-kalau angin
marah, bertiup kencang dan bilang, “Kamu udah kurus, nyuruh-nyuruh pula. Sana
ngomong sendiri! “ Wuzzz
Tapi aku percaya
Tuhan itu Adil. Jadi kutilang (kurus tinggi langsing) juga ada sisi positifnya.
Dulu, setiap kali aku dan teman-teman bermain petak umpet di kebun tetangga,
aku selalu menang dan senang. Teman-teman sering bingung mencariku, padahal aku
Cuma berdiri di samping atau tiduran di atas pohon rambutan. Mungkin mereka
bingung membedakanku dengan ranting pohon rambutan, karena pas aku berdiri,
sering kali aku sambil memegangi buah rambutan. Milik siapa? Milik siapa lagi
kalau bukan tetanggaku? Sstttt....rahasia XD
#tulisan di atas adalah campuran antara fiksi dan nonfiksi dari penulis
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.