Banyak dari
kita, semasa kecil bermain dengan bebas di lingkungan sekitar. Melihat, meraba,
membau dan terkadang mencicipi sesuatu yang asing dan baru dilingkungan diamana
kita bermain. Baik sadar ataupun tidak indera yang kita miliki (sebagai
karunia-Nya) kita gunakan dengan baik. Dari hal itu kita mendapatkan
memori-memori baru tentang rasa, bau, nama, dan secara sadar dan tidak sadar
pula mulai mengelompokkan banyak hal berdasarkan kelompok yang kia buat
sendiri.
Mungkin, hal ini
akan jarang kita temui pada anak-anak di masa sekarang. Masa dimana anak lebih dimanjakan
dengan kecanggihan teknologi dibandingkan pelajaran secara langsung. Salah satu
contoh (yang lucu) adalah penggunaan tampilan slide dalam media tablet (dan sejenisnya) dalam memperkenalkan
bagian-bagian tumbuhan pada anak-anak. Menurut hemat saya, bukankah akan lebih
baik jika kita menggunakan tumbuhan nyata
dibanding tumbuhan maya? Tentu saja
(menurut saya) mereka akan mendapatkan nilai lebih manakala kita membawakan
kepada mereka suatu tanaman utuh. Menunjukkan bagian-bagian tumbuhan mulai dari
akar, batang dan daun dan membiarkan mereka untuk mengeksplorasi bagian-bagian
tersebut. Birakan saja mereka meraba, memegang dan bahkan tidak menutup
kemungkinan mereka akan mencium bau dari masing-masing bagian tumbuhan. Tapi
jangan sampai kita membiarkan mereka memakan/ menccicipinya, apalagi jika
tumbuhan yang kita bawa terindikasi zat aktif berbahaya.
Mengenalkan
dengan cara diatas pastinya akan lebih berkesan dibandingkan menggunakan media
virtual saja. Meskipun keduanya sama-sama bisa mencapai tujuan, dalam hal ini
mengenalkan bagian-bagian tumbuhan tapi saya yakin bahwa efek ikutan yang
didapatkan anak akan berbeda. Dalam penjelasan pada paragraf sebelumnya sudah saya
sebutkan beberapa efek ikutan seperti penggunaan indera peraba, pembau dan
(mungkin) pengecap.
Sebagai orang
yang lebih dewasa baik yang sudah, akan dan berencana untuk memiliki anak,
saran saya adalah kenalkan putra dan putri kita pada hal-hal baru di sekitarnya
yang memang layak untuk mereka ketahui.
Usahakan untuk menampilkan contoh
kongkret mengingat anak-anak terkadang memiliki daya imajinasi yang
berbeda-beda.
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.