Berusaha menepati janji pada waktu yang telah lalu bahwa saya akan membagi nilai-nilai parenting yang saya dapat selama saya PPL di SMP Negeri 1 mungkid. Sebelum itu,mari kita pelajari terlebih dahulu apa itu parenting?
Parenting adalah pekerjaan dan ketrampilan orang tua dalam mengasuh
anak. Pembahasan mengenai parenting dalam referensi ini, penulis
tekankan pada pembahasan pola asuh anak oleh orang tua dalam keluarga
dan guru di sekolah.
Menurut Chabib Thoha, parenting merupakan suatu cara terbaik yang
ditempuh oleh orang tua dalam mendidik anak sebagai perwujudan dari rasa
tanggung jawab kepada anak. Sedangkan menurut M. Shohib, pola asuh
adalah upaya orang tua yang diaktualisasikan pada penataan lingkungan
sosial, lingkungan budaya, suasana psikologis serta perilaku yang
ditampilkan pada saat terjadinya pertemuan dengan anak-anak.
Pengertian pola asuh di sini identik dengan pengertian pendidikan yang dikemukakan oleh Mustofa al-Ghulayani:
Pendidikan (Tarbiyah) adalah menanamkan akhlak (budi pekerti) yang utama di dalam jiwa siswa, menyiramnya dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga tertanam kuat dalam jiwa dan membuahkan keutamaan, kebaikan dan suka beramal untuk kemanfaatan tanah air.
Menurut Henry Clay Lindgren menyebutkan bahwa:
“The family, not the school, provides the first educational experiences begining in infancy, with the attempt to guide and direct the child-to train him.” “Keluarga bukan sekolah, memberikan pengalaman-pengalaman pendidikan yang pertama mulai pada masa pertumbuhan dengan usaha-usaha untuk membimbing dan mengarahkan anak serta melatihnya”
Ratna Megawangi menjelaskan bahwa parenting itu merujuk pada suasana
kegiatan belajar mengajar yang menekankan kehangatan bukan ke arah suatu
pendidikan satu arah atau tanpa emosi.
Dengan demikian, parenting adalah bagaimana cara mendidik orang tua
terhadap anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Parenting
menyangkut semua perilaku orang tua sehari-hari baik yang berhubungan
langsung dengan anak maupun tidak, yang dapat ditangkap maupun dilihat
oleh anak-anaknya, dengan harapan apa yang diberikan kepada anak
(pengasuhan) akan berdampak positif bagi kehidupannya terutama bagi
agama, diri, bangsa, dan juga negaranya.
Tugas utama mencerdaskan anak tetaplah ada pada orang tua meskipun anak
telah dimasukkan ke sekolah agama. Peran orang tua dalam mendidik dan
mengasuh anak sangatlah penting dalam mengembangkan potensi anak. Proses
penanaman aqidah berada di tangan orang tua karena dalam hal ini
keluarga diberi kepercayaan oleh Allah untuk mendidik dan mengasuh
anak-anak mereka.
Manusia dikatakan sebagai makhluk psycho-physics neutral, yaitu makhluk yang memiliki kemandirian (self ensteem)
jasmaniah dan rohaniah. Di dalam kemandirannya itu manusia mempunyai
potensi dasar atau kemampuan dasar yang merupakan benih yang dapat
tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan itu memerlukan
pendidikan dan bimbingan.
Pada usia kanak-kanak, mereka belum mempunyai pemahaman dalam
melaksanakan ajaran agama Islam, akan tetapi di sinilah peran orang tua
dalam memperkenalkan dan membiasakan anak sebagai upaya untuk menggali
potensi mereka. Potensi tersebut khususnya potensi keagamaan.
Sifat agama pada anak mengikuti pola ideas concept on authority,
artinya konsep keagamaan pada diri mereka dipengaruhi oleh faktor luar
diri mereka. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya lebih cerdas dalam hal
mengasuh anak-anaknya mengingat secara psikologi, masa kanak-kanak
adalah masa-masa yang potensial dalam perkembangannya.
Selain manusia sebagai makhluk psycho-physics neutral, juga sebagai makhluk homo-socius,
yaitu berwatak dan berkemampuan dasar atau yang memiliki garizah
(insting) untuk hidup di masyarakat. Selain sebagai makhluk individu,
manusia juga merupakan makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan untuk
berinteraksi dengan kelompoknya, berinteraksi dengan lingkungannya
Dalam berinteraksi dengan lingkungannya ada kecenderungan
pengaruh-pengaruh yang masuk dalam diri pribadi baik dalam hal tingkah
laku, gaya bicara, maupun pola hidup. Sehingga jika seorang anak sudah
mulai berinteraksi dengan dunia luar, maka pengawasan orang tua dalam
hal ini sangat bermanfaat bagi anak di masa pertumbuhan dan
perkembangannya.
Manusia punya kecenderungan untuk bergaul dan bersosialisasi dengan
dunia luar. Pada masa kanak-kanak, mereka masih memerlukan bimbingan
dari orang tua agar dalam bergaul mereka tetap pada akhlak Islami. Oleh
karena itu, orang tua harus memberikan bimbingan dan teladan baik di
rumah maupun di luar rumah.
Referensi Makalah®
Sumber : Referensi makalah
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk memberikan komentar terhadap tulisan ini, demi tulisan yang lebih baik di lain hari.